Sulsel Keren
Resep Original Coto Makassar Berdasarkan Arsip Budaya, Diwariskan Turun-Temurun
KITASULSEL — MAKASSAR – Berdasarkan arsip budaya, catatan sejarah, dan dokumentasi pemerintah, Coto Makassar telah dikenal sejak masa Kerajaan Gowa pada abad ke-16. Hidangan khas Sulawesi Selatan ini terus diwariskan dari generasi ke generasi dan kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Ciri khasnya terletak pada kuah pekat berbahan air tajin (air beras), kacang tanah sangrai, dan racikan rempah tradisional yang membedakannya dari hidangan berkuah lainnya.
Keunikan Coto Makassar terletak pada teknik memasaknya yang masih dipertahankan hingga kini. Daging dan jeroan direbus menggunakan air tajin (air beras) sehingga menghasilkan kaldu yang gurih alami. Kuahnya kemudian diperkaya dengan kacang tanah sangrai yang dihaluskan, bukan santan, sehingga menghasilkan tekstur yang pekat dan cita rasa khas. Racikan rempah yang dikenal sebagai rampa patang pulo atau sekitar 40 jenis rempah menjadi kunci aroma dan kelezatan hidangan ini.
Selain kaya rempah, Coto Makassar juga mencerminkan filosofi masyarakat Sulawesi Selatan yang memanfaatkan hampir seluruh bagian sapi, mulai dari daging hingga jeroan seperti paru, babat, hati, limpa, dan usus. Tradisi tersebut terus dipertahankan dari generasi ke generasi dan menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat Makassar.
Resep Original Coto Makassar
Bahan Utama
- 1 kg daging sapi (sandung lamur atau sengkel)
- 500 gram jeroan sapi (paru, babat, hati, limpa, dan usus)
- 3 liter air tajin (air beras)
- 300 gram kacang tanah sangrai, haluskan
- 3 batang serai, memarkan
- 2 ruas lengkuas, memarkan
- 5 lembar daun salam
- 5 lembar daun jeruk
- 5 cm kayu manis
- Garam secukupnya
Bumbu Halus
- 15 siung bawang merah
- 10 siung bawang putih
- 5 butir kemiri sangrai
- 2 sdm ketumbar sangrai
- 1 sdt jintan sangrai
- 1 sdt merica
- 3 cm jahe
- 3 cm kunyit
- ½ butir pala
Cara Membuat
- Bersihkan daging dan jeroan, lalu rebus menggunakan air tajin (air beras) bersama serai, lengkuas, daun salam, daun jeruk, dan kayu manis hingga empuk. Air rebusan tetap digunakan sebagai dasar kuah.
- Angkat daging dan jeroan, kemudian potong sesuai selera.
- Tumis bumbu halus hingga benar-benar matang dan harum.
- Masukkan tumisan bumbu ke dalam kuah rebusan, lalu tambahkan kacang tanah sangrai yang telah dihaluskan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk hingga kuah menjadi pekat.
- Masukkan kembali daging dan jeroan, kemudian masak dengan api kecil selama 60–90 menit hingga bumbu meresap dan kuah semakin kental.
- Koreksi rasa, lalu sajikan bersama burasa atau ketupat, sambal tauco, bawang goreng, daun bawang, dan perasan jeruk nipis.
Berdasarkan arsip budaya, keaslian Coto Makassar terletak pada penggunaan air tajin, kacang tanah sangrai, serta racikan rempah tradisional yang dimasak perlahan. Teknik tersebut menghasilkan kuah cokelat pekat dengan rasa gurih yang menjadi ciri khas Coto Makassar sejak berabad-abad lalu dan tetap dipertahankan hingga sekarang.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login