Connect with us

Perumda Parkir Makassar Tertibkan Jukir Liar di Pelataran Indomaret

Published

on

kitasulsel—Makassar—Perumda Parkir Makassar Raya menindak lanjuti Aduan dari pihak Management Indomaret terhadap adanya oknum Jukir Liar yang melakukan aktifitas parkir tanpa dilengkapi legalitas resmi, tepatnya di Jalan Raya Pendidikan, Kecamatan Rappocini, Selasa, 20 Juni 2023.

Kasie Humas Perumda Parkir Asrul. B mengatakan, bahwa saat ini Perumda Parkir Makassar Raya membuka layanan Call Centre dan layanan medsos dalam merespon secara cepat dan bentuk aduan masyarakat. Seperti adanya jukir liar, tarif yang tidak sesuai, jukir resmi yang tidak beretika dan yang lainnya.

“Jadi kami turunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ketika menerima pengaduan yang masuk melalui call centre. Maupun lewat layanan medsos untuk mengatasi permasalahan tersebut secara qiuck respon dan alhamdulillah semua terlaksana dengan baik tanpa ada kendala,”jelasnya.

Seperti contoh, lanjut Asrul, aduan masuk yang diterima dari Management Indomaret. Dengan sigap segera menindak lanjutinya.

“Karena Perumda Parkir Makassar telah bekerjasama dengan Management Indomaret yang ada di Kota Makassar, lantaran mereka sudah masuk dalam Data Parkir Langganan Bulanan,”tambahnya .(**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

BUMDes Mattappae Sereang Kembangkan Bebek Petelur, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menggenjot perekonomian masyarakat melalui penguatan usaha berbasis desa. Salah satu upaya nyata terlihat dari inovasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Mattappae, Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, yang sukses mengembangkan unit usaha bebek petelur dengan omzet jutaan rupiah per bulan.

BUMDes Mattappae memanfaatkan dana desa secara produktif dengan fokus pada sektor ketahanan pangan. Melalui pengelolaan 300 ekor bebek petelur menggunakan sistem kandang kering, unit usaha ini mampu menghasilkan rata-rata 9 rak telur per hari.

Dengan harga jual Rp70 ribu per rak, BUMDes Mattappae mencatatkan pendapatan kotor sekitar Rp630 ribu per hari. Setelah dikurangi biaya operasional, estimasi pendapatan bersih mencapai sekitar Rp300 ribu per hari atau setara dengan omzet Rp9 juta per bulan.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, yang meninjau langsung unit usaha BUMDes Mattappae di Desa Sereang pada Rabu malam (28/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif tersebut. Menurutnya, pengembangan usaha bebek petelur merupakan contoh konkret penguatan ekonomi desa yang berkelanjutan.

“Usaha seperti ini sangat positif karena mampu menumbuhkan dan menambah pendapatan masyarakat Sidrap,” ujar Syaharuddin Alrif, yang akrab disapa Bupati SAR, saat berdialog dengan pengelola BUMDes Mattappae, Paida.

Lebih lanjut, Bupati SAR mendorong agar usaha bebek petelur tersebut tidak berhenti pada produksi telur semata, melainkan dikembangkan melalui hilirisasi agar nilai ekonominya semakin meningkat.

“Nilai tambah akan lebih besar jika dilakukan hilirisasi. Misalnya, telur hasil produksi ini dikelola lebih lanjut atau bekerja sama dengan pelaku usaha kue, sehingga menjadi produk olahan,” jelasnya.

Pengembangan BUMDes Mattappae ini diharapkan dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi desa di Sidrap sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional berbasis potensi lokal. (*)

 

Continue Reading

Trending