Connect with us

Camat Ujung Tanah Bersama Para Lurah Hadiri Rakor Terkait Keamanan dan Kebersihan Pelabuhan Paotere yang Dilaksanakan PT Pelindo

Published

on

Kitasulsel—Makassar-–Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said.S.IP.M.Si Bersama Lurah Gusung Andi Imam Ilyas. S.STP. MAP dan Cambaya Andi Rosniati,S.Sos menghadiri rapat koordinasi mengenai keamanan dan kebersihan pelabuhan paotere yang dilaksanakan oleh PT PELINDO PERSERO REGIONAL IV, di Jl. Serui, Cafe Mama, Kamis 02 Maret 2023.

Dalam Pembahasan ini Camat Ujung Tanah. Ibrahim Chaidar Said. S.IP. M.Si menyampaikan terkait dengan pelabuhan paotere memang tidak terlepas dari kecamatan Ujung Tanah, karena ini kebangaan dari pemerintah kota Makassar.

“Selain itu, Kecamatan Ujung Tanah sebagai ikon sejarah bagi Kota Makassar. Untuk itu, kami dari pemerintahan kecamatan turut bertangung jawab untuk menjaga kestabilan keamanan, kebersihan dan semua yang berkaitan dengan masalah kehidupan Masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, berkenaan dengan kondisi lingkungan di Pelabuhan Paotere, maka perlu upaya terobosan tersendiri guna mewujudkan pelabuhan sehat di kawasan ini.

“Bila konsep penyelenggaraannya menyatu dengan Pelabuhan Makassar, maka hasilnya tidak maksimal karena kondisi Pelabuhan Makassar sebagai Pelabuhan Laut Utama sudah menerapkan standar internasional,” kata Ibrahim Cahaidar Said.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

KEMENHAJ-UMRAH

Tenaga Ahli Menag RI Lepas Jemaah Umrah Kloter 2 Sidrap, Pesan Kesehatan dan Kebersamaan Menguat di Tanah Suci

Published

on

Kitasulsel—Makassar — Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan jemaah umrah Kloter 2 asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Asrama Haji Sudiang, Selasa (21/04/2026). Langkah penuh harap para jemaah mengiringi perjalanan suci mereka menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sebelum terbang ke Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz.

Pelepasan tersebut dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. Bunyamin, yang memberikan pesan mendalam kepada seluruh jemaah. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan mental dan fisik.

“Kesehatan adalah faktor utama dalam pelaksanaan ibadah haji. Ini adalah ibadah fisik yang membutuhkan kondisi prima, terutama menjelang puncak haji di Armuzna,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah padatnya rangkaian ibadah, jemaah diharapkan saling menjaga satu sama lain. Kebersamaan, menurutnya, menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar dan penuh keberkahan.

“Sesama jemaah harus saling mengingatkan, saling peduli, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Di Tanah Suci, kita adalah keluarga,” tambahnya.

Sebagai pelaksana teknis Armuzna pada musim haji 2025, Dr. Bunyamin turut berbagi pengalaman lapangan yang sarat makna. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar jemaah sering kali bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga menjaga ketenangan batin di tengah jutaan manusia yang berkumpul dalam satu tujuan yang sama.

Di sisi lain, Founder Annur Maarif yang juga menjadi pembina KBIHU bagi jemaah Sidrap, Dr. Bunyamin, menyampaikan harapan tulusnya agar perjalanan ini menjadi ibadah terbaik sepanjang hidup para jemaah.

“Semoga ini menjadi perjalanan ibadah yang penuh makna dan menjadi titik balik kehidupan spiritual kita semua,” ucapnya.

Ia juga memastikan bahwa Tim Annur akan selalu hadir mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Dengan kemampuan bahasa Arab yang dimiliki, tim siap membantu komunikasi dengan petugas haji maupun pihak syarikah di Arab Saudi.

“Jangan ragu untuk berkomunikasi. Kami akan selalu ada di sekitar jemaah,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh kehangatan dalam balutan bahasa lokal yang akrab di hati jemaah.

“Salama ki lao lisu, saya juga akan bersama dengan jemaah semua pada jelang pelaksanaan puncak haji,” tutupnya.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perjalanan, tetapi menjadi awal dari perjalanan ruhani yang panjang—tentang harapan, ketulusan, dan kerinduan untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta. Di balik koper-koper yang dibawa, tersimpan doa-doa yang ingin dipanjatkan, dan di balik langkah kaki yang berangkat, ada hati yang berharap pulang dengan jiwa yang lebih bersih.

Continue Reading

Trending