Connect with us

Hadirkan Aplikasi”SIPARASA”,Camat Ujung Tanah:Kita Beri Kemudahan Kepada Masyarakat Dalam Membayar Retribusi Sampah

Published

on

Kitasulsel–Makassar–Camat Ujung Tanah Ibrahim Chaidar Said. S.IP.  M.SI didampingi Sekcam Ujung Tanah Amanda Syahwaldi. S.STP. M.M. memimpin Rapat Koordinasi dalam rangka mengoptimalkan sosial tentang pembayaran realisasi retribusi sampah dan sosialisasi tentang pembayaran Non tunai melalui metode QRIS yang didaparkan oleh pihak Bank Sulselbar Wilayah Kecamatan Ujung Tanah. Selasa. 08 Agustus 2023. Bertempat Aula Kantor Camat Ujung Tanah.

Rakor tersebut dihadir, Lurah Se kecamatan Ujung Tanah Kepala Seksi Kebersihan Kecamatan Ujung Tanah dan Kolektor Reteibusi Sampah Se-Kecamatan Ujung Tanah.

Dalam Rapat Koordinasi ini Camat Ujung Tanah menyampaikan kepada kolektor sampah untuk menggunakan Aplikasi (SIPARASA)‘ yaitu, Sistem Pelayanan Pemungutan Retribusi Sampah.

Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran retribusi sampah secara non tunai  dan mengunakan pembayar melalui kode QRIS

“Aplikasi SIPARASA untuk memudahkan Masyarakat  untuk melakukan pembayaran retribusi sampah secara non tunai,”tutur Ibrahim Said

Sementara itu Sekcam Ujung Tanah Amanda Syahwaldi berharap potensi data retribusi persampahan dapat tercapai. Selain itu Dia juga berharap apabila terdapat suatu kendala ataupun masalah agar segera melakukan kordinasi dengan pihak kecamatan.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Festival Nene Mallomo ke-3 Resmi Dibuka, Sinergi Pusat dan Daerah Perkuat Pelestarian Budaya di Sidrap

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP Sinergi kuat antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam pelestarian budaya kembali ditunjukkan melalui pembukaan Festival Nene Mallomo ke-3.

Festival yang menghadirkan beragam kegiatan edukatif ini digelar oleh Sanggar Seni Pajjoge Andino di Lapangan Usman Isa, Pangkajene, Jumat (3/4/2026). Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Berbagai rangkaian acara turut memeriahkan festival ini, mulai dari pentas seni, ekspresi budaya lokal, lomba permainan tradisional, hingga kelas warisan budaya. Ajang ini menjadi wujud komitmen bersama dalam memperkuat pelestarian, pengembangan, dan pemajuan kebudayaan daerah.

Pelaksanaan festival didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Program Dana Indonesiana. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah serta Pamong Budaya Ahli Madya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX, Rinawati Idrus.

Dalam sambutannya, Syaharuddin Alrif menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kegiatan seni dan budaya sebagai ruang kreatif bagi generasi muda.

“Sebagai Bupati Sidrap, saya memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Sanggar Seni Pajjoge Andino merupakan wadah yang sangat baik bagi anak-anak dan generasi muda untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan karakter melalui seni dan budaya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa Festival Nene Mallomo bukan sekadar ajang hiburan, melainkan sarana penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai budaya lokal, adat istiadat, serta permainan tradisional yang mulai tergerus arus globalisasi.

“Melalui kegiatan ini, kita menyaksikan bagaimana kebudayaan dan permainan tradisional kembali dihidupkan. Ini penting agar warisan budaya tidak terdegradasi oleh pengaruh globalisasi dan tetap diwariskan kepada generasi mendatang,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyebut kegiatan kebudayaan memiliki nilai edukatif tinggi dalam membentuk karakter generasi muda yang tangguh, bermental juara, dan memiliki semangat untuk meraih kesuksesan.

Sementara itu, Rinawati Idrus menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Sidrap dan Sanggar Seni Pajjoge Andino atas terselenggaranya festival tersebut. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata peran aktif daerah dalam melestarikan budaya lokal.

“Program Dana Indonesiana merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan kebudayaan nasional serta memperkuat ekosistem budaya yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Melalui Festival Nene Mallomo ke-3 ini, diharapkan semangat pelestarian budaya lokal semakin tumbuh, khususnya di kalangan generasi muda, sehingga warisan leluhur tetap hidup dan menjadi bagian penting dalam pembangunan karakter daerah.

Continue Reading

Trending