Connect with us

Luwu Timur

Tabligh Akbar di Masjid Babul Khaer Semarak, Kehadiran Ulama Tarim Yaman Disambut Antusias Jamaah Luwu Timur

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR Ratusan jamaah memadati Masjid Babul Khaer, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, pada Senin malam (17/11/2025) dalam gelaran Tabligh Akbar yang menghadirkan ulama karismatik asal Tarim, Yaman, Al Habib Muhammad bin Al Habib Munsib Ali Al Habsyi. Kegiatan bernuansa religius itu berlangsung penuh kekhidmatan dan disambut hangat oleh masyarakat yang telah menantikan kehadiran beliau sejak lama.

Kemeriahan acara terasa sejak awal, terlebih ketika Bupati Luwu Timur, H. Irwan Bachri Syam, bersama Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler memasuki area masjid didampingi rombongan ulama. Suara takbir dan shalawat menggema, menghadirkan suasana haru sekaligus penuh penghormatan.

Turut hadir para ulama dan tokoh agama seperti Al Habib Alwi bin Ahmad Al Habsy, Tuan Guru H. Adam Noor Syarkawi, Tuan Guru H. Amad Zaini Zain, Ustaz Ahmad Fanani, Ustaz Fathan Firly, Ustaz H. Firdaus Malie, serta penerjemah Ustaz Fathan Mubina.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Ikuti Vidcon Rapurna TMMD ke-46 TA 2025, Tegaskan Komitmen Dukung Pembangunan Desa

Kedatangan ulama besar dari Kota Tarim ini menjadi momen istimewa bagi Luwu Timur. Hingga kini, hanya dua daerah di Indonesia yang berkesempatan dikunjungi oleh beliau, yakni Kota Banjar dan Kabupaten Luwu Timur. Tidak heran jika masyarakat menyambutnya dengan penuh semangat dan rasa syukur.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan apresiasi atas besarnya antusiasme jamaah yang hadir untuk mendengarkan ceramah dari ulama internasional tersebut.

“Kehadiran beliau membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi kita. Sejak tiba di Luwu Timur, banyak kebaikan yang kami rasakan. Mari kita dengarkan dan amalkan pesan-pesan beliau, serta terus memohon kepada Allah agar daerah kita selalu berada dalam lindungan dan rahmat-Nya,” ujar Bupati Irwan.

BACA JUGA  FGD Kunjungan Belajar Pandu Juara, Bupati Lutim: Saya Kawal Prosesnya, Pastikan Peserta Serap Ilmunya

Sementara itu, melalui penerjemah Ustaz Fathan Mubina, Al Habib Muhammad bin Al Habib Munsib Ali Al Habsyi menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat masyarakat. Ia menilai Luwu Timur memiliki pemimpin yang peduli pada kehidupan beragama masyarakatnya.

“Warga Luwu Timur sangat beruntung memiliki pemimpin seperti Bupati Irwan, yang berupaya mengajak masyarakat dalam jalan kebaikan. Semoga Allah menambahkan keberkahan dan kebaikan di daerah ini,” ungkapnya.

Beliau juga memberikan apresiasi terhadap program-program keagamaan Pemkab Luwu Timur, seperti pembiasaan salat berjamaah di masjid dan program umrah gratis bagi ASN.

“Program seperti ini mempererat ukhuwah dan memberi contoh baik kepada masyarakat. Semoga para pemimpin terus menebarkan kemaslahatan dan menjaga silaturahmi,” tambahnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Harap Masyarakat Dukung Program Desa

Dalam ceramahnya, Al Habib Munsib menyampaikan tiga pesan penting yang menjadi pengingat bagi seluruh jamaah, yakni:

1. Dalam keluarga, setiap anggota hendaknya saling membantu dan mendukung dalam hal kebaikan.

2. Dalam kelompok atau komunitas, kita dianjurkan untuk memberikan manfaat bagi sesama.

3. Dalam kehidupan sosial secara umum, setiap manusia wajib menumbuhkan kasih sayang dan saling menghormati.

Pesan-pesan tersebut mengajak masyarakat Luwu Timur untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kepedulian, dan keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara Tabligh Akbar malam itu pun menjadi salah satu momen religius berkesan yang diharapkan memberi dampak positif bagi kehidupan spiritual masyarakat di daerah tersebut.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Luwu Timur

