Connect with us

Kembangkan Kurikulum Berbasis Ekonomi Kreatif, Tim Teknis Inkubator dan Diskop Makassar Kunjungan ke Bandung Creative Hub

Published

on

Kitasulsel–BANDUNG – Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar bersama Tim Teknis Inkubator, mengunjungi Bandung Creative Hub dalam lanjutan kunjungan kerja dan studi banding pada (Jumat, 12/05/23).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan yang dipimpin oleh Kadis Diskop Muhammad Rheza berkeliling melihat fasilitas yang tersedia di kawasan yang terletak Jln,Kacapiring Bandung, Jawa Barat.

Sekadar diketahui, Bandung Creative Hub menjadi pusat pelaksanaan kegiatan dan pembinaan Ekonomi Creative di Bandung. Memiliki dukungan terhadap 17 Sektor Ekonomi Creative dengan fasilitas lengkap untuk menunjang pelaksanaan pembinaan.

Dari kunjungan tersebut, Diskop dan Tim Teknis Inkubator mendapatkan inspirasi yang akan digunakan dalam peningkatan layanan inkubator di kota Makassar.

Khairul Umam selaku Manager Inkubator UKM mengungkapkan kunjungan di Bandung Creative Hub ini sebagai upaya untuk mencari referensi serta inspirasi.

“Terdapat Banyak Sekali Inspirasi yang ingin segera diaplikasikan di Inkubator UKM Kota Makassar, Seperti SOP penanganan UKM serta pembinaannya. Akan kami jadikan salah satu referensi dalam pengembangan kurikulum pelaksanaan Inkubator di Kota Makassar” Tutupnya.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Parah! BBM Subsidi Tanete Diduga Dikorupsi Modus Pelangsiran, Warga Antre Tanpa Hasil

Published

on

KITASULSEL —SIDRAP — Dugaan praktik pelangsiran bahan bakar minyak (BBM) subsidi kembali mencuat di wilayah Tanete. Seorang pelaku berinisial IL disebut-sebut mengalirkan solar dan pertalite dalam jumlah besar ke Morowali, memicu kelangkaan di tingkat lokal dan keresahan warga.

Keluhan masyarakat kian menguat dalam beberapa pekan terakhir. Antrean panjang di SPBU menjadi pemandangan rutin, bahkan tidak sedikit warga yang pulang tanpa mendapatkan jatah BBM subsidi.

“Sekarang bukan lagi soal antre lama, tapi sering sudah habis sebelum kami dapat. Ini sangat menyulitkan,” ungkap salah seorang warga dengan nada kesal.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, aktivitas pelangsiran tersebut diduga berlangsung sistematis dan berulang. BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat setempat justru diduga dialihkan ke luar daerah dengan volume signifikan.

Situasi ini berdampak langsung pada sektor ekonomi kecil. Pengguna kendaraan roda dua hingga pelaku usaha mikro menjadi pihak paling terdampak akibat terbatasnya akses terhadap pertalite.

“Kalau begini terus, usaha kecil bisa lumpuh. Kami bergantung pada BBM subsidi untuk operasional harian,” keluh warga lainnya.

Tak hanya merugikan secara ekonomi, dugaan pengiriman BBM subsidi lintas daerah ini juga dinilai berpotensi melanggar aturan distribusi yang telah ditetapkan pemerintah. Masyarakat pun mempertanyakan lemahnya pengawasan di lapangan.

Warga mendesak aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk segera turun tangan. Mereka meminta adanya penelusuran menyeluruh terhadap dugaan praktik ilegal tersebut, termasuk jaringan distribusi yang terlibat.

“Jangan sampai ada pembiaran. Ini menyangkut hak masyarakat kecil,” tegas seorang tokoh masyarakat setempat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait dugaan pelangsiran oleh IL. Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah dan aparat terkait segera memperketat pengawasan distribusi BBM agar kelangkaan tidak terus berulang dan keadilan distribusi bisa dirasakan oleh warga Tanete.

Continue Reading

Trending