Connect with us

Indira Yusuf Ismail Dorong Sinergitas Pengurus TP PKK Makassar Lewat Family Gathering

Published

on

Kitasulsel—MALINO,- TP PKK Makassar menggelar Family Gathering guna memperkuat rasa kekeluargaan dan kekompakan di Malino Kabupaten Gowa selama tiga hari mulai dari 13 hingga 15 September 2023.

Family Gathering ini dihadiri oleh seluruh Pengurus dan Anggota TP PKK Kota Makassar mulai Pokja 1 hingga 4, tim ahli, staff, serta Ketua TP PKK Kecamatan.

Ketua TP PKK Indira Yusuf Ismail menghadiri sekaligus membuka kegiatan Family Gathering secara resmi. Dalam kesempatan itu, Indira seluruh pengurus TP PKK Makassar memperkuat sinergitas dan solidaritas.

“Tadi ada banyak kegiatan yang kita rencanakan seperti game. Alhamdulillah, dengan itu kita senang-senang, brainstorming dan kekompakan ini tentunya membawa kita untuk semakin bersemangat,” kata Indira sebelum membuka kegiatan secara resmi, Rabu (13/09/2023) malam.

Lewat Family Gathering, Indira berharap kekeluargaan sekaligus pembinaan ini semakin menambah kapasitas dan kualitas kinerja pengurus dalam menjalankan 10 Program Pokok TP PKK Makassar.

Diketahui, berbagai kegiatan dan perlombaan dilaksanakan untuk dapat memeriahkan momen kebersamaan sekaligus mengasah kekompakan ini diantaranya lomba menyanyi, outbound, senam, learning point, hingga zikir bersama.

Indira pun mengingatkan kepada seluruh pengurus untuk terus memperhatikan dan mengoptimalkan implementasi program kerja TP PKK rekomendasi Rakernas ke IX.

“Dengan hadirnya kita semua di sini, kita menyusun kembali program kita untuk Rakernas ke IX. Kita membuktikan bahwa kita TP PKK Makassar yang terbaik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Indira turut menyampaikan kepada seluruh hadirin untuk terus bersinergi terhadap program prioritas PJ Gubernur Sulawesi selatan terkait penanganan stunting dan pendidikan.

“Bapak Gubernur mengatakan program prioritasnya yang dapat bersinergi dengan TP PKK itu masalah stunting dan pendidikan, tentunya saya setuju, setelah ini semoga kita semua semakin tambah semangat,” tutur Indira.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Nasional

Jusuf Kalla Letakkan Batu Pertama Masjid Hajjah Yuliana di Melbourne, Tekankan Masjid sebagai Pusat Peradaban Umat

Published

on

Kitasulsel–MELBOURNE – Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), menegaskan bahwa masjid memiliki peran yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat ibadah. Menurutnya, masjid harus menjadi pusat pembinaan umat, pengembangan ilmu pengetahuan, serta kemajuan peradaban Islam.

Hal tersebut disampaikan JK saat menghadiri penandatanganan dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana di kawasan Laverton, Melbourne, Australia, Sabtu (27/6/2026).

Dalam sambutannya, Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 itu mengatakan, kemakmuran sebuah masjid ditentukan oleh tiga unsur utama, yakni pihak yang membangunnya, pengurus yang mengelolanya, serta jamaah yang aktif memakmurkan masjid melalui ibadah dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Masjid akan benar-benar hidup apabila dibangun, dikelola dengan baik, dan dipenuhi jamaah yang beribadah serta melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar JK.

Ia menambahkan, keberadaan masjid di luar negeri memiliki fungsi strategis sebagai pusat persatuan masyarakat Muslim Indonesia. Selain menjadi tempat ibadah, masjid juga berperan menjaga identitas, budaya, dan nilai-nilai kebangsaan di tengah kehidupan masyarakat yang multikultural.

JK juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara penguatan nilai-nilai keagamaan dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi. Menurutnya, kemajuan umat dan bangsa sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mampu bersaing di era modern.

“Ibadah dan penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan. Umat Islam harus mampu melahirkan generasi yang menguasai teknologi agar mampu bersaing dan membangun peradaban,” jelasnya.

Selain aspek pendidikan, JK menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan ekonomi umat. Ia menilai, masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi yang baik akan lebih mampu menjalankan tanggung jawab sosial keagamaan, termasuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian dari penguatan solidaritas umat.

Sementara itu, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Melbourne, Yohannes Jatmiko Heru Prasetyo, menyampaikan apresiasi atas dimulainya pembangunan Masjid Hajjah Yuliana sekaligus pengembangan Islamic Center Indonesia Community Victoria (ICV).

Menurut Yohannes, pembangunan tersebut menjadi tonggak penting bagi perkembangan komunitas Muslim Indonesia di Australia. Kehadiran masjid dan pusat kegiatan Islam diharapkan semakin memperkuat peran Indonesia Community Victoria sebagai rumah besar yang mempersatukan masyarakat Indonesia di Negara Bagian Victoria.

Ia berharap Masjid Hajjah Yuliana dapat menjadi representasi wajah Islam Indonesia yang moderat, ramah, dan toleran, sekaligus menjadi pusat ibadah, pendidikan, kegiatan sosial, dan pembinaan generasi muda Muslim Indonesia.

“Semoga Masjid Hajjah Yuliana menjadi pusat ibadah, pendidikan, dan kegiatan sosial yang memberi manfaat bagi umat serta memperkuat hubungan masyarakat Indonesia di Australia,” ungkap Yohannes.

Prosesi penandatanganan dan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Hajjah Yuliana dihadiri tokoh masyarakat, pengurus Indonesia Community Victoria (ICV), ulama, serta warga Muslim Indonesia yang bermukim di Australia. Kehadiran masjid tersebut diharapkan menjadi simbol persatuan, pusat dakwah, serta ruang pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia di Victoria.

Continue Reading

Trending