Potongan TBS Naik Jadi 4,5 Persen, Ketua Koperasi KIM: Petani Jangan Dijadikan Korban

Published

on

KITASULSEL—LUWU TIMUR – Kebijakan kenaikan potongan Tandan Buah Segar (TBS) yang diterapkan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Teguh Wira Pratama (TWP) menuai sorotan keras dari kalangan petani sawit. Potongan yang sebelumnya berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen kini disebut telah meningkat menjadi 4,5 persen, sehingga dinilai semakin membebani petani.

Ketua Koperasi KIM, Mudatsir Musmian, secara tegas mengecam kebijakan tersebut karena dianggap tidak memiliki dasar yang jelas dan bertentangan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan petani sawit.

Menurut Mudatsir, pemerintah pusat saat ini tengah mendorong perbaikan tata niaga dan peningkatan pendapatan petani melalui berbagai kebijakan strategis. Namun, di saat harga sawit mulai menunjukkan perbaikan, justru muncul kebijakan kenaikan potongan yang dinilai merugikan petani.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Apel Pagi, ASN Diajak Berdonasi untuk Korban Bencana di Sumatera

“Kami sangat menyayangkan keputusan PKS PT TWP yang menaikkan potongan TBS hingga 4,5 persen. Sampai hari ini, pihak pabrik tidak pernah menyampaikan secara terbuka dasar perhitungan maupun landasan kebijakan tersebut kepada petani maupun mitra koperasi,” tegas Mudatsir, Selasa (10/6/2026).

Ia menjelaskan, selama ini potongan TBS yang diberlakukan masih berada pada kisaran 2,5 hingga 3,5 persen. Namun, kenaikan menjadi 4,5 persen dianggap tidak wajar karena tidak disertai transparansi dan penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kenaikan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan petani. Jangan sampai muncul anggapan bahwa kebijakan ini hanya akal-akalan untuk mengurangi harga yang diterima petani. Sebab, ketika harga sawit mulai membaik, justru potongan dinaikkan tanpa penjelasan yang jelas,” ujarnya.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Harap Masyarakat Dukung Program Desa

Sebagai organisasi yang bermitra langsung dengan petani sawit, Koperasi KIM menyatakan keberatan atas kebijakan tersebut dan meminta agar setiap perubahan yang berdampak terhadap pendapatan petani dilakukan secara terbuka serta berdasarkan aturan yang jelas.

Mudatsir menilai kenaikan potongan sebesar 4,5 persen akan berdampak langsung terhadap berkurangnya pendapatan petani. Kondisi ini dinilai semakin memberatkan karena petani saat ini juga menghadapi tingginya biaya produksi, mulai dari harga pupuk, biaya perawatan kebun, hingga biaya operasional panen.

“Kebijakan ini sangat merugikan petani. Jika memang ada alasan teknis atau regulasi yang menjadi dasar kenaikan potongan, maka pihak pabrik wajib menyampaikan secara terbuka kepada publik. Transparansi adalah hal yang sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan keresahan di kalangan petani,” katanya.

BACA JUGA  Bupati dan Ketua TP-PKK Lutim Hadiri Peringatan Hari Jadi Sulsel ke 356

Koperasi KIM juga mendesak manajemen PKS PT TWP untuk segera memberikan penjelasan resmi terkait dasar hukum, metode perhitungan, serta alasan kenaikan potongan TBS tersebut. Selain itu, pihaknya meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pengawasan serta evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai berpotensi merugikan petani.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah daerah dan instansi terkait agar hak-hak petani tetap terlindungi. Jangan sampai petani menjadi pihak yang selalu menanggung beban dari setiap kebijakan yang tidak transparan,” tutup Mudatsir.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PKS PT Teguh Wira Pratama (TWP) belum memberikan keterangan resmi terkait alasan kenaikan potongan TBS hingga 4,5 persen tersebut.

Continue Reading

Trending