Sulsel Keren
Gambaran Sejarah Pejuang dari Sulawesi Selatan Menyusuri Tanah Jawa: Jejak Heroik dari Jakarta hingga Situbondo Mempertahankan Republik
KITASULSEL — MAKASSAR —Mulai dari Jakarta, Bandung, Bogor, Bekasi, Yogyakarta, Surakarta, Magelang, Jember, Tegal, Surabaya, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi hingga Madura menjadi bagian dari perjalanan panjang pejuang asal Sulawesi Selatan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Jauh sebelum Republik berdiri, masyarakat Bugis, Makassar, Mandar dan Luwu memang telah dikenal sebagai masyarakat perantau dan pelaut yang terbiasa menjelajah berbagai wilayah Nusantara. Tradisi itu kemudian menjadi salah satu latar yang membuat hubungan masyarakat Sulsel dengan Jawa berlangsung jauh sebelum 1945.
Namun, setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, perjalanan tersebut memasuki babak berbeda. Para pemuda, pelajar, perantau dan mantan anggota kesatuan militer asal Sulawesi Selatan yang berada di Jawa mulai menghimpun kekuatan untuk membantu mempertahankan Republik.
Di Jakarta, lahir Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS) pada 1945. Organisasi ini menjadi salah satu wadah perjuangan masyarakat Sulawesi di perantauan. Jaringan perjuangannya kemudian bersentuhan dengan Bogor, Bekasi dan wilayah Jawa Barat.
Perjuangan juga bergerak menuju Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di tengah situasi revolusi yang semakin genting, para pemuda asal Sulsel dihimpun untuk mendapatkan pendidikan dan latihan militer. Dari proses inilah kemudian muncul kekuatan Tentara Republik Indonesia Persiapan Sulawesi (TRIPS) atau Resimen Hasanuddin, dengan Kahar Muzakkar sebagai komandan, Andi Mattalatta sebagai wakil komandan dan M. Saleh Lahade sebagai kepala staf.
Yogyakarta menjadi salah satu pusat penting konsolidasi. Para pejuang asal Sulsel yang sebelumnya tersebar di berbagai daerah di Jawa dihimpun, dilatih dan dipersiapkan untuk menghadapi perjuangan berikutnya.
Perjalanan mereka kemudian membawa jejak ke Surakarta, Magelang dan Jember, sebelum bergerak lebih jauh menuju wilayah pesisir.
Di Tegal, jalur perjuangan melalui laut menjadi semakin penting. Dari kawasan pantai Jawa, para pejuang berusaha menghubungkan kekuatan Republik dengan Sulawesi. Perjalanan menuju timur kemudian bersinggungan dengan Surabaya, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Situbondo, Banyuwangi dan Madura.
Di sejumlah tempat tersebut, mereka menjalani konsolidasi, pendidikan, pergerakan maupun persiapan ekspedisi.
Situbondo kemudian menjadi salah satu titik penting perjalanan pasukan menuju Sulawesi Selatan. Menyeberangi laut dalam situasi perang bukan perkara mudah. Mereka harus menghadapi keterbatasan kapal dan senjata serta ancaman patroli Belanda.
Sebagian ekspedisi mengalami kegagalan. Sebagian pejuang gugur atau tertangkap. Namun perjalanan tidak berhenti. Ekspedisi berikutnya kembali disiapkan hingga pasukan yang dipimpin Andi Mattalatta berhasil mencapai Sulawesi pada akhir 1946.
Sementara itu, sebagian pejuang asal Sulsel tetap bertahan di Jawa dan ikut dalam perjuangan Republik di sana. Yogyakarta kembali menjadi salah satu medan penting ketika Republik melancarkan Serangan Umum 1 Maret 1949. Pasukan asal Sulawesi Selatan turut berada dalam kekuatan Republik yang bertempur mempertahankan Yogyakarta.
Mereka bertempur jauh dari kampung halaman. Sebagian bahkan gugur tanpa sempat kembali melihat keluarga.
Karena itu, jejak perjuangan pejuang asal Sulawesi Selatan di Pulau Jawa bukan sekadar cerita tentang perpindahan pasukan. Ini adalah kisah tentang pemuda yang meninggalkan tanah kelahiran, menempuh perjalanan ribuan kilometer, menjalani latihan, bertempur di daerah yang bukan kampung halamannya, lalu sebagian menyeberangi laut untuk membawa perjuangan kembali ke Sulawesi.
Dari Jakarta hingga Situbondo, perjalanan mereka menjadi bagian dari sejarah bahwa mempertahankan kemerdekaan bukan perjuangan satu daerah.
Pejuang dari Sulawesi Selatan datang ke tanah Jawa bukan untuk mencari perang, tetapi ketika Republik membutuhkan kekuatan, mereka memilih berdiri bersama Indonesia—meski harus bertempur jauh dari rumah.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login