Connect with us

Dinas ketenagakerjaan Makassar

Mata Tak Melihat, Mimpi Tak Terbatas : 25 Mahasiswa Tunanetra Makassar Bersiap Tembus Dunia Kerja

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR, KITASULSEL.COM — Keterbatasan penglihatan tidak membuat 25 mahasiswa dan lulusan baru tunanetra di Makassar berhenti mengejar masa depan. Mereka justru sedang mempersiapkan diri untuk masuk dan bersaing di dunia kerja.

Semangat itu terlihat dalam Sesi Orientasi Dunia Kerja dan Karier “Lebih Siap, Lebih Baik” yang digelar Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Negeri Makassar (UNM) dan Yayasan Mitra Netra di Hotel Unhas Makassar, 29–30 Agustus 2026.

Pesertanya berasal dari Unhas, UNM, Universitas Muhammadiyah Makassar dan Universitas Muslim Indonesia.

Bukan untuk Dikasihani

Kegiatan ini tidak sekadar memberikan bantuan, tetapi membekali peserta menghadapi proses rekrutmen seperti pencari kerja lainnya.

Mereka belajar menyusun CV, membangun personal branding, meningkatkan kemampuan komunikasi hingga menghadapi wawancara kerja.

BACA JUGA  Dinas Sosial Makassar Gelar Forum Perangkat Daerah di Hotel Arthama

Job Coach Yayasan Mitra Netra, Aria Indrawati, menegaskan penyandang tunanetra tetap harus memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan. Jika tidak memenuhi kualifikasi, mereka bisa saja tidak diterima, tetapi bukan semata-mata karena kondisi disabilitas.

Perusahaan Juga Punya Peran

Persoalan kesiapan kerja bukan hanya berada di tangan pencari kerja.

Perusahaan juga didorong memberikan kesempatan yang setara dan menilai calon pekerja berdasarkan kemampuan serta kompetensinya.

Yayasan Mitra Netra bahkan mendorong pembentukan Makassar Employment Forum for the Blind bersama Dinas Tenaga Kerja Kota Makassar. Forum ini diharapkan menjadi jembatan antara perusahaan dan pencari kerja tunanetra.

Ada yang Sudah Membuktikan

Para peserta juga mendapat motivasi dari Ismail Naharuddin, penyandang tunanetra yang kini bekerja sebagai ASN di Balai Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota Makassar, Kementerian Kesehatan RI.

BACA JUGA  Dinsos-UPT Losari Gandeng KPJ Tangani Pengamen di Kawasan Pantai Losari

Kepala Unit Layanan Disabilitas Unhas, Dr. Ishak Salim, menilai penyandang disabilitas tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai objek bantuan. Mereka memiliki kemampuan dan potensi yang bisa dikembangkan.

Bagi 25 peserta, pembekalan ini bukan sekadar pelatihan.

Ini adalah langkah untuk membuktikan bahwa mata boleh tak melihat, tetapi mimpi dan kemampuan tidak memiliki batas.

Dunia kerja pun diharapkan semakin terbuka, bukan karena rasa iba, tetapi karena melihat kompetensi dan potensi yang mereka miliki.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending