Runrace Lantangbangia Sukses, Ini Bentuk Apresiasi Kecamatan Makassar Bagi Para Pemenang
Kitasulsel—Makassar—Pelaksanaan RunRace Lantang Bangngia atau lomba lari tengah malam yang berlangsung Minggu malam 16 April 2023 di Jl.Batu Putih, KelurahanMaricaya Baru, Kecamatan Makassar
berlangsung sukses dengan 42 jumlah peserta dari 14 kelurahan
Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolsek 04 Makassar Kompol Andi Haris, Danramil 08 Makassar, Ketua Batalyon 120 Makassar dan Plt.Camat Makassar Harun Rani serta Dr.Udin Ketua Forum Kemanusiaan Kota Makassar yang sekaligus membuka kegiatan ini
Peserta memulai star pada pukul 21.30 Wita dengan memakai 5 lintasan lari dan dipilih 3 terbaik dengan catatan waktu terbaik untuk kemudian akan dilombakan kembali hingga babak final.
Pada final sesion ada 5 juara dengan masing-masing mendapatkan hadiah uang tunai dan sertifikat, dimana yang menjadi 3 besar berhak mewakili Kecamatan Makassar pada RunRace Lantangbangngia tingkat Kota Makassar.
“Alhamdulillah pelaksanaan kegiatan pada malam ini bisa berjalan baik dan antusisas warga juga sangat banyak, meski jadwal ini sebenarnya kami majukan yang awalnya dilaksanakan pada 17 April 2023 namun kesiapan teman-teman pelaksana sangat baik jadi bisa terlaksana sukses,” Ungkap Harun Rani.
“Terimakasih untuk teman-teman pelaksana, lurah yang menghadirkan peserta dan tamu undangan yang hadir, selamat kepada para pemenang dan InshaAllah kecamatan akan memberikan perlengkapan baju dan sepatu untuk peserta yang mewakili kecamatan pada tingkat kota sebagai bentuk apresisasi kecamatan kepada pemenang,” Tutupnya.
Kementrian Agama RI
Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Lingkungan Hidup Bagian dari Tanggung Jawab Keagamaan
Kitasulsel–Kairo–Mesir Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab keagamaan. Penegasan tersebut disampaikan Menag saat menjadi pembicara dalam Seminar Internasional Fikih Lingkungan (Ekoteologi) yang digelar di Al-Azhar Conference Center, Kairo, Mesir.
“Dalam perspektif Islam, bumi bukanlah milik mutlak manusia, melainkan titipan Ilahi yang harus dijaga keseimbangannya. Karena itu, setiap aktivitas yang merusak lingkungan sejatinya telah menyimpang dari tujuan ibadah dan hakikat pembangunan peradaban,” ujar Menag, Selasa (20 Januari 2026).
Menurut Menag, konsep ekoteologi menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran kolektif umat Islam terkait amanah menjaga alam semesta. Ia menekankan bahwa relasi antara manusia dan lingkungan harus didasarkan pada nilai moral dan spiritual.
“Ekoteologi mengajarkan bahwa relasi manusia dan lingkungan harus dibangun di atas prinsip amanah, tanggung jawab moral, dan keseimbangan,” lanjutnya.
Menag juga menyoroti pentingnya pendekatan etis dan nurani dalam mengelola kemajuan peradaban. Menurutnya, tantangan global saat ini tidak cukup dijawab dengan kecerdasan dan teknologi semata.
“Dunia hari ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga nurani dan etika dalam mengelola kemajuan serta menjaga keseimbangan lingkungan,” jelasnya.
Seminar internasional bertajuk “Tantangan Berinteraksi dengan Lingkungan dalam Tafsir dan Sunnah” ini merupakan hasil sinergi antara Kementerian Agama RI, Al-Azhar Al-Sharif, Kedutaan Besar RI di Kairo, serta Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir.
Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri dari ulama, dosen, peneliti, mahasiswa, serta pemerhati isu lingkungan. Forum ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat kontribusi pemikiran Islam dalam menjawab krisis lingkungan global melalui pendekatan teologis, yuridis, dan etis.
Di sela-sela kegiatan, Menag Nasaruddin Umar juga menyerahkan secara simbolis mushaf Al-Qur’an braille terbitan Kementerian Agama RI kepada Rektor Universitas Al-Azhar, Salama Gomaa Dawud, sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas dalam pendidikan keagamaan.
Sementara itu, Rektor Al-Azhar Salama Gomaa Dawud dalam sambutannya menegaskan bahwa Islam memiliki perhatian besar terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup.
“Menjaga lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab institusi, melainkan kewajiban setiap individu, karena dampak kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh umat manusia,” ungkapnya.
-
Nasional7 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
2 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics1 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur









You must be logged in to post a comment Login