Connect with us

Gelar Tes Wawancara Face To Face,Amanda Syahwaldi, S.STP. MM:Kita Ingin Anggota Laskar Pelangi Yang Punya Totalitas Dan Loyalitas

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Pemerintah Kecamatan Ujung Tanah selenggarakan Tes Wawancara Pegawai Laskar Pelangi 24 jam (Pegawai Pelayanan Publik Berintegritas). Tahun 2023

Tes Wawancara hari Pertama Satgas Kebersihan Bagian Penyapu Se-Kecamatan Ujung Tanah yang dilaksanakan di Aula dan diruang Kerja Sekcam Ujung Tanah.
Rabu 06/09/2023

Tes Wawancara dilakukan langsung oleh Sekcam Ujung Tanah Amanda Syahwaldi, S.STP. MM didampingi Plt Kasubag Umum dan Kepegawaian Rahmatia.S,SH, MH. dalam Tes ini dilakukan Face To Face dengan Laskar Pelangi 24 jam Kecamatan Ujung Tanah.

Dalam sisi Tes wawancara ini Sekcam Amanda. Mempertanyakan Terkait Integritas,Pengetahuan Teknis,Kesiapan dan Kesadaran diri ,Motivasi,Kerjasama, Etika dan Tingkah laku.

”Etos kerja,Sinergitas antar sesama dan etika menjadi hal penting bagi semua lingkup pekerjaan,untuk itu hal ini yang kita gali lebih dalam kepada semua peserta seleksi,Hal ini penting sebagai pondasi awal bagi setiap peserta dalam memulai tanggung jawab baru yang akan di berikan oleh negara,jalan Sekcam ujung tanah Amanda Syahwaldi.

Diketahui bahwa sejak Senin kemarin,Kecamatan ujung tanah menggelar seleksi bagi seluruh laskar pelangi dilingkup kerja Kecamatan ujung tanah.

 

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Mantan Jampidsus Tak Pakai Rompi Saat Ditahan, Gerindra: Jangan Ada Perlakuan Istimewa

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA Proses penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang memasuki Rumah Tahanan (Rutan) KPK tanpa mengenakan rompi maupun borgol menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Bimantoro Wiyono, menyoroti hal tersebut dan mengingatkan pentingnya prinsip kesetaraan di hadapan hukum.

Bimantoro yang merupakan Anggota Panja Tim Pengawas Komisi III mengatakan, perhatian utama dalam penegakan hukum seharusnya bukan hanya soal atribut tahanan, tetapi bagaimana prinsip kesetaraan diterapkan secara transparan.

“Penegakan hukum tidak boleh memberikan kesan adanya perlakuan istimewa kepada siapa pun. Siapa pun yang telah berstatus tersangka harus diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Jangan sampai muncul persepsi di masyarakat bahwa ada standar yang berbeda dalam penanganan suatu perkara,” tegas Bimantoro.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum bergantung pada konsistensi dalam menjalankan prosedur. Karena itu, setiap proses hukum harus dilakukan secara objektif, profesional, dan tanpa diskriminasi.

“Yang paling penting adalah proses hukumnya berjalan secara profesional, independen, dan akuntabel. Jangan ada perlakuan khusus yang dapat menimbulkan polemik atau mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh aparat penegak hukum menjadikan kasus tersebut sebagai momentum untuk memperkuat komitmen terhadap prinsip persamaan di hadapan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan seseorang.

“Sebagai negara hukum, Indonesia harus menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum. Semua memiliki kedudukan yang sama di hadapan hukum. Oleh karena itu, setiap prosedur penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsisten agar tidak menimbulkan persepsi adanya keistimewaan bagi pihak tertentu,” tambahnya.

Bimantoro menegaskan Komisi III DPR RI akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap proses penegakan hukum agar seluruh institusi penegak hukum bekerja secara profesional, akuntabel, dan menjunjung rasa keadilan.

“Jangan sampai persoalan administratif atau prosedural yang terlihat sederhana justru mencederai kepercayaan publik. Yang harus dikedepankan adalah profesionalitas, transparansi, dan perlakuan yang sama bagi setiap warga negara dalam proses penegakan hukum,” pungkasnya.

Continue Reading

Trending