Connect with us

Dipimpin Camat Dan Sekcam Ujung Tanah,Ibrahim Chaidar:Pastikan Kondisi Kebersihan Dan Pelayanan Jadi Prioritas

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Agenda rutin jajaran pimpinan dan staf Kecamatan ujung tanah setelah melakukan upacara bendera Senin adalah menggelar rapat Kordinasi dengan semua lurah de Kecamatan ujung tanah.

Rapat Kordinasi ini merupakan wadah untuk Kecamatan mengetahui detai kondisi kelurahan lewat parah lurah.

Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said. S.IP. M.SI Bersama Sekcam Ujung Tanah. Amanda Syahwaldi S.STP. MM .Memimpin langsung Rapat Koordinasi Bersama Lurah Se-Kecamatan Ujung Tanah.

”Dalam Arahannya Camat ujung tanah Ibrahim Chaidar Said meminta kepada seluruh lurah dan koordinator kebersihan untuk fokus terhadap masalah kebersihan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu Sekcam ujung tanah juga menekankan pentingnya koordinasi antar bagian guna meningkatkan mutu kerja dan efisiensi waktu.

”Tetap koordinasi dengan baik dengan bagian lain agar semua bisa berjalan lebih cepat dan tertata,intinya komunikasi yang baik saja,InsyaAllah semua bisa lebih mudah kita laksanakan,jelasnya.

Rakor kali ini Membahas Mengenai Kebersihan di setiap Kelurahan yang ada di Kecamatan Ujung Tanah.

Kegiatan ini Bertempat Ruang Rapat Camat Ujung Tanah Senin. 05 Juni 2023

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kemenhaj Parepare Didesak Tegas, Kisruh Jamaah Umrah Terkatung di Mekkah Seret Nama Hj Rismah–Hj Basira Usman

Published

on

KITASULSEL -PAREPARE — Kisruh jamaah umrah yang terkatung-katung di Mekkah tanpa kepastian tiket kepulangan memicu desakan agar Kantor Kementerian Haji Parepare bersikap tegas terhadap penyelenggara perjalanan yang dinilai meresahkan jamaah.

Desakan tersebut mencuat seiring munculnya sejumlah keluhan jamaah yang hingga kini belum dipulangkan ke Tanah Air, bahkan harus menambah biaya setiap hari untuk memperpanjang masa inap hotel di Arab Saudi.

Dalam kasus ini, nama Hj Rismah dan Hj Basira Usman kembali menjadi sorotan. Keduanya diduga berperan dalam pengelolaan keberangkatan jamaah, meski tidak memiliki travel resmi dan hanya menggunakan travel milik pihak lain.

Sejumlah pihak menilai, tindakan tegas harus segera diambil agar tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.

“Dipulangkan ke tanah air itu memang sudah menjadi tanggung jawab travel. Namun efek jera harus tetap diberikan,” ujar H. Narto, keluarga jamaah asal Sidrap yang hingga kini belum juga dipulangkan karena harus terus menambah biaya selama di Mekkah.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan pelanggaran serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Ini pelanggaran berat dan tidak boleh dibiarkan. Jamaah sudah dirugikan secara materi dan psikologis,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga marwah Kemenhaj sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam pengawasan penyelenggaraan ibadah umrah dan haji.

“Marwah Kemenhaj saat ini sedang dipertaruhkan. Jangan sampai terkesan melindungi pelanggar aturan yang sudah lama ditetapkan,” lanjutnya.

Kisruh yang melibatkan Hj Rismah dan Hj Basira Usman disebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan jejak digital yang beredar, keduanya kerap dikaitkan dengan persoalan pelayanan jamaah dalam beberapa pemberangkatan sebelumnya.

Publik pun berharap agar kasus ini ditangani secara serius dan transparan, termasuk menelusuri peran kedua oknum dalam proses pemberangkatan jamaah.

Masyarakat juga diimbau agar lebih berhati-hati dalam memilih penyelenggara perjalanan umrah, dengan memastikan legalitas serta rekam jejak layanan sebelum memutuskan untuk berangkat ke Tanah Suci.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap jamaah harus menjadi prioritas utama, sekaligus menjadi ujian bagi ketegasan pemerintah dalam menegakkan aturan di sektor penyelenggaraan ibadah umrah dan haji.

Continue Reading

Trending