Connect with us

Camat Ujung Tanah Bersama Para Lurah Hadiri Rakor Terkait Keamanan dan Kebersihan Pelabuhan Paotere yang Dilaksanakan PT Pelindo

Published

on

Kitasulsel—Makassar-–Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said.S.IP.M.Si Bersama Lurah Gusung Andi Imam Ilyas. S.STP. MAP dan Cambaya Andi Rosniati,S.Sos menghadiri rapat koordinasi mengenai keamanan dan kebersihan pelabuhan paotere yang dilaksanakan oleh PT PELINDO PERSERO REGIONAL IV, di Jl. Serui, Cafe Mama, Kamis 02 Maret 2023.

Dalam Pembahasan ini Camat Ujung Tanah. Ibrahim Chaidar Said. S.IP. M.Si menyampaikan terkait dengan pelabuhan paotere memang tidak terlepas dari kecamatan Ujung Tanah, karena ini kebangaan dari pemerintah kota Makassar.

“Selain itu, Kecamatan Ujung Tanah sebagai ikon sejarah bagi Kota Makassar. Untuk itu, kami dari pemerintahan kecamatan turut bertangung jawab untuk menjaga kestabilan keamanan, kebersihan dan semua yang berkaitan dengan masalah kehidupan Masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, berkenaan dengan kondisi lingkungan di Pelabuhan Paotere, maka perlu upaya terobosan tersendiri guna mewujudkan pelabuhan sehat di kawasan ini.

“Bila konsep penyelenggaraannya menyatu dengan Pelabuhan Makassar, maka hasilnya tidak maksimal karena kondisi Pelabuhan Makassar sebagai Pelabuhan Laut Utama sudah menerapkan standar internasional,” kata Ibrahim Cahaidar Said.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Menunda 5 Tahun Demi Keyakinan, La Beddu Akhirnya Berangkat Haji Bersama Annur dan Sang Anak

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Di tengah riuh persiapan keberangkatan jamaah calon haji tahun 2026, terselip kisah penuh keteguhan dari seorang lansia asal Kabupaten Sidrap, La Beddu.

Pria berusia 67 tahun asal Panreng, Kecamatan Baranti ini telah menunggu selama 15 tahun untuk menunaikan ibadah haji. Penantian panjang itu bukan semata karena antrean, tetapi karena sebuah keyakinan—bahwa ia ingin berangkat ke Tanah Suci bersama pendamping yang ia percayai sepenuh hati: PT Annur Maarif.

Padahal, lima tahun lalu namanya telah lebih dulu dipanggil. Kesempatan berhaji sudah terbuka. Namun saat itu, La Beddu memilih menunda.

“Sudah naik nama lima tahun lalu, tapi bukan Annur… Melo mokka ko Annur yola,” ujarnya dengan logat khas Bugis, yang berarti ia ingin berangkat jika bersama Annur.

Bagi La Beddu, haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi perjalanan batin yang membutuhkan rasa tenang dan keyakinan penuh. Ia mengaku sering mendengar cerita tentang pelayanan Annur Maarif—tentang bagaimana jamaah diperlakukan dengan penuh perhatian, dibimbing dengan sabar, dan dijaga sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Cerita-cerita itulah yang tertanam kuat di benaknya, hingga ia rela menunda keberangkatan demi mendapatkan pengalaman ibadah yang menurutnya lebih “sempurna”.

Kini, penantian panjang itu akhirnya terbayar. Tahun ini, La Beddu dipastikan berangkat sebagai jamaah calon haji, bahkan lebih istimewa lagi, ia akan menunaikan rukun Islam kelima tersebut bersama anaknya.

Keduanya tergabung dalam KBIHU Kecamatan Baranti dan masuk dalam kloter 2 jamaah calon haji asal Sidrap embarkasi Ujung Pandang.

Bagi La Beddu, kebersamaan dengan anaknya menjadi anugerah tersendiri dalam perjalanan suci ini. Ia tidak hanya membawa harapan pribadi, tetapi juga doa dan cinta seorang ayah yang ingin menapaki jejak spiritual bersama darah dagingnya.

Di usianya yang tidak lagi muda, langkah La Beddu mungkin tak sekuat dulu. Namun tekadnya justru semakin kokoh. Ia percaya, dengan pendampingan yang tepat, perjalanan hajinya akan menjadi lebih ringan dan bermakna.

Kisah La Beddu menjadi potret sederhana tentang bagaimana ibadah haji bukan hanya soal giliran, tetapi juga tentang keyakinan, kesiapan hati, dan rasa percaya.

Di balik angka-angka kuota dan jadwal keberangkatan, ada cerita-cerita seperti La Beddu—yang mengajarkan bahwa menunggu dengan sabar, memilih dengan yakin, dan melangkah dengan tenang adalah bagian dari perjalanan menuju panggilan Ilahi.

Continue Reading

Trending