Connect with us

Makassar

Kajaolalido-Thamrin Direvitalisasi, Makassar Siapkan Pedestrian Lebih Nyaman

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Wajah kawasan pusat Kota Makassar bakal berubah. Pemerintah Kota Makassar mulai merevitalisasi pedestrian di Jalan Kajaolalido dan Jalan MH Thamrin dengan konsep yang tidak hanya mempercantik trotoar, tetapi juga menata pohon, drainase, utilitas hingga akses bagi penyandang disabilitas.

Dua ruas tersebut memiliki total panjang pekerjaan sekitar 652,9 meter, terdiri dari 427,9 meter di Jalan Kajaolalido dan 225 meter di Jalan MH Thamrin. Pemkot Makassar mengarahkannya sebagai salah satu proyek percontohan pedestrian terintegrasi di pusat kota.

Salah satu hal yang menarik dalam proyek ini adalah penggunaan beton berpori. Material tersebut dirancang agar air hujan dapat lebih mudah meresap ke dalam tanah, sehingga penataan pedestrian tidak sekadar berorientasi pada tampilan permukaan.

BACA JUGA  Makassar Tetapkan UMK 2025 Sebesar Rp3,8 Juta, Berlaku Januari

Penataan juga menyasar jaringan utilitas yang selama ini berada di sepanjang jalur pedestrian.

Dari hasil inventarisasi, terdapat 62 tiang fiber optik. Jumlah tersebut direncanakan dikonsolidasikan menjadi 17 tiang induk, sehingga berbagai jaringan dapat menggunakan tiang bersama dan kawasan pedestrian terlihat lebih tertata.

Namun, perhatian terbesar justru muncul pada keberadaan pohon di sepanjang kawasan tersebut.

Sebanyak 91 pohon masuk dalam asesmen, terdiri dari 80 pohon ketapang, sembilan pohon mahoni berukuran besar dan dua pohon berukuran kecil. Penanganannya dilakukan dengan melibatkan tim ahli arborikultur untuk melihat kondisi pohon, karakter akar hingga potensi risiko terhadap pengguna jalan.

Pemkot menyebut penanganan vegetasi tidak semata-mata berarti menghilangkan pohon. Sejumlah pohon yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ruang tumbuh dan infrastruktur akan dipertimbangkan untuk diganti dengan jenis yang lebih adaptif.

BACA JUGA  Rayakan Dies Natalis ke-33, Poltekpar Makassar Gelar Bakti Sosial dan Donor Darah

Beberapa jenis pohon natif Sulawesi juga masuk dalam opsi, di antaranya bitti, padiasa dan jenis Elaeocarpus. Pemilihan akhirnya masih perlu disesuaikan dengan desain lanskap dan kondisi kawasan.

Dengan konsep tersebut, revitalisasi Kajaolalido-Thamrin tidak hanya berbicara tentang trotoar baru. Pemkot juga mencoba menyatukan fungsi pejalan kaki, ruang hijau, drainase, utilitas dan aksesibilitas dalam satu kawasan.

Jika berjalan sesuai konsep, kawasan ini nantinya diharapkan menjadi contoh bagaimana pedestrian di pusat Makassar tidak hanya nyaman dilalui, tetapi juga lebih tertata dan ramah bagi seluruh pengguna jalan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending