Connect with us

Sulsel Keren

Konro, Kuliner Legendaris Makassar yang Menembus Zaman, Ini Sejarah dan Resepnya

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR – Jauh sebelum dikenal sebagai salah satu ikon kuliner Indonesia, konro telah lebih dulu hadir di dapur-dapur tradisional masyarakat Makassar. Semangkuk kuah pekat yang kaya rempah ini lahir dari tradisi memasak sejak masa Kerajaan Gowa dan Tallo, lalu bertahan hingga menjadi salah satu kuliner paling populer dari Sulawesi Selatan.

Konro, yang dalam bahasa Makassar berarti iga atau tulang, awalnya dikenal sebagai Pallu Konro. Dahulu, hidangan ini hanya disajikan dalam pesta adat, pernikahan, syukuran, hingga penyambutan tamu kehormatan. Pada masa itu, konro menggunakan iga kerbau sebagai bahan utama. Seiring perkembangan zaman dan semakin terbatasnya ketersediaan kerbau, penggunaan bahan baku kemudian beralih ke iga sapi tanpa mengubah ciri khas cita rasanya.

BACA JUGA  Rasakan Sensasi Senja yang Beda: Sailing Elegan di Atas Kapal Pinisi Bersama Sahabat Pinisi Makassar

Memasuki dekade 1960-an, konro mulai dijual di warung-warung sederhana di sekitar Lapangan Karebosi, Makassar. Dari hidangan tradisional yang hanya hadir dalam acara tertentu, konro kemudian berkembang menjadi kuliner khas yang dikenal luas. Popularitasnya terus meningkat hingga menjadi salah satu sajian yang identik dengan Kota Makassar. Memasuki awal 2000-an, lahir pula konro bakar, yakni iga yang dipanggang setelah direbus dan disajikan bersama kuah konro, menambah variasi tanpa menghilangkan cita rasa aslinya.

Hingga kini, konro tetap menjadi salah satu kuliner paling legendaris dari Makassar. Cita rasa rempah yang kuat, kuah pekat, serta daging iga yang empuk membuat hidangan ini terus digemari masyarakat dan menjadi menu yang wajib dicicipi saat berkunjung ke Sulawesi Selatan.

BACA JUGA  Mengungkap Jejak Sang Merah Putih, Sejarah Bendera Indonesia dari Era Megalitikum hingga Kemerdekaan

Resep Konro Khas Makassar

Bahan Utama

  • 1 kg iga sapi
  • 2,5 liter air
  • 4 lembar daun salam
  • 2 batang serai, memarkan
  • 3 cm lengkuas, memarkan
  • 2 batang kayu manis
  • 4 butir cengkih
  • 4 butir kapulaga
  • 2 sdm air asam jawa
  • 1 sdm garam
  • 1 sdt gula merah

Bumbu Halus

  • 12 siung bawang merah
  • 7 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri sangrai
  • 4 buah kluwek matang
  • 1½ sdm ketumbar sangrai
  • 1 sdt jintan sangrai
  • 1 sdt lada putih
  • ½ butir pala
  • 3 cm jahe

Rahasia Kuah Pekat

  • 200 gram kelapa parut tua, disangrai hingga berwarna cokelat tua lalu ditumbuk halus.

Cara Membuat

  1. Rebus iga selama 15 menit, lalu buang air rebusan pertama agar kuah lebih bersih.
  2. Rebus kembali iga dengan air baru bersama daun salam, serai, lengkuas, kayu manis, cengkih, dan kapulaga selama 1,5–2 jam hingga empuk.
  3. Haluskan seluruh bumbu, kemudian tumis hingga harum dan matang.
  4. Masukkan tumisan bumbu ke dalam rebusan iga, lalu tambahkan air asam jawa, garam, gula merah, dan kelapa sangrai tumbuk.
  5. Masak kembali dengan api kecil selama 30–45 menit hingga kuah menghitam, kental, dan bumbu meresap sempurna.
  6. Sajikan selagi panas dengan taburan bawang goreng, daun bawang, seledri, sambal rawit, serta perasan jeruk nipis. Konro akan semakin nikmat disantap bersama buras atau ketupat.
BACA JUGA  Resep Original Coto Makassar Berdasarkan Arsip Budaya, Diwariskan Turun-Temurun

Perpaduan resep turun-temurun dan kekayaan rempah Nusantara membuat konro tidak sekadar menjadi hidangan khas Makassar, tetapi juga menjadi warisan kuliner Indonesia yang terus bertahan dan dinikmati lintas generasi.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending