Connect with us

Kriminal

Jangan Tergiur iPhone Murah di Facebook, 6 Passobis Dibekuk di Parepare

Published

on

KITASULSEL — PAREPARE — Tawaran iPhone dengan harga menggiurkan di media sosial kembali berujung masalah. Enam pria yang diduga terlibat jaringan penipuan daring atau passobis ditangkap aparat di Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

Keenamnya diamankan polisi pada Rabu malam, 26 Agustus 2026. Mereka diduga menjalankan modus penipuan dengan membuat sejumlah grup jual beli iPhone di Facebook menggunakan nama berbagai daerah, mulai dari Surabaya, Depok, Malang hingga sejumlah wilayah lainnya.

Modusnya terlihat seperti transaksi jual beli biasa. Pelaku memasang iklan handphone, kemudian ketika calon korban tertarik dan melakukan transaksi, komunikasi diarahkan ke nomor WhatsApp lain.

Di tahap berikutnya, korban kembali dihadapkan pada permintaan pembayaran tambahan. Pelaku disebut mengaku sebagai pihak jasa pengiriman maupun Bea Cukai dan meminta sejumlah biaya dengan alasan tertentu.

BACA JUGA  Palopo Geger! Remaja Perempuan Berlumuran Darah Mengaku Diancam Dijadikan Tumbal

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mudah tergiur barang dengan harga jauh di bawah pasaran, terlebih ketika transaksi dilakukan dengan orang yang belum dikenal melalui media sosial.

Masyarakat juga perlu lebih teliti sebelum mentransfer uang. Periksa identitas penjual, riwayat akun, rekening tujuan dan pastikan keberadaan barang benar-benar dapat diverifikasi. Jangan memberikan kode OTP, PIN, maupun data pribadi kepada siapa pun dengan alasan proses pengiriman atau pembayaran.

Yang tidak kalah penting, jangan langsung percaya hanya karena sebuah akun menggunakan nama grup, foto produk atau identitas daerah tertentu. Penipu dapat membangun tampilan transaksi seolah-olah profesional untuk membuat calon korban percaya.

BACA JUGA  Enam Orang Serang Warga di Bontoala, Pengemudi Ojol Ditebas Parang di Dalam Lorong

Kasus di Parepare ini menunjukkan bahwa kejahatan digital semakin memanfaatkan kebiasaan masyarakat bertransaksi melalui media sosial. Harga murah memang menggoda, tetapi jika terlalu murah, kewaspadaan justru harus ditingkatkan.

Sebelum melakukan transfer, lebih baik berhenti sejenak, periksa dan pastikan. Sebab sekali uang terkirim kepada penipu, belum tentu dapat kembali.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending