Connect with us

Dipimpin Camat Dan Sekcam Ujung Tanah,Ibrahim Chaidar:Pastikan Kondisi Kebersihan Dan Pelayanan Jadi Prioritas

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Agenda rutin jajaran pimpinan dan staf Kecamatan ujung tanah setelah melakukan upacara bendera Senin adalah menggelar rapat Kordinasi dengan semua lurah de Kecamatan ujung tanah.

Rapat Kordinasi ini merupakan wadah untuk Kecamatan mengetahui detai kondisi kelurahan lewat parah lurah.

Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said. S.IP. M.SI Bersama Sekcam Ujung Tanah. Amanda Syahwaldi S.STP. MM .Memimpin langsung Rapat Koordinasi Bersama Lurah Se-Kecamatan Ujung Tanah.

”Dalam Arahannya Camat ujung tanah Ibrahim Chaidar Said meminta kepada seluruh lurah dan koordinator kebersihan untuk fokus terhadap masalah kebersihan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu Sekcam ujung tanah juga menekankan pentingnya koordinasi antar bagian guna meningkatkan mutu kerja dan efisiensi waktu.

”Tetap koordinasi dengan baik dengan bagian lain agar semua bisa berjalan lebih cepat dan tertata,intinya komunikasi yang baik saja,InsyaAllah semua bisa lebih mudah kita laksanakan,jelasnya.

Rakor kali ini Membahas Mengenai Kebersihan di setiap Kelurahan yang ada di Kecamatan Ujung Tanah.

Kegiatan ini Bertempat Ruang Rapat Camat Ujung Tanah Senin. 05 Juni 2023

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

KEMENHAJ-UMRAH

Satu JCH Asal Soppeng Batal Berangkat, Hamil 10 Pekan Tak Penuhi Syarat Terbang

Published

on

Kitasulsel—Makassar — Satu Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Soppeng dipastikan batal berangkat ke Tanah Suci setelah hasil pemeriksaan kesehatan menyatakan yang bersangkutan tengah hamil dengan usia kandungan 10 pekan.

Kabupaten Soppeng tergabung dalam Kelompok Penerbangan (Kloter) 1 Embarkasi Makassar yang masuk ke Asrama Haji Sudiang pada Selasa (21/4/2026) pagi sekitar pukul 06.30 Wita.

Total jamaah dalam Kloter 1 tercatat sebanyak 387 orang, terdiri dari 386 jamaah asal Soppeng dan satu orang dari Makassar. Namun, jumlah tersebut berkurang setelah satu jamaah dinyatakan tidak layak berangkat.

Hal ini disampaikan oleh perwakilan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Ikbal Ismail, saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar.

“Jadi kami baru dapat info setelah pemeriksaan kesehatan, ada satu jamaah hasil pemeriksaannya positif hamil. Kloter 1 dari Kabupaten Soppeng,” ujarnya.

Menurutnya, keputusan pembatalan keberangkatan diambil setelah adanya surat resmi dari tim kesehatan yang menyatakan jamaah tersebut tidak layak terbang karena usia kehamilan yang masih terlalu dini.

“Sudah ada surat dari kesehatan bahwa jamaah tersebut tidak layak terbang karena hamil 10 minggu,” jelasnya.

Ketentuan mengenai kelayakan jamaah haji yang sedang hamil sendiri telah diatur dalam regulasi Kementerian Kesehatan. Dalam aturan tersebut, hanya jamaah dengan usia kehamilan antara 16 hingga 24 minggu yang diperbolehkan untuk melakukan perjalanan udara dalam rangka ibadah haji.

“Artinya, usia kehamilan di bawah 16 minggu tidak layak terbang, begitu pula di atas 24 minggu. Yang diperbolehkan adalah antara 16 sampai 24 minggu,” tambahnya.

Akibat pembatalan tersebut, jumlah jamaah Kloter 1 pun mengalami pengurangan. Sementara itu, upaya penggantian jamaah dalam waktu singkat menghadapi kendala karena terbatasnya waktu menjelang jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

Continue Reading

Trending