Connect with us

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Inovasi GARDA TUMBANG di Desa Compong Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Desa Compong, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang terus memperkuat lini pencegahan stunting melalui inovasi GARDA TUMBANG (Gerakan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak) yang dilaksanakan di Poskesdes setempat.

Program ini digagas oleh Nurmiati, A.Md.Keb., yang juga merupakan penanggung jawab Poskesdes Compong. Inovasi tersebut hadir sebagai solusi atas masih ditemukannya permasalahan tumbuh kembang anak, seperti risiko stunting, keterlambatan perkembangan, hingga rendahnya pemahaman orang tua dalam memantau pertumbuhan anak secara rutin.

Sebelumnya, pelayanan posyandu dinilai masih bersifat konvensional dan belum optimal dalam memberikan edukasi yang menarik serta berkelanjutan kepada masyarakat. Melalui GARDA TUMBANG, pendekatan pelayanan diubah menjadi lebih aktif dan edukatif.

BACA JUGA  Panen Raya Serentak,Bupati Sidrap:Jangan Ada Potongan Yang Merugikan Petani Kita

Program ini mengintegrasikan kegiatan penimbangan berat badan, pengukuran panjang atau tinggi badan, serta pemantauan perkembangan anak dengan edukasi langsung kepada orang tua.

“Kegiatan ini dilakukan secara rutin beriringan dengan pelayanan posyandu di Poskesdes Compong agar mudah diakses oleh ibu dan balita,” terang Nurmiati.

Dalam pelaksanaannya, suasana posyandu menjadi lebih hidup dan interaktif. Tenaga kesehatan bersama kader posyandu melakukan pemeriksaan secara teliti, disertai penjelasan sederhana yang mudah dipahami oleh orang tua. Anak-anak juga diberikan stimulasi perkembangan melalui media bermain edukatif agar merasa nyaman selama proses pemeriksaan.

Kehadiran GARDA TUMBANG mendapat sambutan positif dari masyarakat. Hal ini terlihat dari meningkatnya kehadiran ibu balita dalam kegiatan posyandu serta partisipasi aktif orang tua dalam memantau tumbuh kembang anak.

BACA JUGA  Bupati Sidrap Resmikan Gedung TK Dharma Wanita Desa Sipodeceng

Masyarakat mengaku terbantu karena pelayanan yang diberikan tidak hanya sebatas pemeriksaan, tetapi juga pembekalan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Keberlanjutan inovasi ini turut didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Desa Compong, UPT Puskesmas Barukku, kader posyandu, tenaga kesehatan, serta dukungan lintas sektor terkait.

Sinergi tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga efektivitas pelaksanaan program sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.

Dengan hadirnya GARDA TUMBANG, diharapkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak semakin meningkat, sehingga potensi gangguan pertumbuhan dan perkembangan dapat dideteksi sejak dini. Inovasi ini juga diharapkan mampu menghadirkan pelayanan posyandu yang lebih humanis, edukatif, dan berkelanjutan.

BACA JUGA  Pemkab Sidrap Percepat Penurunan Stunting Lewat Intervensi Gizi di Tellu Limpoe
Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO KAB SIDRAP

Sidrap Matangkan Persiapan Kontingen Menuju Penas Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo

Published

on

Kitasulsel–SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus memantapkan persiapan menjelang keberangkatan kontingen daerah untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan digelar di Provinsi Gorontalo.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rapat pemantapan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sidrap, Andi Rahmat Saleh, di Ruang Rapat Pimpinan Lantai III Kantor Bupati Sidrap, Jumat (12/6/2026).

Rapat tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh aspek teknis dan administrasi keberangkatan kontingen berjalan lancar. Berbagai hal dibahas secara rinci, mulai dari kesiapan peserta, jadwal keberangkatan, koordinasi antarlembaga, hingga strategi untuk memaksimalkan partisipasi Kabupaten Sidrap pada ajang nasional yang mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh Indonesia tersebut.

Pekan Nasional Petani Nelayan merupakan forum strategis yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar pelaku sektor pertanian dan perikanan, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran, pengembangan inovasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pertanian dan kelautan.

Dalam arahannya, Andi Rahmat Saleh menegaskan bahwa keikutsertaan Kabupaten Sidrap dalam Penas XVII memiliki makna penting mengingat daerah tersebut dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan yang bertumpu pada sektor pertanian, peternakan, dan agribisnis.

