Connect with us

NEWS

Rektor UINSA Akh Muzakki Mundur, Kemenag Tunjuk Plt di Tengah Polemik Kampus

Published

on

KITASULSEL–SURABAYA — Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya periode 2026-2030, Prof. Akh. Muzakki, mengundurkan diri dari jabatannya. Pengunduran diri tersebut disampaikan setelah beberapa hari kampus dilanda aksi mahasiswa yang menuntut dirinya turun dari posisi rektor.

Kabar pengunduran diri Muzakki sebelumnya diungkapkan Guru Besar UINSA Surabaya bidang Sejarah Pemikiran Islam Klasik, Prof. Dr. H. Imam Ghazali Said, pada Rabu (23/9/2026).

Imam mengatakan, surat pengunduran diri Muzakki telah dikirimkan kepada Kementerian Agama (Kemenag) pada Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 22.00 WIB dan diterima Kemenag pada Rabu pagi.

“Iya, benar (sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke Kemenag). Surat dikirimkan kemarin jam 22.00 WIB dan pagi tadi suratnya sudah sampai di Kemenag,” kata Imam.

Perkembangan tersebut kemudian dikonfirmasi Kemenag. Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag, Muhammad Zain, menyatakan Menteri Agama Nasaruddin Umar telah menerbitkan keputusan pemberhentian Muzakki dari tugas tambahannya sebagai Rektor UINSA.

Pemberhentian tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 060729/MA.KP.07/09/2026. Muzakki disebut diberhentikan dengan hormat dan disertai ucapan terima kasih atas jasa-jasanya.

BACA JUGA  Wali Kota Makassar Apresiasi Wina, Perempuan Pertama Indonesia yang Jadi Manajer Klub di Level Asia

Muzakki sendiri baru dilantik sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 pada 15 September 2026. Periode tersebut merupakan masa jabatan keduanya sebagai pimpinan UINSA, setelah sebelumnya menjabat rektor pada periode 2022-2026.

Kemenag Tunjuk Plt Rektor

Setelah Muzakki tidak lagi menjabat, Kemenag menunjuk Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Amien Suyitno sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Penunjukan tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di UINSA setelah jabatan rektor ditinggalkan Muzakki.

Sebelumnya, Imam Ghazali Said juga menyampaikan bahwa posisi rektor sementara kemungkinan akan diisi oleh seorang Plt karena jabatan Muzakki telah ditetapkan melalui surat keputusan.

“Informasinya habis ini akan diisi Plt karena sudah terlanjur di-SK-kan. Saya sebenarnya mengusulkan agar tidak ada Plt, tapi ternyata tidak bisa karena ini sudah ter-SK-kan jadi supaya tidak terjadi kekosongan jabatan nanti akan diisi Plt,” ujar Imam.

Berawal dari Gelombang Aksi Mahasiswa

Pengunduran diri Muzakki terjadi di tengah polemik kepemimpinan UINSA yang memuncak dalam aksi mahasiswa selama beberapa hari.

BACA JUGA  Ketua DPW NasDem Sulsel Hadiri Buka Puasa DPP Bersama Anak Yatim, Perkuat Soliditas Partai

Mahasiswa sebelumnya menggelar aksi sejak pertengahan September 2026. Pada Senin (21/9), ratusan mahasiswa bahkan menyegel gerbang utama kampus UINSA dan mendirikan posko aksi sebagai bentuk desakan agar Muzakki mengundurkan diri.

Aksi tersebut merupakan kelanjutan dari demonstrasi sebelumnya. Sebagian mahasiswa bahkan menginap di lingkungan kampus dan mendirikan tenda di depan gedung rektorat.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka sebut sebagai 7+1 tuntutan.

Di antaranya meminta Muzakki dicopot atau mengundurkan diri, mendesak keterbukaan informasi publik di lingkungan UINSA, meminta pengusutan persoalan yang mereka kaitkan dengan Kopertais, serta meminta klarifikasi mengenai keterlambatan pembagian buku, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), dan almamater mahasiswa baru.

Mahasiswa juga mempersoalkan jumlah penerimaan mahasiswa baru yang dinilai berdampak pada keterbatasan fasilitas kampus, kebijakan jam malam, penentuan Uang Kuliah Tunggal (UKT), serta mekanisme peminjaman tempat di lingkungan kampus.

Tuntutan tersebut merupakan sikap yang disampaikan massa aksi dan tidak dengan sendirinya membuktikan tuduhan yang terdapat di dalamnya.

BACA JUGA  Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Jadi Jalur Distribusi Pangan dan LPG 3 Kg

Mahasiswa Minta Kepastian Administratif

Sebelum keputusan resmi Kemenag terbit, Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA meminta adanya bukti administratif terkait kabar pengunduran diri Muzakki.

Wakil DEMA UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, mengatakan mahasiswa menginginkan kepastian resmi, bukan sekadar informasi yang beredar di media.

“Jika memang benar rektor telah memutuskan untuk mengundurkan diri, yang kami inginkan adalah bukti normatif bahwa beliau telah mengundurkan diri sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya,” kata Fadlurrakhman, Rabu (23/9).

Ia juga meminta pihak kampus memberikan penjelasan secara langsung kepada mahasiswa.

Sebelumnya, pihak internal UINSA pada Rabu siang menyatakan belum menerima keputusan resmi mengenai pengunduran diri tersebut.

Dengan diterbitkannya KMA pemberhentian Muzakki pada 23 September 2026, status kepemimpinan UINSA kemudian memiliki dasar administratif yang jelas. Kemenag selanjutnya menempatkan Amien Suyitno sebagai Plt Rektor UINSA untuk menjalankan roda kepemimpinan kampus sementara waktu.

Perkembangan ini menjadi babak baru dalam polemik kepemimpinan UINSA yang mencuat hanya beberapa hari setelah Muzakki dilantik untuk periode 2026-2030.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending