Dinas pendidikan Makassar
Sekolah Tak Lagi Harus Selalu di Dalam Kelas, Sulsel Buka Jalan Baru untuk Anak yang Putus Sekolah
KITASULSEL — MAKASSAR — Bagi sebagian anak, kembali ke sekolah bukan perkara sesederhana memakai seragam dan duduk di bangku kelas. Ada yang terhenti karena ekonomi, kondisi keluarga, jarak, hingga berbagai persoalan lain yang membuat mereka akhirnya keluar dari sistem pendidikan.
Kini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mencoba membuka jalan berbeda.
Melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), anak yang sudah putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan diberikan kesempatan untuk kembali mendapatkan layanan pendidikan tanpa harus mengikuti pola sekolah reguler setiap hari.
Program tersebut bukan lagi sebatas rencana. Per 28 Agustus 2026, PJJ telah berjalan di tiga sekolah di Sulsel sebagai bagian dari upaya mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke dunia pendidikan.
Konsep ini menjadi penting karena persoalan anak tidak sekolah di Sulsel masih cukup besar. Data yang sebelumnya dicatat Dinas Pendidikan Sulsel bahkan mencapai sekitar 170 ribu anak tidak sekolah, dengan kelompok usia SMA menjadi salah satu yang paling banyak.
PJJ kemudian menawarkan pola belajar yang lebih fleksibel. Anak yang memiliki keterbatasan untuk mengikuti sekolah reguler memiliki alternatif untuk kembali belajar dengan memanfaatkan teknologi dan sistem pembelajaran jarak jauh.
Artinya, sekolah tidak lagi harus selalu berarti datang ke gedung pendidikan setiap pagi.
Model seperti ini juga membuka peluang bagi anak yang harus membantu orang tua, tinggal jauh dari akses sekolah, atau menghadapi kondisi tertentu yang membuat pendidikan reguler sulit dijalani.
Namun PJJ bukan berarti anak dibiarkan belajar sendirian melalui internet. Program pendidikan jarak jauh nasional memang dirancang dengan dukungan sekolah induk, sekolah mitra, guru pendamping serta materi pembelajaran digital. Dalam penerapannya di sejumlah daerah lain, sistem juga memadukan pembelajaran daring dengan interaksi langsung bersama guru.
Bagi Sulsel, langkah ini menjadi bagian dari upaya lebih besar untuk memastikan anak yang sudah keluar dari sekolah tetap memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan.
Yang menarik, sasaran program bukan hanya mereka yang pernah bersekolah lalu berhenti. Anak yang bahkan belum pernah mengenyam pendidikan juga masuk dalam perhatian program ini.
Jika penerapannya berhasil, PJJ dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk menjangkau anak-anak yang selama ini sulit kembali ke sistem pendidikan formal.
Sebab pada akhirnya, persoalan pendidikan bukan hanya tentang berapa banyak sekolah yang berdiri, tetapi juga berapa banyak anak yang masih bisa diselamatkan agar tidak kehilangan kesempatan belajar.
Di Sulsel, jalan menuju sekolah kini tidak selalu harus melewati gerbang sekolah. Bagi sebagian anak, jalan itu bisa dimulai dari layar, guru pendamping, dan satu kesempatan kedua untuk kembali belajar.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login