Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Pemkab Luwu Timur Pastikan Insentif Petugas Keagamaan Tetap Dibayarkan, 1.792 Penerima Sudah Cair

Published

on

Kitasulsel–MALILI – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memastikan program insentif bagi petugas keagamaan tahun 2026 tetap berjalan dan seluruh penerima yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati akan tetap menerima haknya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur, Amran Akmal, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan tahun 2026 sebanyak 1.792 petugas keagamaan telah menerima pembayaran insentif yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Program ini tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pemerintah daerah telah menyalurkan insentif kepada ribuan petugas keagamaan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur,” ujar Amran, Rabu (17/6/2026).

Para penerima insentif tersebut terdiri dari imam desa, imam masjid, guru mengaji, pendeta, guru sekolah minggu, pastor, guru pasraman, pinandita, dan pandita yang selama ini berperan aktif dalam pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Gelar Seleksi Penerimaan Calon Paskibraka Tahun 2025

Sementara itu, sebanyak 768 petugas keagamaan lainnya masih dalam proses penyelesaian pembayaran. Amran menjelaskan, kendala yang dihadapi bukan karena penghentian program, melainkan akibat rekening penerima yang tercatat dalam sistem sudah tidak aktif sehingga proses transfer belum dapat dilakukan.

“Pemerintah daerah tetap menyiapkan anggaran dan hak mereka tetap ada. Kami saat ini meminta penerima yang rekeningnya tidak aktif agar segera mengaktifkan kembali atau menyampaikan rekening yang masih aktif sehingga pembayaran dapat segera diproses,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh petugas keagamaan yang telah memiliki SK Bupati tetap tercatat sebagai penerima insentif sebesar Rp500 ribu per bulan. Karena itu, keterlambatan pembayaran yang terjadi kepada sebagian penerima tidak berkaitan dengan pencoretan nama maupun penghentian program.

BACA JUGA  Wabup Luwu Timur Hadiri Tudang Ade’ Peringatan HJL ke-758 dan HPRL ke-80

Berdasarkan data Bagian Kesra, jumlah keseluruhan penerima insentif petugas keagamaan di Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2026 mencapai 2.560 orang. Pemerintah daerah saat ini terus melakukan verifikasi dan pembaruan data untuk memastikan seluruh penerima dapat memperoleh haknya secara tepat waktu.

“Pemda berkomitmen terus meningkatkan pelayanan kepada petugas keagamaan sebagai mitra penting dalam pembinaan kehidupan beragama dan pembangunan karakter masyarakat,” tambah Amran.

Menanggapi adanya perhatian masyarakat terhadap dua guru mengaji di Desa Tarengge Timur, yakni Tumisah dan Katenni, Amran memastikan bahwa keduanya masih terdaftar sebagai penerima insentif keagamaan.

Menurutnya, pembayaran kepada keduanya belum dapat dilakukan karena rekening yang sebelumnya digunakan telah tidak aktif.

BACA JUGA  Dinkes Luwu Timur Verifikasi 20 Desa dan Kelurahan untuk Wujudkan Program STBM Tingkat Kabupaten

“Nama keduanya tetap terdaftar sebagai penerima. Saat ini proses administrasi sedang berjalan setelah pemerintah desa dan kepala dusun menyampaikan data rekening yang aktif,” terangnya.

Keterangan tersebut diperkuat oleh Kepala Dusun Bua Sari, Desa Tarengge Timur, Sukarmin. Ia menjelaskan bahwa data rekening terbaru milik Tumisah dan Katenni telah diserahkan ke Bagian Kesra untuk ditindaklanjuti.

“Mereka tidak dicoret dari daftar penerima. Kendalanya hanya karena rekening yang digunakan sudah tidak aktif. Rekening yang baru saya sudah serahkan ke Bagian Kesra minggu lalu,” ujar Sukarmin.

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berharap proses pembaruan data rekening dapat segera rampung sehingga seluruh petugas keagamaan yang telah ditetapkan sebagai penerima insentif dapat menerima hak mereka tanpa kendala administrasi.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Fun Run Juara Semarakkan Hari Jadi ke-23 Luwu Timur, Kisah Pepina dan Dua Pelari Cilik Curi Perhatian

Published

on

Kitasulsel–MALILI – Kemeriahan dan semangat kebersamaan mewarnai pelaksanaan Fun Run Juara dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur. Ribuan peserta memadati kawasan Bundaran Batara Guru, Malili, Ahad (21/6/2026).

Kegiatan olahraga rekreasi tersebut tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran, tetapi juga menghadirkan berbagai cerita inspiratif. Peserta tampil dengan beragam kostum unik dan kreatif, menjadikan suasana semakin meriah.

Salah satu kisah yang mencuri perhatian datang dari Pepina, peserta asal Sorowako yang berhasil meraih penghargaan Best Kostum. Dengan keterbatasan sebagai penyandang tunarungu dan tunawicara, Pepina tetap menunjukkan semangat luar biasa untuk ikut merayakan momen spesial Hari Jadi Luwu Timur ke-23.

Pepina datang seorang diri ke Malili dengan mengenakan kostum kreasi bernuansa etnik. Baginya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menikmati kebersamaan bersama masyarakat.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Perkuat Layanan SAR, Dukung Penambahan Kapal dan Personel Basarnas

“Saya datang sendiri ke sini untuk bersenang-senang bersama di hari ulang tahun Lutim ke-23. Saya senang bisa ikut kegiatan ini,” ungkap Pepina melalui tulisan saat diwawancarai.

Selain Pepina, peserta lain yang juga mendapatkan perhatian adalah Khamrul yang tampil menggunakan kostum Badut Halloween. Ia menilai Fun Run Juara menjadi wadah positif untuk berkumpul dan menikmati suasana perayaan bersama masyarakat.

“Ini temanya fun run, jadi kita datang untuk bersenang-senang dengan pakaian kostum yang membahagiakan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan dari tahun ke tahun,” ujar Khamrul.

Keseruan kegiatan juga semakin terasa dengan hadirnya dua pelari cilik bersaudara asal Morowali Utara, yakni Agra (7) dan Adna (6). Keduanya datang bersama orang tua mereka secara khusus untuk mengikuti Fun Run Juara.

BACA JUGA  Pemkab Lutim Gelar Seleksi Penerimaan Calon Paskibraka Tahun 2025

Meski masih berusia dini, kedua anak tersebut berhasil menyelesaikan rute lari sepanjang 7,5 kilometer dari garis start hingga garis finish. Dengan wajah penuh kegembiraan, Agra dan Adna tampak menikmati setiap perjalanan selama kegiatan berlangsung.

Fun Run Juara menjadi bukti bahwa perayaan Hari Jadi Kabupaten Luwu Timur tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai kalangan untuk berpartisipasi dan berbagi kebahagiaan.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memperkuat semangat hidup sehat, mempererat hubungan sosial, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah.

Momentum Hari Jadi ke-23 Kabupaten Luwu Timur pun semakin terasa istimewa dengan hadirnya ribuan peserta yang membawa semangat kebersamaan, kreativitas, dan energi positif bagi Bumi Batara Guru.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam Bersama Forkopimda Hadiri Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
Continue Reading

Trending