Pemkot Makassar
Ultah ke-61, Indira Yusuf Ismail Berikan Doa dan Dukungan ke Suami Danny Pomanto
Kitasulsel–MAKASSAR Ketua TP PKK Kota Makassar sekaligus istri Wali Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail menemani suami tercinta, Danny Pomanto, menyambut hari kelahirannya yang kini menginjak usia 61 tahun.
Perayaan ulang tahun Danny yang digelar tepat pukul 01.00 WITA di Hall Amirullah, Kamis (30/01/2025), dihadiri oleh ratusan kerabat, OPD Pemkot Makasssar hingga para loyalis dan sahabat.
Acara yang berlangsung sederhana namun hangat ini dipenuhi dengan suasana kebersamaan. Hari spesial Danny Pomanto dirayakan dengan sederhana tanpa dekorasi mewah, diawali dengan berdoa bersama, potong kue, dan menyantap hidangan bersama.
Indira, yang sangat mendukung suami tercinta, hadir bersama putri sulung dan menantunya, berbagi kebahagiaan dalam momen spesial tersebut.
Momen penuh kebahagiaan ini semakin terasa hangat dengan kehadiran teman-teman dekat yang selalu mendukung perjalanan hidup dan karier politik Danny Pomanto. Terutama di tengah dinamika politik yang saat ini tengah bergulir.
Indira Yusuf Ismail, dalam kesempatan itu, memberikan doa tulus untuk suaminya.
Sebagai seseorang tumbuh disisi Danny Pomanto, ia hanya berharap sang suami selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan dalam setiap rintangan yang dihadapi.
“Teruslah menjadi inspirasi bagi banyak orang dan semoga segala kebaikan yang ia berikan bisa kembali dengan berlipat ganda,” ujar Indira.
Tidak hanya doa, Indira juga menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh seluruh sahabat-sahabat yang hadir di Hall Amirullah meski badai hujan terus turun sejak sore hari.
“Terima kasih atas semua dukungan dalam setiap langkah dan harapan-harapan baik untuk masa depan bapak Danny Pomanto,” pungkasnya.(*)
Pemkot Makassar
Setelah 10 Tahun Menanti, Wali Kota Makassar Lantik 369 Kepala Sekolah SD dan SMP
Kitasulsel–MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar akhirnya melaksanakan pengukuhan dan pelantikan kepala sekolah secara komprehensif, massal, dan berlandaskan legalitas yang kuat setelah penantian selama satu dekade. Sebanyak 369 kepala sekolah tingkat SD dan SMP resmi dilantik dan dikukuhkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, di Tribun Lapangan Karebosi, Selasa (23/6/2026).
Pelantikan tersebut terdiri atas 314 kepala sekolah SD dan 55 kepala sekolah SMP yang telah melalui proses seleksi ketat, objektif, dan transparan. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola pendidikan di Kota Makassar.
Dalam arahannya, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa amanah besar dan tanggung jawab berat telah menanti para kepala sekolah yang baru dilantik. Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme, terutama dalam mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026.
“Tugas berat dan tanggung jawab besar sudah menanti bapak dan ibu di depan mata. Saat ini kita berada di era di mana tuntutan masyarakat terhadap transparansi publik sangat tinggi,” ujar Munafri.
Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menekankan bahwa pelaksanaan SPMB 2026 harus berlangsung secara jujur, adil, transparan, dan bebas dari segala bentuk praktik yang mencederai dunia pendidikan.
“Saya tidak ingin lagi mendengar ada budaya titip-menitip, praktik transaksional, atau bentuk kecurangan apa pun yang mencederai hak anak-anak kita untuk memperoleh pendidikan secara adil,” tegasnya.
Menurut Munafri, sekolah merupakan laboratorium moral yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, seluruh proses pendidikan, termasuk penerimaan peserta didik baru, harus berlandaskan nilai kejujuran dan keadilan.
Pada kesempatan tersebut, Munafri mengungkapkan bahwa pengukuhan kepala sekolah secara massal ini menjadi yang pertama dilaksanakan kembali setelah 10 tahun. Berbagai dinamika regulasi, proses administrasi, hingga persoalan validasi data menjadi tantangan yang selama ini menghambat pengangkatan kepala sekolah definitif.
“Selama sepuluh tahun kita menghadapi berbagai tantangan dan transisi. Namun hari ini penantian panjang itu berakhir. Kita tidak ingin sekadar menunjuk seseorang menjadi pemimpin sekolah, tetapi ingin membangun fondasi yang kokoh bagi kemajuan pendidikan di Kota Makassar,” ungkapnya.
Selain fokus pada pelaksanaan SPMB, Munafri juga menginstruksikan seluruh kepala sekolah agar segera melakukan percepatan terhadap berbagai program prioritas pendidikan Pemerintah Kota Makassar. Ia menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, bebas perundungan, serta memastikan tidak ada lagi anak-anak Makassar yang putus sekolah.
“Pastikan tidak ada lagi anak-anak Makassar yang putus sekolah. Pendidikan harus bisa diakses secara merata dan berkualitas oleh seluruh warga,” katanya.
Tak hanya itu, Munafri juga menyoroti pentingnya pembenahan data pegawai, khususnya data guru, yang selama ini menjadi salah satu kendala utama dalam proses pengukuhan kepala sekolah. Menurutnya, akurasi data menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran.
“Di era digital saat ini, data adalah kompas. Data yang keliru akan melahirkan kebijakan yang keliru. Data guru yang tidak akurat dapat menghambat karier mereka dan mengganggu pemetaan mutu pendidikan,” jelasnya.
Ia meminta seluruh kepala sekolah menjadikan pembenahan dan validasi data sebagai pekerjaan prioritas setelah kembali ke sekolah masing-masing.
Dalam suasana penuh khidmat, Munafri bahkan menyempatkan diri menyalami satu per satu para kepala sekolah yang baru dilantik sebagai bentuk penghormatan atas amanah besar yang kini mereka emban.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, turut menyampaikan pesan khusus kepada para kepala sekolah yang baru dilantik. Menurutnya, jabatan kepala sekolah bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Pelantikan ini bukan sekadar penugasan jabatan, tetapi amanah besar untuk melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujar Aliyah.
Ia berharap para kepala sekolah mampu menjadi pemimpin yang inspiratif, profesional, dan inovatif dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Makassar. Selain itu, kepala sekolah juga diharapkan mampu membangun budaya sekolah yang sehat, inklusif, aman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Menurut Aliyah, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan di tingkat sekolah. Karena itu, para kepala sekolah diharapkan menjadi teladan bagi guru, tenaga kependidikan, siswa, maupun orang tua dalam membangun ekosistem pendidikan yang lebih baik.
“Dengan kolaborasi, dedikasi, dan inovasi yang terus dikembangkan, saya optimistis pendidikan di Kota Makassar akan semakin maju di masa depan,” tutup Aliyah.
Pelantikan dan pengukuhan 369 kepala sekolah ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat kualitas tata kelola pendidikan, sekaligus membangun fondasi yang kokoh untuk mencetak generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing di masa mendatang.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










You must be logged in to post a comment Login