Connect with us

Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Malino, Gubernur Sulsel: Mari Gerakkan Ekonomi Pasar Tradisional

Published

on

Kiitasulsel, Gowa—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman berkunjung sekaligus berbelanja di Pasar Sentral Malino, Minggu, 12 Februari 2023.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Sulsel ini sekaligus memantau harga bahan pokok di pasar yang berlokasi di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.

“Alhamdulillah, bisa bersilaturahmi dengan masyarakat sekaligus memantau harga bahan pokok di Pasar Sentral Malino,” ujarnya.

Gubernur Sulsel juga pun terlihat memborong sejumlah dagangan di Pasar Sentral Malino. Mulai dari bahan pokok makanan, makanan khas Malino, bahkan pernak-pernik.

“Kami juga membeli beberapa oleh-oleh khas dari Kota Malino. Serta membeli beberapa jajanan kue tradisional,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut menggerakkan, berbelanja di pasar tradisional.

“Mari ki dukung produk dan wisata daerah sekitar, gerakkan ekonomi masyarakat sekitar. Sering-seringki belanja di pasar tradisional,” pintanya.

Dari hasil pantauan, sejumlah harga bahan pokok masih terjangkau. Pemprov Sulsel, kata dia, terus memantau stok dan harga bahan pokok di pasaran.

“Harga bahan pokok relatif terjangkau. Ada juga mengalami penurunan, misalnya telur ayam dari harga 52 ribu per rak, kini 48 ribu,” jelasnya.

Kehadiran Gubernur termuda di Indonesia itu pun disambut hangat masyarakat Gowa. Baik pembeli maupun penjual begitu antusias dengan kehadiran pria yang akrab disapa Gubernur Andalan.

Bahkan sejumlah masyarakat juga antusias berswafoto dengan Gubernur Andi Sudirman.

 

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Kabar Baik! Indonesia Berpeluang Dapat Tambahan Kuota Pendamping Haji

Published

on

Kitasulsel—JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar membeberkan ada kemungkinan pemerintah Arab Saudi bakal mengabulkan permohonan Indonesia untuk menambah kuota pendamping haji. Nasaruddin Umar katakan, telah melanjutkan komunikasi perihal ini dengan Menteri Haji Arab Saudi, Tawfiq bin Fawzan Al-Rabiah.

“Kemungkinannya akan dipertimbangkan,” beber Nasaruddin kepada Tempo saat ditemui di kediamannya di Kuningan, Jakarta Selatan, pada hari Lebaran, Senin, (31/3/2025).

Mantan Imam Besar Masjid Istiqlal itu mengatakan berusaha untuk mendapatkan tambahan kuota pendamping haji.

Sebab dengan lebih banyak pendamping, menurutnya, akan lebih besar peluang jemaah untuk mendapat pelayanan lebih bagus.

Menurut penjelasannya, jika tidak ada pendamping dari Indonesia maka nantinya jemaah haji tanah air akan dibantu oleh pendamping dari Arab Saudi. Ia khawatir hal tersebut bakal menyulitkan para jemaah karena beberapa alasan.

Pertama, pendamping tak bisa berbicara dengan bahasa Indonesia. Kedua, pendamping tak akan paham riwayat penyakit jemaah.

Di sisi lain, pendamping haji dari Indonesia diharapkan lebih lancar berkomunikasi dengan para jemaah, bahkan bisa jadi mengerti bahasa daerah.

Pendamping dari Indonesia seharusnya mengerti riwayat penyakit jemaah, karena melakukan pertemuan lebih dari empat kali saat manasik haji dengan para jemaah sebelum berangkat haji.

“Jadi saya melihat bahwa permohonan kami untuk meminta tambahan itu sangat positif,” ujar Nasaruddin.

Dia menambahkan, dirinya baru-baru ini membicarakan hal tersebut dengan Menteri Haji Arab Saudi lewat aplikasi perpesanan WhatsApp.

“Dibalas WA saya,” kata dia. Sebelumnya diberitakan, Nasaruddin telah menyampaikan tentang lobinya untuk penambahan kuota pendamping haji dengan Pemerintah Arab Saudi.

Ia bicara dengan Menteri Kesehatan Arab Saudi, Fahad Abdulrahman Al-Jalajel, dalam pertemuan yang berlangsung di Rumah Dinas Duta Besar Arab Saudi di Jakarta, Senin, 24 Februari 2025.

“Kami memohon agar pendampingan atau petugas haji kami ditambah. Bukan hanya 2.000, tetapi dijadikan 4.000, sama seperti tahun lalu,” kata dia, seperti dikutip dalam keterangan resmi.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya memutuskan untuk mengurangi kuota pendamping haji hingga 50 persen pada musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Pada 2024, jumlah petugas haji Indonesia mencapai 4.200 orang. Dengan pengurangan tersebut, hanya sekitar 2.100 petugas yang akan mendampingi jemaah pada 2025.

Terdapat 221.000 jemaah haji Indonesia yang akan diberangkatkan pada pelaksanaan ibadah haji 2025. Berdasarkan perhitungan Kementerian Agama, dengan 2.100 pendamping jemaah, rasio pendampingan menjadi 1 petugas per 100 jemaah.

Sementara, pada kuota normal dengan 4.200 petugas, rasionya adalah 1 petugas dapat melayani 50 jemaah. (*)

Continue Reading

Trending

Copyright © 2024 Kitasulsel