Connect with us

Judas Amir-Danny Pomanto Jadi Saksi Pelantikan IKA Unhas Palopo

Published

on

Kitasulsel—Palopo—Wali Kota Palopo Judas Amir mengaku sangat berbahagia pascaterbentuknya Ikatan Alumni Unhas Palopo, Minggu, (21/05/2023).

“Saya sangat berbahagia hari ini. Saya dengar banyak bidang di IKA Palopo. Semoga teman-teman yang ditunjuk sebagai pengurus bisa berpartisipasi agar semua hal yang disampaikan itu bisa sama-sama kita wujudkan,” kata Judas Amir dalam sambutannya, usai menyaksikan Pelantikan Pengurus IKA Unhas Palopo, sore, tadi.

Hanya saja, dia sedikit memberikan candaan bahwa mengapa perkumpulan alumni Unhas ini baru terbentuk di Palopo.

Padahal, dengan banyaknya bidang kepengurusan yang dia dengar itu sangat mumpuni dalam membantu pemerintahannya.

“Kenapa saya mau berakhir baru ada seperti ini?,” tanyanya, disambut senyum dan riuh tepuk tangan pengurus.

Pasalnya, lagi-lagi, ia memiliki harapan besar kepada kepengurusan baru ini.

“Kita harapkan semua kepengurusan tadi itu dikelola menurut ilmu dan memanfaatkan ilmunya untuk kebaikan,” tekannya.

Ketua IKA Unhas Sulsel Moh Ramdhan Pomanto mengatakan dirinya berharap para pengurus baru itu memberikan kontribusi pikiran kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo dalam pembangunan di Palopo.

“Saya berharap IKA Palopo memberikan pikiran-pikiran kontribusi kepada pemerintahan di sini. Tentu masih banyak hal dibutuhkan untuk membangun kota ini,” kata Danny Pomanto sapaan akrab Ramdhan Pomanto, usai pelantikan.

Pun, kontribusi lebih nyata, terintegrasi. Apalagi konsepnya tegak lurus dengan pengurus pusat dengan banyak inisiasi; Inisiasi Teluk Bone, Inisiasi Pegunungan Latimojong, Inisiasi Pegunungan Bulusaraung dan Inisiasi Pegunungan Lompobattang.

Selain itu, dirinya begitu mengapresiasi dukungan Wali Kota Palopo juga Pengurus IKA Unhas Palopo.

“Kami ucapkan terima kasih kepada pak wali yang memberikan dukungan yang luar biasa. Juga saya apresiasi begitu tinggi terhadap para pengurus dengan pelantikan yang begitu megah ini. Luar biasa, apalagi berhasil mengumpulkan dan menyatukan para senior,” sanjungnya.

Danny Pomanto melantik pengurus IKA Unhas Palopo periode 2022-2026 yang diketuai Marhan Ismail.

Marhan menyampaikan bahwa IKA Unhas Palopo sebagai wadah silaturahmi, persaudaraan, kebersamaan dan penyatuan gagasan.

Dengan tema Padu Mengabdi, kata dia, membuat komunitas alumni ini makin memberikan kontribusi kepada sesama alumni juga masyarakat. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Tampil Ikonik “Makkanyareng” di Pesta Pernikahan, Bupati SAR Tegaskan: Pemimpin Milik Semua

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Sosok Syaharuddin Alrif kembali mencuri perhatian publik saat tampil ikonik dalam balutan tradisi lokal “Makkanyareng” di sebuah pesta pernikahan di Desa Otting, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Minggu (5/4/2026).

Di tengah derasnya arus modernisasi, orang nomor satu di Bumi Nene Mallomo itu memilih menanggalkan atribut formal pejabat dan tampil menyatu dengan tradisi. Ia menunggang kuda menuju lokasi acara, menyusuri jalanan desa yang dipadati warga dengan penuh antusias.

Momen tersebut bukan sekadar penampilan simbolik. Dalam tradisi Bugis, “Makkanyareng”—yang identik dengan kuda—merepresentasikan ketangkasan, kehormatan, serta keberanian. Kehadiran bupati di atas pelana menjadi pesan kuat bahwa pemimpin tidak hanya hadir secara administratif, tetapi juga secara kultural dan emosional di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar seremoni. Ini tentang menjaga identitas dan memperlihatkan bahwa pemimpin adalah bagian dari masyarakatnya,” ujar salah satu tokoh adat yang turut menyaksikan prosesi tersebut.

Dalam suasana pesta pernikahan anak dari Wa Pacinongi dan cucu Wa Gilingeng itu, Syaharuddin Alrif tampak mengenakan busana khas dengan penuh kharisma. Ia menyapa warga, menebar senyum, dan berbaur tanpa sekat, memperlihatkan kedekatan yang jarang ditemui dalam konteks formal pemerintahan.

Menjaga Marwah di Atas Pelana

Kehadiran bupati di atas kuda juga dimaknai sebagai bentuk menjaga marwah kepemimpinan. Dalam filosofi Bugis, seorang pemimpin sejati tidak boleh tercerabut dari akar budaya yang membesarkannya.

Langkah tersebut menjadi refleksi bahwa kemajuan daerah tidak harus mengorbankan nilai-nilai tradisi. Justru, dengan menghidupkan kembali kearifan lokal, identitas daerah dapat diperkuat di tengah globalisasi.

Pesan untuk Generasi Muda

Lebih dari sekadar atraksi budaya, penampilan ini membawa pesan penting bagi generasi muda di Sidrap. Di tengah penetrasi budaya luar yang begitu cepat melalui teknologi digital, figur pemimpin yang tampil membumi dan menjunjung tinggi tradisi menjadi contoh nyata tentang pentingnya menjaga jati diri.

Warga yang memadati lokasi tidak menyia-nyiakan momen tersebut. Banyak yang mengabadikan kehadiran bupati sebagai simbol kebanggaan daerah—sebuah narasi bahwa Sidrap bukan hanya bergerak maju, tetapi juga tetap berakar kuat pada nilai-nilai leluhur.

Simbol Pemimpin untuk Semua

Acara yang dihadiri berbagai tokoh masyarakat dan adat itu menjadi ruang silaturahmi yang hangat. Kehadiran Syaharuddin Alrif dengan gaya “Makkanyareng” seolah menegaskan satu pesan penting: pemimpin bukan milik kelompok tertentu, melainkan milik seluruh masyarakat.

Di atas pelana kuda, ia tidak hanya tampil sebagai kepala daerah, tetapi sebagai representasi identitas kolektif masyarakat Sidrap—menyatukan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu langkah yang penuh makna.

Hingga acara berakhir, suasana tetap semarak. Momen ini menjadi pengingat bahwa di tengah modernitas, nilai-nilai budaya tetap memiliki tempat istimewa dalam kepemimpinan—dan justru menjadi kekuatan utama dalam membangun daerah.

Continue Reading

Trending