Connect with us

Dilantik Oleh Legislator H RAY Suryadi Arsyad,Camat Tallo Minta Remaja Mesjid Darul Aman Pannampu Makmurkan Mesjid

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR — Camat Tallo Menghadiri pelantikan Pengurus Remaja Masjid Darul Aman Pannampu Periode 2023 – 2028,Senin 26/06/2023.

Camat Tallo Alamsyah Sahabuddin S.STP, Msi,dalam arahannya mendorong remaja Masjid untuk memakmurkan Masjid dan mengambil bagian dalam kegiatan kegiatan sosial

Menurut Alamsyah Sahabuddin Remaja Masjid merupakan kumpulan pemuda masjid yang melakukan aktivitas sosial dan ibadah di lingkungan suatu masjid. Dia berharap pengurus yang baru bertanggung jawab mekmuran Masjid.

Alamsyah Sahabuddin juga berharap kepada pengurus Masjid yang baru dilantik agar lebih kreatif dan inovatif sehingga dapat menjadi contoh bagi remaja remaja Masjid yang ada di Kecamatan Tallo

“Berharapa pengurus yang sudah dilantik dapat mengambil peran dengan konsep dan desain tersendiri dalam memkamurkan masjid, sehingga mejadi contoh bagi pengurus remaja masjid yamg ada di Kecamatan Talllo,”tutur Alamsyah Sahabuddin

Selai itu juga Remaja Masjid Darul Aman Pannampu diharapkan dapat berkontribusi dalam pembangunan dan mampu bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan program pemerintah di Kecamatan Tallo

Remaja mesjid Darul Aman Pannampu di lantik langsung oleh Anggota DPRD kota Makassar H. Ray Suryadi Arsyad, pelantikan tersebut juga dihadiri Tokoh Masyarakat Kecamatam Tallo, Tokoh Agama Kelurahan Pannampu dan beberapa Lurah.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Gus Yahya Siap Maju Kembali sebagai Calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar NU 2026

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyatakan siap kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBNU pada Muktamar Nahdlatul Ulama ke-35 yang akan digelar pada Agustus 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya dalam konferensi pers di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

“Concern saya adalah bahwa ya, saya sudah menyatakan saya maju lagi sebagai calon, alasannya sudah saya jelaskan,” kata Gus Yahya.

Ia menegaskan bahwa mekanisme maupun tata cara pemilihan Ketua Umum PBNU sepenuhnya akan menjadi kewenangan forum muktamar. Menurutnya, para peserta muktamar memiliki hak untuk menentukan sistem pemilihan yang akan digunakan.

“Nanti kan akan diserahkan kepada muktamar. Muktamar ini mau pilih cara yang seperti apa, silakan saja,” ujarnya.

Gus Yahya menilai warga Nahdlatul Ulama telah memiliki kedewasaan dalam menentukan figur yang layak memimpin organisasi. Ia meyakini para pengurus cabang, kiai, dan masayikh memahami kriteria kepemimpinan yang dibutuhkan NU ke depan.

“NU ini sudah dewasa, masayikh-masayikh itu sudah ngerti ukurannya. Sudah ngerti speknya ketua umum seperti apa. Jadi itu cuma soal teknis saja, soal tata cara pemilihan, dan nanti kita serahkan kepada muktamar,” ucapnya.

Persiapan Muktamar Hampir Rampung

Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya juga memaparkan perkembangan persiapan Muktamar NU ke-35, yang dijadwalkan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Ia mengungkapkan bahwa proses penyelesaian surat keputusan (SK) kepengurusan di berbagai tingkatan hampir selesai.

Menurutnya, PBNU membawahi sekitar 548 pengurus cabang dan 38 pengurus wilayah. Dari hampir 600 unit kepengurusan yang diproses, sekitar 490 unit telah memasuki tahap penyelesaian, sementara lebih dari 430 unit telah menerima surat keputusan.

“Sebentar lagi insyaallah selesai, tinggal menunggu satu-dua minggu ini,” katanya.

Gus Yahya turut mengapresiasi seluruh jajaran pengurus PBNU yang berhasil mempercepat penyelesaian administrasi kepengurusan. Ia mengakui proses tersebut sempat mengalami hambatan sejak akhir 2024 hingga awal 2026 sebelum akhirnya kembali berjalan.

“Alhamdulillah akhirnya bisa kita proses lebih lanjut,” tuturnya.

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dipandang sebagai momentum penting bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut untuk menentukan arah kepemimpinan dan program strategis lima tahun ke depan. Selain memilih Ketua Umum PBNU, forum muktamar juga akan membahas berbagai agenda organisasi, penguatan peran keumatan, serta kontribusi NU dalam menghadapi tantangan kebangsaan dan perkembangan global.

Continue Reading

Trending