Connect with us

Di Walikota CUP VI, Lukman Sulaiman : Kita Munculkan Pemain Terbaik untuk PSM Makassar

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR – Mantan Pemain PSM Makassar sekaligus Ketua Umum Kejuaraan Wali Kota CUP VI, Lukman Sulaiman menyampaikan, jika prihal turnamen Sepakbola profesional yang digagas bakal melahirkan pemain hebat,selasa 19/09/2023.

Seperti Ikbal Samad dan Nanang Hendrawan, Handi Hamzah , Syamsul Chaeruddin, M Fadly, Syamsidar, Asmar Abu, Asri Akbar Pemain itu sudah malang melintang di Liga Indonesia.

“Saya sebagai mantan memang mengharap bagaimana di Makassar ini, kita dapat bibit-bibit untuk kemajuan sepak bola, terutama untuk PSM. Jadi kalau ada pemain terbaik di sini, PSM mau ambil kita persilahkan, apalagi Bapak Danny Pomanto mendukung adanya Wali Kota CUP VI yang dianggap baik untuk kemajuan Sepakbola di Indonesia,”ujarnya.

Menurutnya, jika Tim yang berlaga di Kejuaraan Wali Kota CUP merupakan skuat profesional yang ada di Sulawesi Selatan.

“Ada 16 Tim dari 32 daerah, selebihnya Tim di Kota Makassar. Selain itu panitia melakukan verifikasi tim yang betul-betul siap bertanding 1 bulan 4 hari.

Harapan saya mudah-mudahan Wali Kota CUP VI bisa bermutu lagi,”jelas Mantan Pemain PSM Makassar ini. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kemenhaj Parepare Didesak Tegas, Kisruh Jamaah Umrah Terkatung di Mekkah Seret Nama Hj Rismah–Hj Basira Usman

Published

on

KITASULSEL -PAREPARE — Kisruh jamaah umrah yang terkatung-katung di Mekkah tanpa kepastian tiket kepulangan memicu desakan agar Kantor Kementerian Haji Parepare bersikap tegas terhadap penyelenggara perjalanan yang dinilai meresahkan jamaah.

Desakan tersebut mencuat seiring munculnya sejumlah keluhan jamaah yang hingga kini belum dipulangkan ke Tanah Air, bahkan harus menambah biaya setiap hari untuk memperpanjang masa inap hotel di Arab Saudi.

Dalam kasus ini, nama Hj Rismah dan Hj Basira Usman kembali menjadi sorotan. Keduanya diduga berperan dalam pengelolaan keberangkatan jamaah, meski tidak memiliki travel resmi dan hanya menggunakan travel milik pihak lain.

Sejumlah pihak menilai, tindakan tegas harus segera diambil agar tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran terhadap dugaan pelanggaran yang terjadi.

“Dipulangkan ke tanah air itu memang sudah menjadi tanggung jawab travel. Namun efek jera harus tetap diberikan,” ujar H. Narto, keluarga jamaah asal Sidrap yang hingga kini belum juga dipulangkan karena harus terus menambah biaya selama di Mekkah.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan pelanggaran serius yang tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Ini pelanggaran berat dan tidak boleh dibiarkan. Jamaah sudah dirugikan secara materi dan psikologis,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga marwah Kemenhaj sebagai institusi yang bertanggung jawab dalam pengawasan penyelenggaraan ibadah umrah dan haji.

“Marwah Kemenhaj saat ini sedang dipertaruhkan. Jangan sampai terkesan melindungi pelanggar aturan yang sudah lama ditetapkan,” lanjutnya.

Kisruh yang melibatkan Hj Rismah dan Hj Basira Usman disebut bukan kali pertama terjadi. Berdasarkan jejak digital yang beredar, keduanya kerap dikaitkan dengan persoalan pelayanan jamaah dalam beberapa pemberangkatan sebelumnya.

Publik pun berharap agar kasus ini ditangani secara serius dan transparan, termasuk menelusuri peran kedua oknum dalam proses pemberangkatan jamaah.

Masyarakat juga diimbau agar lebih berhati-hati dalam memilih penyelenggara perjalanan umrah, dengan memastikan legalitas serta rekam jejak layanan sebelum memutuskan untuk berangkat ke Tanah Suci.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap jamaah harus menjadi prioritas utama, sekaligus menjadi ujian bagi ketegasan pemerintah dalam menegakkan aturan di sektor penyelenggaraan ibadah umrah dan haji.

Continue Reading

Trending