Connect with us

Hujan Deras Tak Surutkan Semangat Masyarakat Makassar Kunjungi Pasar Murah Partai Nasdem

Published

on

Kitasulsel-Makassar, Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi selaku wakil bendahara umum DPP partai Nasdem, lakukan kunjungan pasar murah dan berbagi zakat di dua kecamatan yakni Kecamatan Tallo dan Bontoala.

“Pasar murah dan berbagi zakat wujud komitmen partai Nasdem untuk selalu hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.

Meski Makassar diguyur hujan deras, namun tidak menyurutkan antusias masyarakat untuk hadir, serta berbincang dengan Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi.

Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati Rusdi didampingi oleh drg, A Rachmatika Dewi dan Mario David.

“Moment Ramadhan, moment untuk berbagi, jangan melihat dari nilainya, tapi dari komitmennya, dan berharap dihati masyarakat selalu ada Nasdem,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Fatmawati Rusdi juga menjelaskan kepada masyarakat tentang yang berhak menerima zakat.

“Untuk zakat, tidak semua mendapatkan, karena telah ada aturannya tersendiri. Dalam zakat ada hak kaum dhuafa, anak yatim, dan janda miskin,” ujarnya.

Berharap kegiatan Pasar Murah Partai Nasdem dan berbagi zakat dapat membantu masyarakat khususnya di bulan suci Ramadhan.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BPS RI Tinjau Pabrik Beras Modern di Baranti, Sidrap Jadi Percontohan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Published

on

KITASULSEL— SIDRAP — Kunjungan penting dilakukan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, Kamis, 12 Maret 2026.

Dalam agenda tersebut, rombongan meninjau langsung aktivitas industri penggilingan beras modern di Kecamatan Baranti yang menjadi salah satu pusat produksi beras terbesar di Indonesia Timur.

Kunjungan itu turut didampingi Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, yang memaparkan perkembangan pesat sektor pertanian dan industri pengolahan beras di daerahnya. Ia menjelaskan bahwa Sidrap kini menjadi salah satu penopang utama suplai beras di kawasan Indonesia Timur.

“Setiap hari sekitar 100 truk beras didistribusikan dari Sidrap untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Indonesia Timur. Ini menunjukkan betapa besar peran industri penggilingan beras di daerah kami,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, saat ini Sidrap memiliki sekitar 280 unit pabrik penggilingan beras besar yang beroperasi dengan teknologi modern. Salah satu yang dikunjungi adalah pabrik PB Sejati di Baranti yang mampu memproduksi sekitar 320 ton beras per hari.

Industri tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran pabrik-pabrik modern ini juga membuka peluang kerja serta melibatkan banyak masyarakat sebagai petani, pemasok gabah, hingga pelaku distribusi.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menilai capaian ekonomi Sidrap merupakan prestasi luar biasa. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut pada 2025 menunjukkan kinerja yang sangat baik.

“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Pertumbuhan ekonomi Sidrap bisa menjadi percontohan bagi daerah lain, karena menunjukkan bagaimana sektor pertanian dan industri pengolahan mampu mendorong ekonomi daerah,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang baik harus bersifat inklusif, yakni dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. Salah satu indikator pentingnya adalah penurunan angka kemiskinan serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Selain menopang kebutuhan pasar, produksi beras dari Sidrap juga disiapkan untuk berbagai program pemerintah, termasuk penyaluran beras untuk program Makanan Bergizi Gratis (MBG) serta kebutuhan masyarakat Indonesia.

Dengan kekuatan sektor pertanian, dukungan industri modern, serta partisipasi masyarakat dan para pemasok dari berbagai daerah, Sidrap terus menunjukkan perannya sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Pemerintah daerah berharap kemajuan ini dapat terus dipertahankan sehingga Sidrap tidak hanya menjadi pusat produksi beras, tetapi juga simbol kemajuan ekonomi daerah yang mampu mensejahterakan masyarakat dan menjadi kebanggaan bersama. (ibe)

Continue Reading

Trending