Connect with us

NEWS

Warga Diminta Waspada berkendara ! Tumpahan 8.000 Liter Pertalite Ancam Pengendara di Jalur Maros-Bone

Published

on

KITASULSEL — MAROS — Pengendara yang melintasi jalur poros Maros-Bone, khususnya kawasan Hutan Karaengta, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul kecelakaan truk tangki pengangkut Pertalite yang terguling dan menyebabkan sebagian besar muatannya tumpah ke jalan.

Peristiwa tersebut terjadi Jumat (6/11/2026) sore. Truk tangki dengan kapasitas muatan 8.000 liter itu dilaporkan mengalami kecelakaan saat melintas dari arah Maros menuju Camba, Kabupaten Bone.

Tumpahan bahan bakar di sekitar lokasi menjadi perhatian serius karena berpotensi menimbulkan bahaya bagi pengguna jalan, terutama risiko kebakaran apabila terkena sumber percikan api.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Maros mengerahkan dua unit armada dengan sekitar 18 personel untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.

BACA JUGA  Publik Mulai Menerka, Siapa di Balik Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo?

Kasi Sarpras dan Informasi Damkarmat Maros, M. Ilham, menjelaskan bahwa petugas melakukan penyiraman di sekitar kendaraan dan area terdampak untuk mengantisipasi munculnya percikan api.

Menurutnya, sebagian besar Pertalite diduga telah tumpah. Kondisi tersebut diketahui dari bau bensin yang cukup menyengat di sekitar lokasi.

Pengendara Diminta Tidak Mendekati Lokasi

Masyarakat yang hendak melintasi jalur tersebut diimbau untuk berhati-hati dan mengikuti arahan petugas yang berada di lapangan.

Pengendara sebaiknya mengurangi kecepatan saat mendekati area penanganan, menjaga jarak aman dari kendaraan yang terguling, serta tidak berhenti atau berkumpul di sekitar tumpahan BBM.

Selain itu, masyarakat dilarang menyalakan rokok, membuang puntung rokok, atau melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api di sekitar lokasi.

BACA JUGA  Kemnaker Siapkan Kompetensi Tenaga Kerja, Green Jobs Diproyeksikan Ciptakan 9 Juta Lapangan Kerja

Pengendara juga tidak dianjurkan menyentuh, menginjak, atau mencoba membersihkan tumpahan bahan bakar secara mandiri.

Jika terdapat pengalihan arus atau pembatasan akses oleh petugas, pengguna jalan diminta mematuhi arahan tersebut demi keselamatan bersama.

Proses Evakuasi Memerlukan Pengamanan

Penanganan kecelakaan tidak hanya berfokus pada pengangkatan kendaraan yang terguling. Sisa bahan bakar di dalam tangki juga harus dikeluarkan terlebih dahulu untuk mengurangi risiko selama proses evakuasi.

Pihak pemilik kendaraan dilaporkan berupaya mengeluarkan sisa Pertalite sebelum truk dikembalikan ke posisi semula.

Kondisi ini membuat proses penanganan membutuhkan kehati-hatian karena bahan bakar yang tumpah dapat meningkatkan risiko kebakaran apabila penanganan tidak dilakukan dengan prosedur keselamatan yang tepat.

BACA JUGA  256 Siswa di Karo Diduga Keracunan MBG, BGN Janji Investigasi dan Tutup Sementara Dapur

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa kecelakaan kendaraan pengangkut BBM memiliki risiko yang tidak boleh dianggap sepele.

Warga yang melintasi kawasan Hutan Karaengta, khususnya pengguna jalur Maros-Bone menuju Camba, diharapkan memperhatikan kondisi jalan dan perkembangan penanganan di lokasi.

Hingga keterangan petugas tersebut disampaikan, penyebab kecelakaan dan jumlah pasti BBM yang tumpah belum dipastikan.

Keselamatan pengendara dan masyarakat sekitar harus menjadi prioritas. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mendekati lokasi hanya untuk melihat atau mengambil gambar, serta memberikan ruang kepada petugas agar proses pengamanan dan evakuasi dapat berjalan lancar.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending