Connect with us

PKS Deklarasikan Anies, Seluruh Simpul Relawan Diarahkan Bertemu PKS Di Semua Tingkatan

Published

on

Kitasulsel-Jakarta—Setalah pengumuman mendadak di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta 30 Januari 2023 lalu, PKS akhirnya secara resmi mendeklarasikan Anies Rasyid Baswedan sebagai calon presiden Indonesia 2024 hari ini di Kantor DPP PKS.

Bagi Relawan, Deklarasi resmi ini akan semakin mengukuhkan soliditas tiga partai pengusung Anies Baswedan dan menjadikan Anies satu-satunya Bakal Capres yang sudah resmi memiliki partai pengusung menuju pilpres 2024

Relawan akan semakin bersemangat bergerak karena apa yang diperjuangkan selama ini sudah selangkah lebih maju dibandingkan Capres lain.

Untuk itu Konfederasi Nasional Relawan Anies (KoReAn) yang saat ini memiliki 99 simpul relawan yang berafiliasi dengan Konfederasi Nasional Relawan Anies menginstruksikan kepada seluruh simpul relawan Anies yang berafiliasi dengan KoReAn agar segera melakukan koordinasi dengan Partai Keadilan Sejahtera sebagai upaya relawan bersama-sama memenangkan Anies Baswedan dan Partai Pengusung Anies Baswedan dalam pemilu 2024 nantinya.

Perjalanan PKS penuh dengan rayuan dan ancaman, namun berhasil dilewati dan akhirnya mendeklarasikan secara resmi Anies Baswedan. Oleh karena itu, relawan sangat mengapresiasi PKS dan bertekad membantu PKS dalam upaya meraih kursi legislatif semaksimal mungkin 2024 nantinya.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending