Connect with us

Turnamen MLBB Tingkat Kecamatan Ujung Tanah Resmi Bergulir,Camat Ujung Tanah:Wadah Penyaluran Bakat Bagi Insan Muda Ujung Tanah

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Camat Ujung Tanah Ibrahim Chadar Said. S.IP. M.SI bersama Sekcam Ujung Tanah Amanda Syahwaldi. S.STP. dan para Lurah se-Kecamatan Ujung Tanah menghadiri pembukaan turnamen Mobile Legends Bang Bang (MLBB) tingkat Kecamatan Ujung Tanah Bertempat di Pelatara Kantor distrik navigasi kelas 1 makassar. Jalan Sabutung Raya. Minggu (30/07/2023) pagi.

Turnamen ini di selenggarakan oleh Avatar E-Sport, turut hadir dalam pembukaan tersebut CEO Avatar E-Sport Makassar dr. Udhin Malik, Ketua Avatar E-Sport Arhy Ridwan. dan Anggota DPRD Kota Makassar. Tokoh Masyarakat Kecamatan Ujung Tanah. Ketua KNPI Kecamatan Ujung Tanah.

Turnamen ini di gagas oleh dr. Udhin Malik, sekaligus turnamen ini menjadi rangkaian road to Walikota Cup pada kegiatan Sport Eight Festival (S8) Makassar.

Sementara itu Camat Ujung Tanah sangat mengapresiasi adanya wadah kegiatan positif bagi pemuda. tuturnya.

“Kita sangat mengapresiasi kegiatan positif seperti ini,dengan banyaknya kegiatan yang lakukan  untuk pemuda pemudi kita khususnya di Kecamatan ujung tanah seperti ini maka semakin banyak pula waktu untuk para pemuda pemudi untuk melakukan hal hal positif,apalagi giat ini merupakan  hobi atau permainan yang banyak di minati oleh anak muda saat ini,ujar Camat ujung tanah Ibrahim Chaidar.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending