Connect with us

PDAM Kota Makassar Kembali Bantu Pengungsi Banjir

Published

on

Kitasulsel-Makassar—Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar kembali menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang mengungsi akibat terdampak banjir di beberapa lokasi yang ada di Kota Makassar, Kamis (16/02/2022).

Sebagaimana arahan dari Wali Kota Makassar, Danny Pomanto agar seluruh SKPD dan BUMD lingkup Kota Makassar untuk berpartisipasi dalam mendukung kebutuhan para pengungsi.

Pemberian bantuan tersebut diserahkan oleh Kepala Wilayah Pelayanan yang mewakili Direksi PDAM Kota Makassar yang terdiri dari 300 dos di dapur umum RPTC Dinsos Kota Makassar jl. Abdullah Daeng Sirua yang diserahkan oleh Kepala Wilayah Pelayanan III, H. Bahari Marzuki; 200 dos di jl. Ujung Bori kec. Manggala yang diserahkan oleh Kepala Wilayah Pelayanan VI, Armi Dwiana; dan 150 dos di BTP Blok AF yang diserahkan oleh Kepala Wilayah Pelayanan II, Hasnah Nuryasin.

Kepala Dinas Sosial Kota Makassar, Armin Paera menyampaikan terima kasih kepada pihak Perumda Air Minum Kota Makassar atas perhatian kepada korban banjir.

“PDAM ini gerak cepat, kami sampaikan terima kasih, tadi siang baru diantarkan air bersih malam ini dikirimkan makanan, akan segera kami salurkan kepada masyarakat terdampak,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Beni Iskandar mengatakan bahwa pihaknya mengirimkan 650 makanan siap santap di 3 lokasi pengungsian.

“Sebagaimana arahan Bapak Wali Kota, maka kami berpartisipasi untuk mengirimkan bantuan ke 3 lokasi pengungsian. Penempatan lokasi ini diatur oleh pihak Pemerintah Kota,” tutur Beni.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Business

Bank Mandiri Bukukan Laba Rp30,4 Triliun pada Semester I 2026, Tumbuh 24,4 Persen

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp30,4 triliun, meningkat 24,4 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Capaian tersebut disampaikan Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, dalam konferensi pers Kinerja Bank Mandiri Kuartal II 2026 yang digelar secara daring, Kamis (23/7/2026).

Novita menjelaskan, pertumbuhan laba didorong oleh ekspansi bisnis yang solid, kualitas aset yang tetap terjaga, serta peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee-based income).

“Sampai dengan posisi Juni 2026, laba Bank Mandiri mencapai Rp30,4 triliun atau tumbuh 24,4 persen secara year on year. Pendorong utamanya berasal dari pertumbuhan bisnis itu sendiri,” ujarnya.

Kinerja tersebut turut ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 17,1 persen menjadi Rp1.710,032 triliun. Sementara itu, total aset Bank Mandiri meningkat 19,1 persen menjadi Rp2.349,192 triliun.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit juga mencatatkan pertumbuhan yang kuat, yakni 19,9 persen menjadi Rp1.591,678 triliun, dibandingkan Rp1.327,537 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

“Pertumbuhan ini tentunya menghasilkan pendapatan ataupun Net Interest Income (NII) yang cukup baik, yakni sekitar 8 persen,” kata Novita.

Di bidang kualitas aset, Bank Mandiri berhasil menjaga rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) pada level 0,98 persen, dengan coverage ratio mencapai 242 persen dan cost of credit (CoC) yang stabil di angka 0,52 persen.

Menurut Novita, capaian tersebut merupakan hasil strategi perusahaan yang fokus menyalurkan kredit ke sektor-sektor yang prospektif dan memiliki ketahanan tinggi, sekaligus memperkuat ekosistem bisnis dan mendukung agenda pembangunan pemerintah.

Selain pendapatan bunga, pertumbuhan laba juga didukung oleh peningkatan pendapatan nonbunga (fee-based income) yang bersifat berulang (recurring income).

Ia mengungkapkan, pendapatan dari layanan digital Livin’ by Mandiri meningkat 46 persen, sementara pendapatan dari platform Kopra by Mandiri tumbuh 22,8 persen. Adapun pendapatan berbasis transaksi lainnya meningkat 23 persen.

“Kinerja tersebut didorong oleh recurring income yang berasal dari fee Livin’ Bank Mandiri yang tumbuh 46 persen, fee dari Kopra Bank Mandiri tumbuh 22,8 persen, serta transaksi lainnya yang menghasilkan pertumbuhan fee sebesar 23 persen,” jelasnya.

Dari sisi efisiensi operasional, Cost to Income Ratio (CIR) Bank Mandiri turun menjadi 35,6 persen, membaik 7,8 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan efisiensi tersebut merupakan hasil transformasi digital yang terus dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, indikator profitabilitas juga menunjukkan kinerja yang solid. Hingga Juni 2026, Bank Mandiri membukukan Return on Equity (ROE) sebesar 24,3 persen dan Return on Assets (ROA) sebesar 3,10 persen, yang mencerminkan kemampuan perseroan dalam menciptakan nilai bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan.

Di sisi lain, Bank Mandiri mencatat penurunan imbal hasil kredit menjadi 7,01 persen, turun 74 basis poin dibandingkan 7,75 persen pada Juni 2025. Imbal hasil kredit ritel dan UMKM juga turun dari 9,77 persen menjadi 9,13 persen, sementara Net Interest Margin (NIM) berada di level 4,37 persen, turun 26 basis poin secara tahunan.

Meski demikian, total pendapatan Bank Mandiri hingga Juni 2026 tetap meningkat 10,3 persen menjadi Rp60,7 triliun, dari Rp55 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pada saat yang sama, total beban operasional berhasil ditekan 5,73 persen, dari Rp27,2 triliun menjadi Rp25,6 triliun, memperkuat kinerja keuangan perseroan pada paruh pertama tahun ini.

Continue Reading

Trending