Connect with us

Nonton Langsung Pertandingan Wali Kota Cup VI Makassar, Pangdam XIV Hasanuddin: Jadi Hiburan Warga

Published

on

Kitasulsel—MAKASSAR – Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Dr. Totok Imam Santoso menonton langsung lanjutan kejuaran Sepak Bola Wali Kota CUP VI Makassar, yang berlangsung di Gelora Sultan Hasanuddin, Selasa (03/10/2023).

Mayjen Totok tampak bersantai berbaur dengan warga menyaksikan pertandingan yang berlangsung antara Galaxy Fc Vs Hebon Fc, dan dimenangkan oleh Galaxy Fc dengan skor 6-1.

“Kejuaran ini sudah menjadi hiburan warga Makassar, dan banyak talenta-talenta pemain yang mempunyai skil bagus,” ujarnya.

Dia pun menambahkan, kejuaran Wali Kota Cup sebagai ajang motivasi bagi anak muda yang mempunyai hobi sepak bola.

“Ini sebagai ajang memotivasi generasi muda bola dan sarana komunikasi. Dengan olahraga pikiran kita menjadi sehat, menjadi semangat dan tugas kita bisa optimal untuk Makassar terlebih untuk NKRI yang kita cintai bersama,” tambah Mayjen Totok. (**)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

NEWS

Kisah Haru Guru Mengaji di Sidrap: Hidup Sebatangkara di Rumah Tak Layak Huni

Published

on

KITASULSEL—SIDRAP — Kisah pilu datang dari Kelurahan Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap. Seorang guru mengaji bernama Fatimah (50) kini harus menjalani hidup dalam kondisi serba keterbatasan di rumah yang tidak layak huni.

Perempuan yang dikenal sebagai pengajar Al-Qur’an bagi anak-anak di lingkungannya itu kini tak lagi mampu melanjutkan aktivitas mengajarnya karena kondisi kesehatan yang terus menurun.

Fatimah diketahui hidup seorang diri tanpa keluarga yang mendampingi. Ia juga mengalami keterbatasan fisik sehingga harus menggunakan tongkat setiap kali berjalan.

Padahal selama bertahun-tahun, Fatimah dikenal sebagai sosok yang tulus mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak membaca Al-Qur’an. Ia mengajar puluhan santri di TPA Nurul Imam yang berada di Kelurahan Amparita.

Namun, kondisi fisik yang semakin lemah serta keadaan rumah yang memprihatinkan membuat aktivitas mengajinya terhenti.

Salah seorang warga setempat, Yahya, menyampaikan keprihatinan masyarakat terhadap kondisi yang dialami Fatimah. Menurutnya, sosok Fatimah selama ini telah memberikan kontribusi besar dalam pendidikan keagamaan di lingkungan mereka.

“Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun pihak terkait agar Ibu Fatimah bisa mendapatkan pengobatan dan bantuan perbaikan rumah. Semoga beliau bisa kembali mengajar mengaji seperti dulu,” ujar Yahya, Senin (16/3/2026).

Warga setempat juga telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidrap dengan harapan pemerintah dapat segera turun tangan memberikan bantuan yang dibutuhkan.

Bagi masyarakat Amparita, Fatimah bukan sekadar guru mengaji, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi penerang bagi generasi muda dalam mengenal dan mencintai Al-Qur’an. Mereka berharap kepedulian berbagai pihak dapat hadir untuk membantu sang guru agar kembali menjalani kehidupan yang lebih layak.

Continue Reading

Trending