Connect with us

Ulang Tahun ke-19, Wali Kota Makassar Sampaikan Selamat untuk Tribun Timur

Published

on

Kitasulsel, Makassar—Tribun Timur merayakan ulang tahun ke-19 pada Kamis, 9 Februari 2023. Perayaan kali ini mengusung tagline Mata Lokal Menjangkau Indonesia.

Banyak ucapan selamat dan doa yang ditujukan kepada Tribun Timur, termasuk dari Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto yang disampaikannya saat berkunjung ke kantor redaksi Tribun Timur, Jalan Cendrawasih, Kamis (9/02/2023) petang.

Dia menyampaikan ucapan selamat atas pertambahan usia Tribun Timur.
Menurutnya, ini menjadi bukti eksistensi Tribun Timur sebagai corong informasi bagi masyarakat, bukan hanya di Makassar dan Sulawesi Selatan, melainkan juga di Indonesia.

“Selamat ulang tahun untuk Tribun Timur. Semoga selalu menjadi yang terbaik dalam menyajikan informasi kepada publik. Sesuai tagline Tribun Timur, mata lokal menjangkau Indonesia,” ungkap Danny Pomanto, sapaan akrabnya.

Sebagai pilar ke empat demokrasi, dirinya berharap Tribun Timur bisa terus konsisten menjadi alat kontrol sosial dan selalu mengambil bagian dalam menyampaikan kerja-kerja pemerintah kepada masyarakat.

“Semoga Tribun Timur selalu menjadi media yang independen, akurat dan mencerdaskan masyarakat,” tuturnya.
Dia berharap Tribun Timur tetap eksis memberikan warna tersendiri bagi dunia pers di tanah air.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Ratusan Mahasiswa Indonesia di Kairo Ikuti FGD Pemikiran Nasaruddin Umar Dipandu Dr. Bunyamin Yapid

Published

on

Kitasulsel—Kairo – Ratusan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kairo mengikuti seminar dan forum group discussion (FGD) yang mengangkat pemikiran Prof. Nasaruddin Umar. Kegiatan ini digelar di Baruga KKS, Kairo, dan dihadiri oleh Ketua PPMI, jajaran pengurus, serta para ketua kerukunan daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Forum tersebut dipimpin oleh tenaga ahli Menteri Agama bidang kerja sama luar negeri sekaligus pembina komunitas Nasaruddin Umar Official, yang secara khusus memaparkan dan mengelaborasi gagasan-gagasan besar Prof. Nasaruddin Umar di hadapan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pemikiran Prof. Nasaruddin Umar memiliki nilai strategis, namun kerap disalahpahami oleh publik. “Gagasan beliau itu sangat baik, tetapi ibarat pesawat, landasan pendaratannya belum sepenuhnya siap. Akibatnya, sering terjadi salah tafsir, bahkan dipolitisasi dan dibingkai secara negatif,” ujarnya.

Beberapa isu yang menjadi sorotan dalam diskusi antara lain pengelolaan dana umat, dana masjid, hingga konsep distribusi hewan kurban. Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut bukan untuk mengambil alih dana umat, melainkan untuk menata pengelolaan agar lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Sering kali masyarakat memahami secara sepotong-sepotong. Padahal yang ingin dibangun adalah sistem yang lebih baik, berbasis asas kemanfaatan dan keadilan,” lanjutnya.

Ia juga mencontohkan praktik di sejumlah negara seperti Arab Saudi, di mana regulasi negara berperan aktif dalam menegakkan nilai-nilai keagamaan, termasuk kewajiban menutup toko saat waktu salat. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa implementasi gagasan keagamaan akan lebih optimal jika didukung kebijakan negara.

Pemilihan Kairo sebagai lokasi forum dinilai strategis, mengingat kota tersebut merupakan salah satu pusat studi Islam dunia. Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dianggap memiliki kapasitas intelektual untuk memahami gagasan-gagasan progresif dan kontekstual yang ditawarkan.

“Mahasiswa di sini relatif lebih siap memahami pemikiran yang mungkin melampaui zamannya. Apa yang hari ini ditolak, bisa jadi akan menjadi kebutuhan di masa depan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga disinggung praktik pengelolaan kurban di negara-negara Eropa, di mana distribusi hewan kurban dilakukan melalui lembaga terpercaya untuk menjangkau wilayah yang lebih membutuhkan, bahkan lintas negara. Model ini dinilai sebagai salah satu contoh implementasi asas kemanfaatan yang lebih luas.

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para mahasiswa menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap upaya kontekstualisasi ajaran Islam dalam menjawab tantangan zaman modern.

Forum ini diharapkan menjadi ruang intelektual yang mampu menjembatani pemikiran besar dengan pemahaman publik, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, terbuka, dan mampu menerjemahkan gagasan ke dalam kebijakan nyata demi kemaslahatan umat.

Continue Reading

Trending