Pemkot Makassar
Aliyah Mustika Ilham Serahkan Bantuan untuk UMKM Disabilitas di PKU Akbar PT PNM
- /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250619-WA0069.jpgwidth640height360.jpg&description=Aliyah Mustika Ilham Serahkan Bantuan untuk UMKM Disabilitas di PKU Akbar PT PNM', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/06/IMG-20250619-WA0069.jpgwidth640height360.jpg&description=Aliyah Mustika Ilham Serahkan Bantuan untuk UMKM Disabilitas di PKU Akbar PT PNM', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Kitasulsel–MAKASSAR Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, membuka kegiatan Pelatihan Nasabah Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Makassar, di Lapangan Karebosi, Jl. Ahmad Yani, Makassar, Kamis (19/6/2025).
Mengusung tema “Digitalisasi UMKM Menuju Era 5.0”, kegiatan ini diikuti oleh 1.000 peserta dari kalangan nasabah dan pelaku UMKM binaan PT. PNM.
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong transformasi pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan digitalisasi dan pasar global.
Setibanya di lokasi, Aliyah Mustika Ilham menyempatkan diri mengunjungi stan-stan UMKM yang menampilkan berbagai produk lokal unggulan, mulai dari makanan khas seperti coto dan pallubasa, hingga aneka cemilan, minuman, dan produk kreatif hasil inovasi para pelaku usaha binaan PNM.
Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, serta pertunjukan tarian Paraga, yang merupakan warisan budaya lokal Makassar.
Dalam sambutannya, Aliyah Mustika Ilham menyampaikan pentingnya transformasi digital sebagai keniscayaan bagi UMKM agar tetap relevan dan kompetitif.
“Dengan digitalisasi, UMKM tidak hanya dapat menjangkau pasar yang lebih luas tetapi juga meningkatkan profesionalisme dan memperkaya inovasi produk, serta memperkuat daya saing. Ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan dalam menghadapi era 5.0,” ujar Aliyah Mustika Ilham.
Ia juga menekankan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program unggulan Makassar Mulia.
Mendorong kota yang inklusif, aman dan berkelanjutan.
Serta inisiatif Makassar Creative Hub sebagai ruang kolaborasi antara UMKM dan pelaku industri kreatif.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Aliyah Mustika Ilham menyerahkan secara simbolis bantuan dari PNM dan Pelindo kepada pelaku UMKM penyandang disabilitas yang akan ditindaklanjuti oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar.
“Pemkot Makassar akan terus hadir dan mendukung setiap upaya pemberdayaan UMKM. Terima kasih kepada PT. PNM yang telah menggelar acara penuh manfaat ini,” tambahnya.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan pimpinan instansi. Moch Muchlasin Pimpinan Kanwil OJK Sulsel-Sulbar, Ngadenan Pemimpin Wilayah Pegadaian Makassar, Octo Wibisono Kepala Divisi PKU Pusat, Iwan Supriyanto Regional Micro Banking Head BRI Kanwil Makassar, Iwan Sjarifuddin General Manager PT Pelabuhan Indonesia Cabang Makassar, Nielma Palamba Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar, Muh. Arief Akbar Representative Office Manager Jasindo Makassar, Hery Tri Nuryanto, Kepala Bagian Administrasi Jasa Raharja Kanwil Sulsel, Al’adiyat Ramadhan Business Supervisor BRINS Makassar, Hasnah A Fungsional Pekerja Sosial Ahli Muda, Abd. Jurlan Wakil Ketua IV Baznas Kota Makassar, Haerul HCBP & GA Holding PT. Hadji Kalla, Alip Fajar Manajer Bank Indonesia Perwakilan Sulsel, dan Arlin Ariesta Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar.
Melalui kegiatan ini, PT. PNM menegaskan komitmennya dalam membina dan mengembangkan kapasitas pelaku UMKM agar dapat naik kelas dan berdaya saing dalam menghadapi dinamika ekonomi global. (*)
Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Dorong ASN Menulis Buku, Perkuat Budaya Literasi di Era Digital
Kitasulsel–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi dan pengembangan perpustakaan sebagai gerbang ilmu pengetahuan masa depan di Kota Makassar.
