Connect with us

Sebayak 141 Peserta Didik UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II Makassar, Berkunjung ke Museum Kota

Published

on

Kitasulsel—Makassar—Sebanyak 141 siswa yang terdiri dari siswa kelas 4,5,6 dan 15 guru UPT SPF SD Inpres Galangan Kapal II Kec. Tallo Kota Makassar melaksanakan kegiatan Outing Class ke Museum Kota Makassar. Rabu ( 2023/09/27 ).

Diketahui program outing class ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran diluar kelas yang dinilai efektif dalam menyampaikan pembelajaran secara langsung.

Kepada media ini, Hj. Hasanang. S,Pd Selaku kepala sekolah mengatakan, outing class ini merupakan salah satu cara mendekatkan siswa dengan lingkungan, mempermudah pemahaman materi dengan melihat realita sesungguhnya.

Outing Class merupakan satu diantara proses pembelajaran yang inovatif, nyata, dan relevan dengan tuntutan zaman.

“Selain menambah pengetahuan tentang sejarah, kegiatan Outing Class ini, dapat mengurangi kejenuhan siswa dalam belajar, merangsang kreativitas serta meningkatkan motivasi belajar siswa,” ungkap Hj. Hasanang menambahkan.

Dengan adanya Outing Class ini, sambungnya, terlihat Antusiasme seluruh peserta didik menyambutnya dengan ceria, begitu pun dengan orang tua siswa sangat mendukung kegiatan ini.

“Karna itu program ini akan terus kita galakan dengan berkunjung ketempat- tempat lain sehingga bisa menambah wawasan yang baru,” tutupnya(*).

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Demi Kesehatan Warga, Pasar Tampinna Diawasi: Penjual Diajak Lebih Bijak Pilih Produk

Published

on

Kitasulsel—Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Tim Pengawas Obat dan Makanan kembali melakukan inspeksi lapangan di Pasar dan sejumlah toko di Desa Tampinna, Kecamatan Angkona, Selasa (03/03/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memastikan keamanan produk konsumsi masyarakat.

Pengawasan yang melibatkan Dinas Kesehatan bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut bertujuan melindungi kesehatan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran pelaku usaha agar lebih selektif dalam memilih barang dagangan.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Suhelmi, mengungkapkan bahwa hasil pengawasan tahun ini masih menunjukkan temuan yang serupa dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni adanya produk yang sudah tidak layak edar.

“Masih ditemukan bahan-bahan yang tidak layak jual. Karena itu, penjual diharapkan lebih bijak dalam memilih produk untuk mencegah peredaran barang ilegal, kadaluwarsa, maupun yang mengandung bahan berbahaya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa setiap produk makanan, minuman, maupun obat-obatan yang beredar wajib memiliki izin edar resmi. Para penjual juga diminta tidak menerima produk yang belum terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sementara itu, Camat Angkona, I Putu Gede, menyampaikan bahwa temuan produk kadaluwarsa di lapangan cukup signifikan sehingga diperlukan perhatian bersama, baik dari pelaku usaha maupun masyarakat sebagai konsumen.

“Kami menghimbau masyarakat agar lebih teliti memeriksa tanggal kedaluwarsa sebelum membeli produk. Kesadaran konsumen sangat penting untuk memutus peredaran barang yang tidak layak,” katanya.

Ia juga meminta para pelaku usaha lebih cermat dalam memilih produk yang dijual agar potensi kerugian masyarakat dapat dicegah sejak awal.

Pengawasan ini melibatkan berbagai instansi lintas sektor, di antaranya Dinas Kesehatan, Bapperida, DPMPTSP, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan, Ekbang Setdakab Lutim, Bagian Hukum, pihak Kecamatan Angkona, serta Satpol PP.

Pemerintah berharap kegiatan pengawasan rutin ini mampu menekan peredaran produk kadaluwarsa dan meningkatkan keamanan pangan di tengah masyarakat.

Continue Reading

Trending