Connect with us

Camat Dan Sekcam Kecamatan Ujung Tanah Hadiri Dzikir Dan Doa Bersama Sambut Tahun Baru Islam 1445 Hijriah Di Anjungan City Of Makassar

Published

on

Kitasulsel–Makassar—Pemerintah kota Makassar menggelar Dzikir dan doa bersama menyambut tahun baru islam 1445 hijriah di Anjungan city of makassar rabu 19/07/2023.
Kegiatan yang dihadiri oleh ribuan jamaah ini di buka langsung oleh walikota makassar Danny Pomanto.
Dalam giat yang berlangsung penuh hikmat ini,jajaran kecamatan ujung tanah hadir dengan struktural lengkap yang dipimpin langsung oleh camat ujung tanah ibrahim Chaidar,S,IP,M,SI Bersama Sekcam Ujung tanah Amanda Syahwaldi,S.STP,MM.
Turut hadir dalam kegiatan Dzikir Dan doa Bersama ini para lurah se kecamatan ujung tanah,Staf ASN,Laskar Pelangi,LPM,RW dan RT serta tokoh masyarakat se kecamatan ujung tanah.
Kegiatan Dzikir dan doa Bersama dalam momentum menyambut tahun Baru islam 1445 hijriah juga di rangkaikan dengan kegiatan makassar bermunajat.
Diketahui bahwa pemerintah kota makasar dibawah nahkoda walikota makassar Danny Pomanto dan Wakil Walikota Makassar Fatmawati Rusdi intens menggelar kegiatan sosial di momentum hari hari besar keagamaan.
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Menag Nasaruddin Umar: Kekuatan Ekonomi Umat Ada pada Sedekah, Infak, dan Wakaf

Published

on

KITASULSEL—JAKARTA — Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan pentingnya penguatan instrumen keuangan sosial Islam dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Pesan tersebut ia sampaikan saat menghadiri Sarasehan Ekonomi Syariah yang membahas peran strategis zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam pembangunan sosial berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Menag menekankan bahwa umat Islam tidak seharusnya berhenti pada pelaksanaan zakat sebagai kewajiban semata. Menurutnya, potensi besar ekonomi syariah justru terletak pada pengembangan instrumen sosial lain yang bersifat sukarela namun memiliki dampak luas bagi masyarakat.

“Alangkah miskinnya dan alangkah pelitnya kita kalau pengeluaran agamanya hanya zakat,” ujar Nasaruddin, menegaskan bahwa Islam mengajarkan kepedulian sosial yang melampaui batas minimal kewajiban.

Ia menjelaskan, zakat memang memiliki ketentuan yang jelas dalam syariat. Namun infak, sedekah, dan wakaf membuka ruang kontribusi yang lebih besar karena tidak dibatasi persentase tertentu dan dapat dikelola secara produktif. Dana tersebut, kata dia, berpotensi mendukung sektor pendidikan, pengembangan usaha kecil, layanan sosial, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Selain mendorong peningkatan partisipasi umat, Menag juga menyoroti aspek tata kelola zakat di Indonesia. Ia menilai pengelolaan zakat akan lebih kuat apabila dilakukan secara terpusat oleh negara, sebagaimana praktik pada masa Nabi Muhammad SAW dan era Khalifah Abu Bakar.

“Kalau ingin lebih berdaya, idealnya zakat itu diserahkan kepada pemerintah seperti pada masa nabi dan Abu Bakar,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin turut mengkritisi sejumlah kelemahan regulasi pengelolaan zakat nasional, terutama terkait sistem pengawasan. Ia menilai perlunya mekanisme kontrol yang lebih kuat agar pengelolaan dana umat berlangsung transparan dan akuntabel.

Menurutnya, pengawasan berbasis syariah menjadi hal penting, termasuk audit khusus yang memastikan distribusi dana sesuai ketentuan asnaf serta proporsi yang jelas antara hak amil dan penerima manfaat.

Ia juga menyinggung perlunya evaluasi terhadap penggunaan dana zakat, termasuk praktik belanja promosi yang dinilai harus dikaji secara serius agar tetap sejalan dengan prinsip syariah dan kepentingan mustahik.

Sebagai tokoh agama sekaligus negarawan, Nasaruddin Umar dikenal konsisten mendorong penguatan tata kelola keagamaan yang transparan dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Ia mengajak masyarakat untuk memperluas makna ibadah sosial dengan memberi lebih dari sekadar kewajiban.

Sarasehan Ekonomi Syariah ini pun menjadi momentum refleksi bersama untuk menjadikan instrumen keuangan sosial Islam sebagai pilar pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.

Continue Reading

Trending