BACA JUGA  Kebersamaan Ramadan, Bupati dan Wabup Sidrap Berbuka Puasa di Islamic Center

Menurutnya, momentum Penas harus dimanfaatkan secara optimal untuk memperluas wawasan petani dan nelayan, memperkenalkan potensi unggulan daerah, sekaligus membangun jaringan kerja sama yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pembangunan sektor pertanian di Sidrap.

“Semoga momentum Penas XVII dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk memajukan petani dan nelayan di Kabupaten Sidenreng Rappang,” ujar Andi Rahmat Saleh.

Ia menambahkan, keberhasilan kontingen daerah tidak hanya diukur dari kehadiran dalam kegiatan nasional tersebut, tetapi juga dari kemampuan peserta membawa pulang pengetahuan, teknologi, dan pengalaman baru yang dapat diterapkan di daerah masing-masing.

Selain membahas kesiapan teknis keberangkatan, rapat juga menjadi forum evaluasi terhadap berbagai persiapan yang telah dilakukan oleh tim pendamping, penyuluh pertanian, serta organisasi petani yang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Sekda Sidrap memberikan apresiasi atas solidnya koordinasi yang selama ini terjalin antara para penyuluh pertanian, Kontak Tani Nelayan Andalan, dan kelompok tani dalam mempersiapkan kontingen daerah.

Menurutnya, sinergi yang baik antara pemerintah, penyuluh, dan pelaku utama sektor pertanian merupakan modal penting untuk memastikan keikutsertaan Sidrap di ajang nasional dapat berjalan sukses dan memberikan hasil yang maksimal.

BACA JUGA  HUT ke-65 Bank Sulselbar, Bupati Sidrap Tegaskan Sinergi Jaga Stabilitas dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Kolaborasi yang kuat antara seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan. Saya mengapresiasi kerja keras para penyuluh, KTNA, dan kelompok tani yang terus berkoordinasi demi menyukseskan keberangkatan kontingen Sidrap,” katanya.

Sementara itu, Ketua KTNA Sidrap, Abdul Samad, menjelaskan bahwa seluruh persiapan keberangkatan kontingen saat ini telah memasuki tahap akhir.

Ia menyampaikan bahwa kontingen Kabupaten Sidrap dijadwalkan berangkat pada 17 Juni 2026 dengan titik keberangkatan dari Masjid Agung Sidrap.

Menurut Abdul Samad, peserta yang akan berangkat telah mendapatkan berbagai pembekalan dan arahan agar mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Penas dengan baik serta membawa nama daerah secara optimal di tingkat nasional.

“Kami terus melakukan koordinasi dan pemantapan agar seluruh peserta dapat berangkat sesuai jadwal dan mengikuti kegiatan dengan maksimal,” ujarnya.

Penas XVII di Gorontalo nantinya akan menghadirkan berbagai agenda penting, mulai dari temu wicara, pameran teknologi pertanian, demonstrasi inovasi, pertukaran pengalaman antarpetani dan nelayan, hingga berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat sektor pertanian dan perikanan.

BACA JUGA  Pemkab dan DPRD Sidrap Mulai Bahas Empat Ranperda Strategis

Bagi Kabupaten Sidrap, keikutsertaan dalam kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah, termasuk sektor pertanian modern, peternakan, dan pengembangan agribisnis yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Rapat pemantapan tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Andi Patahangi, bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang terlibat dalam mendukung keberangkatan kontingen.

Melalui persiapan yang matang dan koordinasi yang intensif, Pemerintah Kabupaten Sidrap berharap kontingen yang akan berangkat ke Gorontalo mampu berpartisipasi secara aktif, menyerap berbagai inovasi dan teknologi baru, serta membawa manfaat nyata bagi pengembangan sektor pertanian dan perikanan di Bumi Nene Mallomo.

Partisipasi dalam Penas XVII diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas petani dan nelayan Sidrap sekaligus mendorong peningkatan daya saing sektor pertanian daerah di tengah tantangan pembangunan dan perubahan iklim yang semakin kompleks.

Dengan demikian, hasil yang diperoleh dari kegiatan nasional tersebut dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan sektor pertanian Kabupaten Sidenreng Rappang di masa mendatang.

Continue Reading

Trending