Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Seleksi Paskibraka Luwu Timur 2026 Masuki Tahap TWK, 128 Peserta Bersaing Ketat

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar tahapan seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Kesbangpol Luwu Timur, Kamis (02/04/2026), sebagai bagian dari persiapan upacara Hari Kemerdekaan Indonesia.

Seleksi yang tengah berjalan saat ini merupakan tahap kedua, yakni Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Peserta yang dinyatakan lulus akan diumumkan melalui aplikasi Transparansi Paskibraka dan berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu Tes Intelegensi Umum (TIU).

Kepala Kesbangpol Luwu Timur, Salam Latief, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat dan transparan guna menjaring putra-putri terbaik daerah.

“Seleksi ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme, disiplin, serta tanggung jawab. Kami berharap peserta dapat mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Gelar Rapat Forum Kabupaten Sehat, Fokus Benahi Indikator Penilaian

Ia menjelaskan, jumlah pendaftar tahun ini mencapai 128 siswa-siswi tingkat SLTA sederajat se-Luwu Timur. Dari jumlah tersebut, hanya 70 orang yang akan diterima sebagai Paskibraka tingkat kabupaten, serta 4 orang untuk mewakili ke tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

“Peserta terdiri dari 75 laki-laki dan 53 perempuan. Adapun tim seleksi berasal dari unsur TNI dan Polri,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan hari ini, peserta mengikuti dua jenis tes sekaligus, yakni Tes Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PWK) serta Tes Intelegensi Umum (TIU). Tahapan ini dirancang untuk mengukur kemampuan intelektual sekaligus pemahaman kebangsaan para peserta.

Salam Latief menambahkan, setelah tahapan ini peserta yang lolos akan melanjutkan ke serangkaian seleksi lanjutan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan, seleksi kepribadian hingga wawancara.

BACA JUGA  Inkado Luwu Timur Juara Umum Kejuaraan Karate Hari Bhayangkara ke-80, Bupati Siapkan Turnamen Nasional

“Kami mengapresiasi panitia yang telah menyusun tahapan seleksi secara sistematis dan terukur demi menjaring putra-putri terbaik Luwu Timur,” tambahnya.

Sementara itu, salah satu peserta dari SMAN 6 Luwu Timur, Kadek Selviani, mencuri perhatian dengan meraih nilai sempurna 100 pada Tes Wawasan Kebangsaan dan nilai 85 pada Tes Intelegensi Umum.

“Alhamdulillah, hasil ini tidak lepas dari doa orang tua serta persiapan belajar yang sungguh-sungguh. Saya akan terus berusaha memberikan yang terbaik di tahapan selanjutnya,” ungkapnya penuh semangat.

Seleksi Paskibraka ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan karakter generasi muda untuk mencetak calon pemimpin yang berintegritas, disiplin, dan berwawasan kebangsaan.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Hadiri Musrenbang Tematik Penanggulangan Kemiskinan Sulsel 2027
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Teken Penetapan LP2B, Irwan Bachri Syam Tegaskan Komitmen Lindungi Lahan Pertanian

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Rapat Koordinasi Finalisasi Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (9/7/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia mengenai percepatan penetapan LP2B di seluruh kabupaten/kota. Pemerintah daerah didorong menetapkan sedikitnya 87 persen luas lahan baku sawah (LBS) sebagai LP2B untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam kegiatan itu, Bupati Irwan Bachri Syam bersama seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menandatangani Berita Acara Penetapan LP2B yang disaksikan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN RI, Nusron Wahid, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.

Selain penandatanganan berita acara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyerahkan dokumen peta LP2B secara simbolis kepada Bupati Luwu Timur bersama perwakilan pemerintah kabupaten/kota lainnya sebagai bagian dari proses penetapan kawasan pertanian yang akan dilindungi secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Hadiri Musrenbang Tematik Penanggulangan Kemiskinan Sulsel 2027

Usai kegiatan, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam percepatan penetapan LP2B. Langkah ini bukan hanya untuk melindungi lahan sawah, tetapi juga sebagai upaya menjaga masa depan pertanian dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujar Irwan.

Ia juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar segera menyusun langkah strategis dan memperkuat koordinasi dalam menjaga kawasan LP2B, sekaligus mendorong penambahan luas lahan yang dilindungi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa penetapan LP2B merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan di tengah meningkatnya alih fungsi lahan pertanian.

BACA JUGA  SSJ Kembali Semarak Usai Lebaran, Warga Luwu Timur Padati BBG

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan regulasi, penataan ruang, serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif.

“Komitmen ini akan diperkuat melalui penandatanganan berita acara penetapan LP2B sebagai bentuk kepastian hukum dalam perlindungan lahan pertanian,” katanya.

Meski demikian, Andi Sudirman mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten/kota diminta mempercepat penyusunan regulasi daerah dan memperkuat sinergi lintas sektor agar target nasional dapat tercapai.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN RI, Nusron Wahid, menegaskan bahwa percepatan penetapan LP2B merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk melindungi lahan sawah sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.

Menurut Nusron, pembangunan nasional membutuhkan ketersediaan tanah dan ruang, namun tetap harus menjaga keseimbangan ekosistem serta mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur dan Luwu Utara Jalin Kerja Sama Penanggulangan Kebakaran di Wilayah Perbatasan

“Hingga saat ini capaian nasional baru sekitar 57 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 87 persen pada 2029. Karena itu dibutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah melalui integrasi LP2B ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Luwu Timur, Raksan, mengungkapkan bahwa capaian penetapan LP2B di Kabupaten Luwu Timur telah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Luas LP2B Luwu Timur mencapai 21.682,18 hektare, sedangkan luas lahan baku sawah sebesar 23.603,49 hektare. Artinya, Luwu Timur sudah berada pada posisi aman dengan capaian 91,10 persen dari target yang diberikan Pemerintah Provinsi,” jelas Raksan.

Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif sebagai fondasi ketahanan pangan daerah dan nasional, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Continue Reading

Trending