Connect with us

Bantu Warga Dapatkan Sembako,Fatmawati Rusdi Dan Nasdem Gelar Pasar Murah Di Seluruh Kecamatan

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi, isteri dari Ketua DPW NasDem Sulsel Rusdi Masse, lakukan pantauan Pasar Murah yang digelar Partai Nasdem sebagai rangkaian safari Ramadhan.

Pasar murah digelar di 5 titik, untuk dua kecamatan, yakni kecamatan Biringkanayya dan Kecamatan Tamalanrea.

Hadirnya pasar murah, wujud kepedulian Nasdem akan masyarakat Makassar. Nasdem selalu dihati dan dengan masyarakat,” ujar Fatmawati Rusdi, Kamis (30/03/2023).

Adapun titik Pasar Murah di kedua Kecamatan tersebut, yakni untuk Kecamatan Biringkanaya adalah Kompleks Terminal Daya, BTN Mangga Tiga (dekat Puskesmas Paccerakkang), dan Perumahan Citra Sudiang. Sedangkan untuk Kecamatan Tamalanrea, Pasar Murah tersebar di Jalan Perintis Kemerdekaan Depan Mall M’Tos dan Jalan Kapasa Raya sebelum SMA 6 Makassar.

“Untuk kuota masing-masing kecamatan, disiapkan 1000 paket,” lanjutnya.

Dalam kunjungan pantauan ini, Fatmawati Rusdi didampingi oleh Ketua DPD NasDem Kota Makassar Drg. Andi Rachmatika Dewi alias Cicu, serta Anggota DPRD Kota Makassar, Mario David.

Kehadiran Fatmawati Rusdi disambut hangat oleh masyarakat Biringkanaya dan Tamalanrea, ajang ini pun sekaligus menjadi ajang silaturahmi.

Adapun paket yang disiapkan dalam pasar murah kali ini yakni beras, gula pasir, minyak goreng, susu kental manis, dan teh dus.(*)

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending