Kepala Bapenda Kota Makassar Hadiri Gala Dinner Rakernas APEKSI 2023
Kitasulsel—Makassar—Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Makassar menghadiri Gala Dinner yang merupakan rangkaian kegiatan RAKERNAS Apeksi XVI Tahun 2023 bertempat di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Selasa (11/07/2023).
Dibuka langsung oleh Ketua APEKSI, yaitu Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto
menyampaikan terima kasih kepada
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto bersama Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi atas jamuan Gala Dinner Apeksi 2023 di Kota Makassar.
“Terima kasih atas kerja keras Pemerintah Kota Makassar yang sangat baik menyambut tamunya dengan suguhan-suguhan yang menarik salah satunya lokasi acara yang memanjakan mata,” ujar Kang Bima.
Gala dinner dihadiri oleh 98 Kota se Indonesia dan terdapat 87 Wali Kota yang hadir bersama Forkopimda Sulsel, Forkopimda Kota Makassar, seluruh SKPD Kota Makassar, dan para peserta tamu undangan lainnya.
Kriminal
Viral Ribut dengan Satpam di Bundaran HI, Sopir Alphard Ternyata Anggota Polda Jabar – Propam Pastikan Tetap Sidang Etik Meski Sudah Damai
Kitasulsel–JAKARTA – Kasus keributan antara petugas sekuriti dengan sopir mobil Toyota Alphard di dekat Bundaran HI, Jakarta Pusat, memasuki babak baru.
Meski kedua belah pihak telah sepakat berdamai, terungkap bahwa sopir dan penumpang mobil mewah tersebut merupakan anggota Polda Jawa Barat. Propam Polda Jabar memastikan proses etik tetap berjalan.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada petugas sekuriti yang menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Kabid Humas Polda Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada Satpam di Bundaran HI atas perlakuan arogan dan tidak pantas oleh tiga anggota Polda Jabar,” dikutip dari unggahan akun resmi Propam Polda Jabar, Sabtu (25/7).
Polda Jabar menegaskan, perdamaian tidak menghapus pelanggaran.
“Perdamaian antar para pihak, tidak menghapuskan sanksi kode etik terhadap ketiga saudara,” tegasnya.
Identitas Sopir Alphard dan Akan Dipatsus
Tiga anggota yang dimaksud adalah Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW. Ketiganya telah menjalani pemeriksaan maraton oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Barat.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Propam menyatakan telah menemukan bukti cukup adanya dugaan pelanggaran kode etik profesi Polri.
“Ditemukan cukup bukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebagaimana Perpol Nomor 7 Tahun 2022. Dan hasilnya akan dilanjutkan melalui proses kode etik dan sidang kode etik profesi Polri,” kata Hendra.
Ketiganya juga akan ditempatkan di tempat khusus (patsus) setelah proses pemeriksaan rampung.
“Polda Jabar proses kode etik tiga anggota dan lanjut patsus, selanjutnya hari ini kami secara maraton telah melakukan pemeriksaan dan kita lanjutkan nanti apabila sudah selesai proses penyidikannya kita akan langsung patsus-kan,” jelasnya.
Polda Jabar menegaskan komitmen untuk menindak tegas dan transparan setiap pelanggaran yang dilakukan anggotanya, serta mengapresiasi perhatian publik dan menerima kritik sebagai bahan evaluasi institusi.
Sebelumnya, momen damai antara satpam dan sopir Alphard terjadi di Polsek Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (24/7). Keduanya saling bersalaman dan berpelukan yang disaksikan Kapolsek Menteng Kompol Braiel Arnold Rondonuwu dan kuasa hukum.
KDM Temui Satpam, Ternyata Warga Bandung dan Ditawari Kerja di Gedung Sate
Kasus ini juga menarik perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM). Ia bertemu langsung dengan petugas sekuriti tersebut yang diketahui bernama Fiktor Harefa.
Dalam pertemuan itu, Dedi menyebut Fiktor menjalankan tugasnya dengan benar saat menegur pengendara Alphard yang melanggar aturan lalu lintas.
“Fiktor Harefa, sekuriti yang menegur oknum aparat, kemudian oknum aparatnya tidak terima karena ditegur di Bundaran HI, yaitu menabrak rambu lalu lintas, tanda lampu merah, sehingga membahayakan keselamatan pejalan kaki yang menyeberang. Betul, kan?” kata Dedi dalam video yang diunggah di akun Instagram @dedimulyadi71.
Dedi juga mengungkap bahwa Fiktor ternyata merupakan warga Bandung asal Nias yang tinggal di kawasan Pasteur.
Mengetahui Fiktor ingin pindah tempat kerja, Dedi langsung menawarkan pekerjaan sebagai petugas keamanan di kawasan Gedung Sate, Bandung.
“Dan sengaja datang bertemu saya hari ini untuk ingin pindah kerja sebagai sekuriti. Jadi rencananya insyaallah nanti pindah kerja sebagai sekuriti di Bandung. Nanti jaga sekitar Gedung Sate yang hari ini lagi proyek pembangunan penataan areal halaman Gedung Sate,” ucap Dedi.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap









You must be logged in to post a comment Login