Komitmen tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan talkshow literasi memperingati Hari Buku Nasional Tahun 2026 yang digelar oleh Universitas Hasanuddin melalui Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Budaya Literasi Akademik di Era Transformasi Digital” tersebut berlangsung penuh antusias dan dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, serta jajaran pemerintah daerah.
Turut hadir dalam kegiatan itu Bunda Literasi Kota Makassar yang juga Bunda PAUD, Melinda Aksa.
Dalam paparannya, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan internal pemerintahan.
Ia mendorong aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat eselon III seperti kepala bidang, kepala subbagian, hingga kepala dinas untuk mulai menghasilkan karya tulis berupa buku sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan literasi masyarakat.
“ASN harus punya karya. Minimal satu buku yang bisa menjadi pegangan, baik sebagai referensi maupun bentuk penguatan literasi personal dan institusional,” ujar Munafri.
Menurutnya, budaya menulis di lingkungan birokrasi perlu terus dibangun agar pengalaman, gagasan, serta pengetahuan para ASN dapat diwariskan dan menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat luas.
Munafri menjelaskan, buku yang ditulis ASN tidak harus bersifat akademik berat atau menggunakan bahasa yang rumit. Sebaliknya, ia berharap buku tersebut dapat disusun dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh pelajar tingkat SD maupun SMP.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti pengelolaan sampah, kepedulian lingkungan, perlindungan hewan, hingga pola hidup sehat di ruang terbatas perkotaan.
Menurut Appi, langkah tersebut merupakan strategi konkret menghadirkan literasi yang lebih aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kalau setiap perangkat daerah mampu menghasilkan satu buku setiap tahun, maka akan ada sekitar 150 buku baru yang diproduksi Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.
Buku-buku tersebut, lanjutnya, nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Kota Makassar sebagai bahan bacaan tambahan yang kontekstual dan relevan dengan kondisi daerah.
“Saat ini terdapat puluhan SMP dan ratusan SD di Makassar yang membutuhkan bahan bacaan kontekstual dan mudah dipahami,” sambung politisi Partai Golkar itu.
Lebih jauh, alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin tersebut menekankan bahwa penguatan budaya literasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, penerbit, komunitas literasi, hingga masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun budaya baca yang kuat.
Ia mengungkapkan, selama ini berbagai persoalan pembangunan Kota Makassar juga kerap didiskusikan bersama kalangan kampus untuk mendapatkan perspektif dan solusi yang lebih luas.
“Artinya, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun kota, termasuk dalam penguatan literasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyoroti pentingnya peran perpustakaan di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku, melainkan harus berkembang menjadi ruang interaksi intelektual yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu, ide, dan komunitas.
“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga memberikan pengetahuan baru dan menjadi ruang pertemuan berbagai segmen masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai perpustakaan harus mampu menjadi ruang asimilasi ilmu pengetahuan yang terbuka dan inklusif bagi seluruh kalangan.
Dalam konteks transformasi digital, Appi menegaskan bahwa digitalisasi bukanlah ancaman bagi keberadaan buku fisik. Sebaliknya, digitalisasi harus menjadi jembatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.
“Digitalisasi tidak menghilangkan buku teks, tetapi menjadi penghubung menuju akses yang lebih luas. Kita harus membangun kombinasi yang baik antara keduanya,” katanya.
Munafri juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menghadirkan perpustakaan daerah yang modern dan mampu bersaing sebagai salah satu perpustakaan terbaik di Sulawesi Selatan.
Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, ia optimistis pengembangan fasilitas dan layanan perpustakaan daerah akan terus mengalami peningkatan dalam waktu dekat.
Selain itu, melalui Dinas Perpustakaan, Pemerintah Kota Makassar juga rutin menjalankan berbagai program literasi yang menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Di akhir penyampaiannya, Munafri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan indeks literasi Kota Makassar yang saat ini tergolong tinggi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia berharap seluruh kegiatan literasi tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Literasi bukan tanggung jawab satu pihak saja. Ini adalah kerja kolaboratif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan budaya baca, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat melahirkan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan adaptif menghadapi tantangan perkembangan zaman di era digital.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49
You must be logged in to post a comment Login