Connect with us

Dinas pendidikan Makassar

Sekolah Tak Lagi Harus Selalu di Dalam Kelas, Sulsel Buka Jalan Baru untuk Anak yang Putus Sekolah

Published

on

KITASULSEL — MAKASSAR — Bagi sebagian anak, kembali ke sekolah bukan perkara sesederhana memakai seragam dan duduk di bangku kelas. Ada yang terhenti karena ekonomi, kondisi keluarga, jarak, hingga berbagai persoalan lain yang membuat mereka akhirnya keluar dari sistem pendidikan.

Kini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencoba membuka jalan berbeda.

Melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), anak yang sudah putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan diberikan kesempatan untuk kembali mendapatkan layanan pendidikan tanpa harus mengikuti pola sekolah reguler setiap hari.

Program tersebut bukan lagi sebatas rencana. Per 28 Agustus 2026, PJJ telah berjalan di tiga sekolah di Sulsel sebagai bagian dari upaya mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke dunia pendidikan.

BACA JUGA  Paripurna HUT Sulsel Ke-355, Pj Gubernur Prof Zudan Paparkan Pencapaian Pemerintah Provinsi

Konsep ini menjadi penting karena persoalan anak tidak sekolah di Sulsel masih cukup besar. Data yang sebelumnya dicatat Dinas Pendidikan Sulsel bahkan mencapai sekitar 170 ribu anak tidak sekolah, dengan kelompok usia SMA menjadi salah satu yang paling banyak.

PJJ kemudian menawarkan pola belajar yang lebih fleksibel. Anak yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti sekolah reguler memiliki alternatif untuk kembali belajar dengan memanfaatkan teknologi dan sistem pembelajaran jarak jauh.

Artinya, sekolah tidak lagi harus selalu berarti datang ke gedung pendidikan setiap pagi.

Model seperti ini juga membuka peluang bagi anak yang harus membantu orang tua, tinggal jauh dari akses sekolah, atau menghadapi kondisi tertentu yang membuat pendidikan reguler sulit dijalani.

BACA JUGA  Sekda Jufri Rahman Apresiasi Inisiatif HIPMI Sulsel Gelar Ramadhan Fest 2025

Namun PJJ bukan berarti anak dibiarkan belajar sendirian melalui internet. Program pendidikan jarak jauh nasional memang dirancang dengan dukungan sekolah induk, sekolah mitra, guru pendamping serta materi pembelajaran digital. Dalam penerapannya di sejumlah daerah lain, sistem juga memadukan pembelajaran daring dengan interaksi langsung bersama guru.

Bagi Sulsel, langkah ini menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk memastikan anak yang sudah keluar dari sekolah tetap memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan.

Yang menarik, sasaran program bukan hanya mereka yang pernah bersekolah lalu berhenti. Anak yang bahkan belum pernah mengenyam pendidikan juga masuk dalam perhatian program ini.

Jika penerapannya berhasil, PJJ dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menjangkau anak-anak yang selama ini sulit kembali ke sistem pendidikan formal.

BACA JUGA  PPDB Jalur Zonasi Di UPT SPF SD. Inpres Bakung II Makassar Berjalan Lancar.

Sebab pada akhirnya, persoalan pendidikan bukan hanya tentang berapa banyak sekolah yang berdiri, tetapi juga berapa banyak anak yang masih bisa diselamatkan agar tidak kehilangan kesempatan belajar.

Di Sulsel, jalan menuju sekolah kini tidak selalu harus melewati gerbang sekolah. Bagi sebagian anak, jalan itu bisa dimulai dari layar, guru pendamping, dan satu kesempatan kedua untuk kembali belajar.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending