Connect with us

Provinsi Sulawesi Selatan

Pemprov Sulsel Pertegas Komitmen Infrastruktur, Tujuh Ruas Jalan Rusak Berat di Pinrang Kini Ditangani Lewat Skema Bantuan Keuangan Daerah

Published

on

Kitasulsel–PINRANG Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) kembali menegaskan komitmennya dalam percepatan pembangunan infrastruktur strategis di daerah. Melalui skema Bantuan Keuangan Daerah pada masa kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, Pemprov Sulsel resmi mengintervensi perbaikan tujuh ruas jalan prioritas yang selama ini mengalami kerusakan berat di Kabupaten Pinrang.

Langkah tersebut menjadi wujud pemerataan pembangunan, sekaligus respons nyata pemerintah provinsi terhadap kebutuhan peningkatan konektivitas yang selama ini menjadi harapan masyarakat Pinrang.

Pemprov Sulsel Bantu Atasi Keterbatasan Anggaran Daerah

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pinrang, Muh. Sastera, S.T., M.T., menyampaikan bahwa dukungan fiskal dari Pemprov Sulsel sangat strategis di tengah keterbatasan kemampuan keuangan pemerintah daerah (Pemda).

“Dengan adanya bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sulsel, sangat membantu dalam penanganan ruas jalan dengan kondisi rusak berat,” ujar Sastera di Pinrang, Rabu (26/11/2025).

BACA JUGA  PON XXI Aceh-Sumut, Raihan Medali Kontingen Sulsel Terus Bertambah

Ia menjelaskan bahwa besarnya beban perbaikan infrastruktur jalan tidak bisa ditangani hanya dengan APBD kabupaten, mengingat panjangnya ruas jalan dan besarnya biaya pemeliharaan yang dibutuhkan setiap tahun.

Tujuh Ruas Jalan Prioritas yang Ditangani

Saat ini, tujuh ruas jalan strategis yang masuk dalam prioritas pengerjaan meliputi:

1. Ruas Tuppu – Pao

2. Salopi – Pajalele

3. Pinrang – Langnga

4. Patobong – Makoring

5. Corawali – Boki

6. Kawasan Perkotaan Pinrang

7. Ruas Tamappa – Garessi

Ruas-ruas tersebut merupakan jalur vital yang menjadi akses utama bagi mobilitas masyarakat, distribusi komoditas pertanian, serta aktivitas sosial-ekonomi lainnya. Kerusakan yang berlangsung bertahun-tahun menyebabkan tingginya biaya logistik, meningkatnya risiko kecelakaan, dan menurunnya kualitas pelayanan publik di bidang transportasi.

BACA JUGA  Ramadhan Leadership Camp Resmi Dibuka, Pemprov Sulsel Perkuat Karakter dan Kepemimpinan ASN

Dengan intervensi Pemprov Sulsel, seluruh ruas tersebut kini masuk dalam tahap pengerjaan yang ditargetkan selesai secepatnya sesuai standar teknis.

Dampak Ekonomi: Konektivitas Makin Cepat, Biaya Logistik Menurun

Program bantuan keuangan dari provinsi ini diproyeksikan membawa multiplier effect yang signifikan bagi Pinrang. Perbaikan infrastruktur jalan akan:

memangkas waktu tempuh angkutan hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi Pinrang,

menekan biaya operasional kendaraan yang selama ini tinggi akibat kondisi jalan yang rusak,

mendorong percepatan distribusi barang dan jasa,

serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Pinrang.

Selain itu, peningkatan kualitas jalan dipandang akan memperbaiki akses layanan publik dan mempercepat pertumbuhan ekonomi sektor UMKM yang mengandalkan mobilitas harian.

Bantuan Keuangan Rp20 Miliar untuk Infrastruktur dan UMKM

Sebagai informasi, penanganan tujuh ruas jalan tersebut merupakan bagian dari bantuan keuangan Pemprov Sulsel sebesar Rp20 miliar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang. Dana bantuan tersebut dialokasikan tidak hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA  Sulsel Hadirkan Mesin Pencetak KTP Mobile Pertama, Gubernur: Dekatkan Layanan ke Desa

Kolaborasi Pemprov Sulsel dan Pemkab Pinrang ini diharapkan mampu memperkuat ekonomi lokal dan membuka ruang percepatan pembangunan yang selama ini terkendala keterbatasan anggaran.

Komitmen Berkelanjutan Pemprov Sulsel

Dengan intervensi ini, Pemprov Sulsel kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur merata dan berkeadilan. Upaya ini menjadi bagian dari visi besar percepatan konektivitas Sulawesi Selatan, terutama di wilayah yang menjadi sentra produksi pertanian seperti Pinrang.

Melalui sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten, masyarakat Pinrang kini dapat menantikan hadirnya jalan-jalan yang lebih layak, aman, dan menunjang aktivitas perekonomian sehari-hari.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Provinsi Sulawesi Selatan

Wagub Sulsel Kunjungi Sentra Tenun Lipa Sabbe Sidrap, Dorong Pelestarian dan Daya Saing Produk Lokal

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP —— Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, melakukan kunjungan kerja ke salah satu sentra kerajinan tenun lipa sabbe di Kelurahan Arateng, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (7/4/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mendorong pengembangan usaha kerajinan tradisional masyarakat agar mampu bersaing di tengah pasar yang semakin kompetitif.

Dalam kesempatan itu, Fatmawati Rusdi yang didampingi Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, meninjau langsung proses pembuatan tenun lipa sabbe. Ia menyaksikan tahapan produksi mulai dari penyiapan benang hingga proses penenunan yang masih menggunakan metode tradisional oleh para perajin setempat.

Di sela kunjungan, Fatmawati juga berdialog dengan para perajin untuk mendengar langsung berbagai tantangan yang dihadapi, mulai dari pemasaran produk, ketersediaan bahan baku, hingga upaya meningkatkan kualitas dan daya saing tenun di pasar yang lebih luas.

BACA JUGA  Gubernur Andi Sudirman Luncurkan Lima Juta Kilogram Benih Padi Gratis untuk Petani Sulsel

“Pemerintah terus berupaya mendukung pengembangan usaha tradisional agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Fatmawati Rusdi.

Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Camat Tellu Limpoe Ridwan Bachtiar, Kepala Puskesmas Amparita Sulastri Saad, Ketua TP PKK Kecamatan Tellu Limpoe Marwah, para lurah, serta jajaran TP PKK kelurahan.

Sementara itu, Wakil Bupati Sidrap Nurkanaah menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pelaku usaha kerajinan di daerahnya.

“Ini menjadi motivasi bagi para pelaku usaha tenun tradisional untuk terus mempertahankan warisan budaya daerah,” ujarnya.

Melalui penguatan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, sektor kerajinan tenun lipa sabbe diharapkan terus berkembang sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan, sekaligus menjaga identitas budaya khas Sidenreng Rappang yang telah diwariskan secara turun-temurun.

BACA JUGA  Sulsel Hadirkan Mesin Pencetak KTP Mobile Pertama, Gubernur: Dekatkan Layanan ke Desa
Continue Reading

Trending