Connect with us

Disaksikan Camat Tallo,BAZNAS Makassar Serahkan Paket Sembako Kepetugas Kebersihan Dan Drainase Kecamatan Tallo

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Sebanyak 216 orang petugas kebersihan, dan petugas drainase Kecamatan Tallo, menerima bantuan paket sembako dari Badan Amil Zakat Nasional BAZNAS kota Makassar bertempat di Halaman Kantor Kecamatan Tallo, Jalan AR Hakim Kota Makassar, 12/04/2023

Penyerahan bantuan paket sembako dihadiri Camat Tallo Alamsyah Sahabuddin S.STP, MSi didampingi Sekcam Tallo Nimbrod Sembeh Wakil ketua Baznas kota Makassar Ahmad Taslim dan Ketua Bidan I Hj Juhana

Dalam sambutannya, Alamsyah Sahabuddin menyampaikan rasa terimaksihnya kepada Baznas kota Makassar atas pemberian bantuan paket sembako untuk petugas kebersihan dan petugas drainase Kecamatan Tallo

“Alhamdulillah hari ini kita menerima bantuan paket sembako dari Baznas kota Makassar untuk satgas kebersihan dan drainase. Semoga ini bisa bermafaat,”tutur Alamsyah Sahabuddin

Lanjut Alamsyah Sahabuddin mengimbau kepada jajarannya agar membantu BAZNAS kota Makasar dalam menyukseskan pengumpulan zakat

Sementara itu Ahmad Taslim mengatakan, tahun ini BAZNAS kota Makassar menyerahkan bantuan paket sembako sebanyak 4000 paket bersumber dari zakat para ASN dan dusalurkan kepada petugas kebersihan, petugas drainase, penggali kubur dan bagi masyarakat pra sejahtera

“Senanyak 4000 paket sembako akan disalurkan oleh BAZNAS , bantuan ini bersumber dari zakat para ASN dan disalurkan untuk para petugas kebersihan, petugas drainase, penggali kubur dan lain lainnya,”tutur Ahmad Taslim

Pada kesempatan itu Ahmad Taslim juga menyampaikan kepada para petugas kebersihan, bahwasannya, BAZNAS kota Makasar siap membantu jika ada keluarga dari petugas kebersihan yang putus sekolah dan meninggal dunia(**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Tak Berkategori

Pemkab Luwu Timur Gandeng Unhas Perkuat Informasi Geospasial untuk Dukung Pembangunan Berbasis Data

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin menggelar kegiatan Pendampingan Penyelenggaraan Informasi Geospasial Kabupaten Luwu Timur di Universitas Hasanuddin, Makassar, pada 24–26 Juni 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman umum dan teknis terkait penyelenggaraan informasi geospasial sekaligus menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam rangka memperkuat kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Kabupaten Luwu Timur.

Acara dibuka oleh Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, yang hadir mewakili Bupati Luwu Timur, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Informasi Geospasial (BIG) selaku Pembina Data Geospasial Pusat, akademisi dari Universitas Hasanuddin sebagai Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial, serta diikuti para produsen data dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Turut hadir Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Luwu Timur, Andi Tabacina Akhmad, yang mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.

Informasi Geospasial Jadi Instrumen Strategis Pembangunan

Dalam sambutannya, Kamal Rasyid menegaskan bahwa informasi geospasial kini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung berbagai sektor pembangunan daerah.

Menurutnya, data geospasial tidak hanya dibutuhkan dalam perencanaan pembangunan dan penataan ruang, tetapi juga berperan dalam pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, pelayanan publik, investasi, pengendalian pemanfaatan ruang, mitigasi bencana, ketahanan pangan, perlindungan lingkungan hidup, hingga evaluasi pembangunan daerah.

“Informasi geospasial memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perencanaan pembangunan, penataan ruang, pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, pelayanan publik, investasi, pengendalian pemanfaatan ruang, mitigasi bencana, ketahanan pangan, perlindungan lingkungan hidup hingga evaluasi pelaksanaan pembangunan daerah,” ujarnya.

Kamal menjelaskan, ketersediaan data geospasial yang akurat, mutakhir, terintegrasi, dan mudah diakses menjadi faktor penting dalam mendukung proses pengambilan keputusan pemerintah secara lebih cepat, tepat, efektif, dan akuntabel.

Karena itu, penyelenggaraan informasi geospasial saat ini tidak lagi sekadar urusan teknis, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data

Lebih lanjut, Kamal menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan tersebut merupakan bagian dari transformasi tata kelola pemerintahan berbasis data yang terus didorong Pemerintah Kabupaten Luwu Timur.

Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya menjadi ruang pembelajaran bagi peserta, tetapi juga wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta membangun komitmen bersama antarperangkat daerah dalam penyelenggaraan informasi geospasial yang berkualitas.

“Pendampingan ini bukan hanya forum pembelajaran, tetapi juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, dan membangun komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam mewujudkan penyelenggaraan informasi geospasial yang berkualitas,” jelasnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperdalam pemahaman, berdiskusi aktif, serta menyerap berbagai pengalaman dan praktik terbaik yang disampaikan para narasumber.

Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan di masing-masing perangkat daerah sehingga mampu menghasilkan data geospasial yang memenuhi standar nasional, mudah dibagipakaikan, serta menjadi landasan dalam pengambilan keputusan pembangunan yang lebih cepat dan tepat.

Bangun Ekosistem Data Geospasial yang Terintegrasi

Mengakhiri sambutannya, Kamal mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam membangun ekosistem data geospasial yang berkualitas di Kabupaten Luwu Timur.

“Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah bersama untuk membangun Kabupaten Luwu Timur yang semakin maju, cerdas, terintegrasi, dan berdaya saing melalui pemanfaatan informasi geospasial yang berkualitas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Pembangunan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG), Nurjannah Nurdin, menyampaikan apresiasi atas langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam memperkuat Simpul Jaringan Informasi Geospasial daerah.

Ia menegaskan bahwa Universitas Hasanuddin akan terus mendukung berbagai upaya pengembangan dan penguatan tata kelola informasi geospasial yang dilakukan pemerintah daerah guna mewujudkan pembangunan berbasis data yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan pendampingan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap kualitas pengelolaan data geospasial semakin meningkat sehingga dapat menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan, pelayanan publik, serta pengambilan kebijakan yang lebih efektif dan tepat sasaran di masa mendatang.

Continue Reading

Trending