Connect with us

Didampingi Sekcam,Camat Wajo Hj Hamna Faizal Tinjau Lokasi Sport Center Mini Di Jl Tarakan

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Wajo Hj. Hamna Faisal, S.T., M.M., di Dampingi Sekcam Wajo H. Oddang Nai, S.Sos., M.M., meninjau langsung lokasi yang bakal dijadikan pusat latihan olahraga, Sabtu (06/05/2023).

Selain itu turut mendampingi Lurah Malimongan Tua Hasnida Nahta, Kasi Ketentraman dan Ketertiban Kec. Wajo Gusriadi, Lurah Pattunuang Lukman, Babinsa Kel. Maltu Adri.

Adapun lokasi yang ditinjau di Kel. Malimongan Tua jalan Tarakan Kec. Wajo Makassar adalah bekas gudang milik swasta yang selama ini sudah tidak terpakai.

Camat Hj. Hamna Faisal mengatakan Peninjauan yang dilakukan saat ini untuk persiapan sport center menuju porkot bulan september 2023.

Lanjutnya semoga rencana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar dalam menghadirkan sport center mini di 15 kecamatan agar segera terwujud, khususnya Kec. Wajo, ungkapnya.

Di ketahui, turut hadir antara lain
perwakilan KONI kec. Wajo, Ketua PJ, RW/RT Kel. Maltu, Staf Kelurahan dan Kec. Wajo.

Lurah Maltu menambahkan meninjau Lokasi untuk lapangan Olah raga Guna Mengolahragakan Masyarakat dan memasyarakatkan Olah raga, Saya sebagai lurah Malimongan Tua sangat senang dengan rencana Ibu Camat Hj. Hamna Faisal yang punya banyak ide, tutup Hasnidah Nahta.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

KEMENHAJ-UMRAH

Tenaga Ahli Menag RI Lepas Jemaah Umrah Kloter 2 Sidrap, Pesan Kesehatan dan Kebersamaan Menguat di Tanah Suci

Published

on

Kitasulsel—Makassar — Suasana haru dan khidmat menyelimuti pelepasan jemaah umrah Kloter 2 asal Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) di Asrama Haji Sudiang, Selasa (21/04/2026). Langkah penuh harap para jemaah mengiringi perjalanan suci mereka menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, sebelum terbang ke Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz.

Pelepasan tersebut dipimpin oleh Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. Bunyamin, yang memberikan pesan mendalam kepada seluruh jemaah. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa perjalanan ibadah ke Tanah Suci bukan hanya soal kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan mental dan fisik.

“Kesehatan adalah faktor utama dalam pelaksanaan ibadah haji. Ini adalah ibadah fisik yang membutuhkan kondisi prima, terutama menjelang puncak haji di Armuzna,” ujarnya dengan penuh penekanan.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah padatnya rangkaian ibadah, jemaah diharapkan saling menjaga satu sama lain. Kebersamaan, menurutnya, menjadi kunci agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar dan penuh keberkahan.

“Sesama jemaah harus saling mengingatkan, saling peduli, dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Di Tanah Suci, kita adalah keluarga,” tambahnya.

Sebagai pelaksana teknis Armuzna pada musim haji 2025, Dr. Bunyamin turut berbagi pengalaman lapangan yang sarat makna. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar jemaah sering kali bukan hanya kelelahan fisik, tetapi juga menjaga ketenangan batin di tengah jutaan manusia yang berkumpul dalam satu tujuan yang sama.

Di sisi lain, Founder Annur Maarif yang juga menjadi pembina KBIHU bagi jemaah Sidrap, Dr. Bunyamin, menyampaikan harapan tulusnya agar perjalanan ini menjadi ibadah terbaik sepanjang hidup para jemaah.

“Semoga ini menjadi perjalanan ibadah yang penuh makna dan menjadi titik balik kehidupan spiritual kita semua,” ucapnya.

Ia juga memastikan bahwa Tim Annur akan selalu hadir mendampingi jemaah selama di Tanah Suci. Dengan kemampuan bahasa Arab yang dimiliki, tim siap membantu komunikasi dengan petugas haji maupun pihak syarikah di Arab Saudi.

“Jangan ragu untuk berkomunikasi. Kami akan selalu ada di sekitar jemaah,” tegasnya.

Menutup arahannya, ia menyampaikan pesan sederhana namun penuh kehangatan dalam balutan bahasa lokal yang akrab di hati jemaah.

“Salama ki lao lisu, saya juga akan bersama dengan jemaah semua pada jelang pelaksanaan puncak haji,” tutupnya.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni perjalanan, tetapi menjadi awal dari perjalanan ruhani yang panjang—tentang harapan, ketulusan, dan kerinduan untuk semakin dekat kepada Sang Pencipta. Di balik koper-koper yang dibawa, tersimpan doa-doa yang ingin dipanjatkan, dan di balik langkah kaki yang berangkat, ada hati yang berharap pulang dengan jiwa yang lebih bersih.

Continue Reading

Trending