Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Puskesmas Malili Perkuat Layanan Posyandu Lewat Inovasi DOYAN

Published

on

Kitasulsel–LUWUTIMUR — Tim kesehatan UPTD Puskesmas Malili kembali turun langsung ke masyarakat melalui inovasi DOYAN (Dokter Goes to Posyandu). Kali ini, layanan kesehatan berbasis lima siklus posyandu dilaksanakan di Posyandu Asoka 2, Desa Puncak Indah, pada 22 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut difokuskan pada pemantauan kesehatan ibu, anak, dan balita secara langsung di tingkat desa. Kehadiran dokter dan tenaga kesehatan di posyandu diharapkan membuat masyarakat lebih mudah mendapatkan pemeriksaan sekaligus mengetahui kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak secara berkala.

Kepala UPTD Puskesmas Malili, Kiki Febriani, S.Kep., Ns., mengatakan inovasi DOYAN merupakan upaya mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, posyandu tidak hanya menjadi tempat penimbangan balita, tetapi harus menjadi pintu awal dalam mendeteksi berbagai persoalan kesehatan.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Apresiasi Panen Perdana 6 Ton Ikan Nila BUMDes Mabonta, Siap Dikembangkan Jadi Wisata Kuliner

“Melalui DOYAN, kami ingin pelayanan kesehatan semakin dekat dengan masyarakat. Kehadiran dokter dan tenaga kesehatan di posyandu memungkinkan kita melakukan pemeriksaan secara langsung sekaligus memberikan edukasi kepada orang tua,” kata Kiki.

Dalam pelaksanaannya, pelayanan menerapkan lima siklus posyandu terpadu, mulai dari pendaftaran, penimbangan dan pengukuran, pencatatan, pelayanan kesehatan serta penyuluhan, hingga validasi dan tindak lanjut.

Dokter Umum UPTD Puskesmas Malili, dr. Sitti Aisah, mengatakan pemeriksaan rutin di posyandu penting untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan anak sejak dini. Menurutnya, hasil pengukuran dan pemeriksaan dapat menjadi dasar bagi tenaga kesehatan untuk menentukan langkah tindak lanjut apabila ditemukan masalah.

“Pemantauan tumbuh kembang harus dilakukan secara rutin. Dari pemeriksaan di posyandu, kita bisa melihat apakah pertumbuhan anak sesuai dengan usianya dan mendeteksi lebih awal apabila ada kondisi yang perlu mendapatkan perhatian,” ujar dr. Sitti Aisah.

BACA JUGA  Bupati dan Wabup Luwu Timur Terima Kunjungan Bupati Bombana

Ia juga mengingatkan orang tua agar tidak menunggu anak mengalami keluhan terlebih dahulu untuk datang ke posyandu. Pemeriksaan berkala diperlukan untuk memastikan pertumbuhan dan perkembangan anak terus terpantau.

“Kesehatan ibu dan anak merupakan investasi untuk masa depan. Karena itu, kami mengajak orang tua untuk rutin membawa anak ke posyandu agar kondisi kesehatan dan tumbuh kembangnya dapat dipantau secara berkelanjutan,” katanya.

Pelayanan lima siklus tersebut juga menjadi bagian dari upaya pencegahan dan penanganan stunting sejak tingkat desa. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara rutin, persoalan kesehatan dapat diketahui lebih awal dan segera ditindaklanjuti oleh petugas kesehatan.

Kegiatan DOYAN di Posyandu Asoka 2 turut mendapat dukungan dari kader posyandu, Pemerintah Desa Puncak Indah, serta masyarakat yang membawa anak mereka untuk mendapatkan pelayanan.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Tinjau Korban Kebakaran di Angkona, Instruksikan Percepatan Bantuan Perbaikan Rumah

Puskesmas Malili berharap keterlibatan masyarakat dalam kegiatan posyandu terus meningkat. Selain memastikan anak mendapatkan pemantauan kesehatan secara berkala, keaktifan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kesehatan keluarga dan mewujudkan generasi yang sehat serta bebas dari stunting.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending