Connect with us

Musrenbang RKPD Tahun 2024,Kecamatan Ujung Tanah Raih Penghargaan Dokumen Perencanaan Terbaik Ke 3 Sekota Makassar

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Setelah melaksanakan rapat Kordinasi khusus dengan semua OPD di tingkat pemerintahan kota makassar,Pemkot makassar kembali menggelar Musrenbang RKPD tahun 2024 tingkat kota makassar di The Rindra Hotel  Kamis 16/03/2023.

Musrenbang RKPD tahun 2024 ini diikuti oleh OPD di lingkup pemerintahan kota makassar serta steakholder Mitra pemerintah kota makassar.

Musyawarah rencana pembangunan oleh Pemkot ini termasuk dalam agenda rutin pemerintahan dalam upaya mensinergikan program dari masing masing masing OPD dengan OPD lainnya .

Camat Ujung Tanah. Ibrahim Chaidar Said S.IP. M.SI Bersama Plt Kasi Ekbang Kecamatan Ujung Tanah dan Lurah  Se-Kecamatan Ujung Tanah turut hadir Mengikuti Kegiatan Musrenbang RKPD Tingkat Kota Makassar Tahun 2024 ini. 

Dalam musrenbang tahun 2024 ini pemerintah kota makassar memberikan penghargaan ke OPD dengan rencana program terbaik,dalam Kesempatan ini Kecamatan Ujung Tanah Pendapatkan Peringkat ketiga dokumen perencanaan terbaik Tahun 2023 se Kota Makassar.

Camat ujung tanah Ibrahim Chaidar Said S.IP .,MSi menerima  penghargaan dari Pemkot makassar ini yang di serahkan langsung oleh Sekda kota makasar M Anshar mewakili walikota makassar.

“Penghargaan ini kami persembahkan untuk semua warga Kecamatan ujung tanah dan semua staf dilingkup Kecamatan ujung tanah,jika tahun ini kita dari predikat ke tiga kita berupaya tahun berikutnya akan lebih baik lagi,jelas Camat ujung tanah Ibrahim Chaidar Said S.IP,.MSi.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Gus Yahya Siap Maju Kembali sebagai Calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 2026

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyatakan siap kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

“Concern saya adalah bahwa ya, saya sudah menyatakan saya maju lagi sebagai calon, alasannya sudah saya jelaskan,” kata Gus Yahya.

Ia menegaskan bahwa mekanisme maupun tata cara pemilihan Ketua Umum PBNU sepenuhnya akan menjadi kewenangan forum muktamar. Menurutnya, para peserta muktamar memiliki hak untuk menentukan sistem pemilihan yang akan digunakan.

“Nanti kan akan diserahkan kepada muktamar. Muktamar ini mau pilih cara yang seperti apa, silakan saja,” ujarnya.

Gus Yahya menilai warga Nahdlatul Ulama telah memiliki kedewasaan dalam menentukan figur yang layak memimpin organisasi. Ia meyakini para pengurus cabang, kiai, dan masayikh memahami kriteria kepemimpinan yang dibutuhkan NU ke depan.

“NU ini sudah dewasa, masayikh-masayikh itu sudah ngerti ukurannya. Sudah ngerti speknya ketua umum seperti apa. Jadi itu cuma soal teknis saja, soal tata cara pemilihan, dan nanti kita serahkan kepada muktamar,” ucapnya.

Persiapan Muktamar Hampir Rampung

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga memaparkan perkembangan persiapan Muktamar NU ke-35, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Ia mengungkapkan bahwa proses penyelesaian surat keputusan (SK) kepengurusan di berbagai tingkatan hampir selesai.

Menurutnya, PBNU membawahi sekitar 548 pengurus cabang dan 38 pengurus wilayah. Dari hampir 600 unit kepengurusan yang diproses, sekitar 490 unit telah memasuki tahap penyelesaian, sementara lebih dari 430 unit telah menerima surat keputusan.

“Sebentar lagi insyaallah selesai, tinggal menunggu satu-dua minggu ini,” katanya.

Gus Yahya turut mengapresiasi seluruh jajaran pengurus PBNU yang berhasil mempercepat penyelesaian administrasi kepengurusan. Ia mengakui proses tersebut sempat mengalami hambatan sejak akhir 2024 hingga awal 2026 sebelum akhirnya kembali berjalan.

“Alhamdulillah akhirnya bisa kita proses lebih lanjut,” tuturnya.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dipandang sebagai momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk menentukan arah kepemimpinan dan program strategis lima tahun ke depan. Selain memilih Ketua Umum PBNU, forum muktamar juga akan membahas berbagai agenda organisasi, penguatan peran keumatan, serta kontribusi NU dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan perkembangan global.

Continue Reading

Trending