Pemkot Makassar
Munafri Arifuddin Laksanakan Salat Zuhur Perdana di Balai Kota Bersama Pegawai Pemkot Makassar
- /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-03-at-14.17.36-1024x681-1-1000x600.jpeg&description=Munafri Arifuddin Laksanakan Salat Zuhur Perdana di Balai Kota Bersama Pegawai Pemkot Makassar', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-03-at-14.17.36-1024x681-1-1000x600.jpeg&description=Munafri Arifuddin Laksanakan Salat Zuhur Perdana di Balai Kota Bersama Pegawai Pemkot Makassar', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
kitasulsel–MAKASSAR Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, melaksanakan salat Zuhur berjemaah perdana di Masjid Rahmatul Ilham, kompleks Balai Kota Makassar, Senin (3/03/2025). Ini menjadi salat perdana Munafri di Balai Kota setelah resmi menjabat sebagai Wali Kota Makassar.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri tidak hanya ikut berjemaah, tetapi juga bertindak sebagai muazin dengan mengumandangkan azan Zuhur. Para pegawai lingkup Pemerintah Kota Makassar turut mengikuti salat berjemaah bersama orang nomor satu di Makassar itu.
Usai salat, Munafri menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh jemaah. Dia menegaskan bahwa jabatan yang disandangnya saat ini hanya bersifat simbol duniawi dan tidak perlu dibawa saat berada di masjid.
“Saya ingin menyampaikan pada hari ini sedikit pesan kepada kita semua bahwa saya pertama kali hari ini secara resmi masuk ke balai kota ini dengan jabatan wali kota Makassar. Jabatan ini hanya sebuah simbol duniawi. Jadi, tolong simbol-simbol ini ditanggalkan ketika kita ada di masjid,” ujar Munafri.
Selain menjadi tempat ibadah, Munafri juga berharap masjid bisa menjadi ruang diskusi yang bermanfaat bagi pegawai di sela-sela waktu salat. Dia menginginkan masjid digunakan untuk aktivitas yang positif, bukan sekadar tempat beristirahat saat jam kerja.
“Ke dua, masjid ini harus kita pakai sebagaimana benar-benar masjid. Bukan cuma untuk melaksanakan kegiatan ibadah tapi juga di masjid ini kita akan gunakan sebagai tempat berdiskusi di sela-sela kita telah melaksanakan salat-salat fardhu kita,” katanya.
“Dan saya berharap masjid ini bukan dijadikan tempat untuk sembunyi, atau pelarian, atau tempat untuk berleha-leha pada saat semua orang bekerja,” imbuh Munafri.
Lebih jauh, dia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan masjid. Dia meminta kepada seluruh jemaah agar tidak meninggalkan sisa kotoran, terutama di area tempat wudu dan toilet.
Kebersihan masjid, menurut Munafri, menjadi salah satu hal utama yang harus diperhatikan. Dia tidak ingin kenyamanan beribadah terganggu akibat debu atau bau tidak sedap di dalam masjid.
“Ke tiga, saya akan sangat memperhatikan kebersihan masjid. Jadi tolong masjid ini betul-betul dijaga kebersihannya, terutama tempat wudhu dan toiletnya. Jangan sekali-kali tinggalkan bekas apapun. Marbot yang bertugas, perhatikan kebersihan toilet dan tempat wudu,” tegasnya.
Dia juga menegaskan bahwa masjid harus memberikan kenyamanan bagi jemaah, termasuk dalam aspek kebersihan karpet dan udara di dalamnya.
“Kebersihan, wangi, itu yang menjadi hal utama di masjid,” kata Munafri.
Di akhir penyampaiannya, Munafri mengajak seluruh pegawai untuk aktif melaksanakan salat berjemaah di masjid. Dia menilai kebiasaan ini penting untuk memperkuat nilai spiritualitas sekaligus mempererat hubungan antarpegawai Pemkot Makassar.
“Jadi tolong, ini diperhatikan, lakukan kegiatan ibadah ini secara bersama-sama, salat jemaah merupakan hal yang sangat penting untuk kita semua,” pungkasnya.(*)
Pemkot Makassar
Sekda Makassar Tekankan Sinergi Lintas OPD dalam Penanganan ODGJ
Kitasulsel–MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menekankan pentingnya sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Makassar.
Hal tersebut disampaikan Andi Zulkifly usai membuka Pertemuan Koordinasi Penanganan ODGJ pada subkegiatan pengelolaan pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Makassar di Hotel Aston Makassar, Selasa (5/5/2026).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa penanganan ODGJ tidak dapat dilakukan secara sektoral, melainkan harus melibatkan berbagai pihak secara terpadu.
“Penanganan ODGJ ini adalah tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya dibebankan pada Dinas Sosial atau Dinas Kesehatan saja, tetapi harus dilakukan secara komprehensif oleh seluruh OPD terkait,” ujar Andi Zulkifly.
Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Makassar tersebut menjelaskan bahwa selama ini masih terdapat ego sektoral yang membuat penanganan ODGJ belum berjalan optimal.
Melalui forum koordinasi ini, diharapkan dapat dihasilkan standar operasional prosedur (SOP) serta alur penanganan yang jelas dan terintegrasi.
Ia memaparkan, penanganan ODGJ umumnya berawal dari laporan masyarakat di tingkat RT/RW yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan dan kecamatan. Selanjutnya, puskesmas melakukan asesmen awal guna memastikan kondisi kejiwaan pasien.
“Setelah dilakukan asesmen oleh tenaga kesehatan, perlu ada pengamanan oleh Satpol PP dan dukungan dari pihak kecamatan serta kelurahan. Kemudian, penanganan dilanjutkan ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit,” jelasnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya peran Dinas Sosial dalam proses rehabilitasi sosial hingga pengembalian pasien kepada keluarga (reunifikasi), termasuk pemantauan lanjutan terhadap kondisi pasien pasca perawatan.
“Perlu ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab mulai dari penanganan awal, pengantaran ke rumah sakit, hingga proses pemulangan dan monitoring pasca perawatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andi Zulkifly menekankan bahwa penanganan ODGJ harus dilakukan secara humanis dan bermartabat, disertai edukasi kepada masyarakat guna mengurangi stigma negatif.
“ODGJ ini bisa disembuhkan. Karena itu, perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar keluarga tidak mengucilkan atau menelantarkan, tetapi justru mendukung proses penyembuhan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa penanganan ODGJ merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kota Makassar sebagai kota inklusif.
“Jangan sampai karena penanganan yang tidak optimal, Kota Makassar dinilai tidak inklusif. Padahal, inklusivitas adalah bagian dari visi besar pemerintah kota,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Andi Zulkifly meminta seluruh OPD terkait, termasuk kecamatan, Satpol PP, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga pihak rumah sakit untuk segera menyusun rencana aksi dan roadmap penanganan ODGJ yang terintegrasi.
“Saya minta hari ini sudah ada rencana aksi yang jelas dan disepakati bersama. Semua pihak harus memahami perannya masing-masing agar penanganan ODGJ bisa dilakukan secara cepat dan tepat,” pungkasnya.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49
You must be logged in to post a comment Login