Entertainment
Generasi Tamiya Turun Gunung, Mini 4WD Naik Kelas Jadi Cabang Olahraga
KITASULSEL — MAKASSAR – Generasi yang dulu rela membongkar-pasang Tamiya, memilih gear, mengganti roller hingga menguji kecepatan di lintasan, kini punya alasan untuk turun gunung lagi.
Bukan sekadar bernostalgia, para penghobi Mini 4WD atau yang lebih populer disebut Tamiya kini mulai kembali bertarung dalam kompetisi yang semakin serius di Sulawesi Selatan.
Terbaru, Kejurprov Mini 4WD 2026 IMI Sulsel kategori Indonesia Open Class Seri 1 digelar di Trans Studio Makassar pada 29–30 Agustus 2026. Sebanyak 19 tim dari berbagai daerah di Indonesia ikut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Yang membuatnya menarik, Mini 4WD kini tidak lagi dipandang hanya sebagai permainan atau hobi. Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulawesi Selatan mulai mendorong Mini 4WD berkembang menjadi cabang olahraga kompetitif, sekaligus membuka ruang prestasi bagi para penggemarnya.
Di lintasan, kecepatan bukan satu-satunya modal. Para racer harus menentukan setting mobil, memahami karakter trek, dan menjaga konsistensi agar Tamiya tetap melaju sesuai strategi.
Tim HVS dari Makassar menjadi juara Indonesia Open Class Seri 1. HVS juga mencatat waktu terbaik 13,93 detik dan meraih penghargaan Best Time Overall. Posisi kedua diraih Andra09 dari Makassar, disusul 419 dari Parepare di posisi ketiga.
Kompetisi ini pun belum berhenti. Sejumlah seri berikutnya telah disiapkan hingga akhir 2026, termasuk IOC Seri 2 di Makassar pada 17–18 Oktober dan IOC Final pada 27–29 November 2026.
Mini 4WD juga dijadwalkan hadir dalam Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Selatan 2026 di Bone pada November mendatang.
Bagi generasi yang pernah tumbuh bersama Tamiya, perkembangan ini seperti membuka kembali satu bagian dari masa kecil yang sempat tersimpan lama.
Bedanya, kali ini bukan lagi sekadar soal siapa yang punya Tamiya paling keren.
Ada lintasan, strategi, catatan waktu, kompetisi, bahkan peluang prestasi yang menunggu di ujung trek.
Generasi Tamiya akhirnya turun gunung. Hobi yang dulu menemani masa kecil kini sedang mencoba membuktikan bahwa permainan yang pernah populer di era 90-an dan 2000-an juga bisa naik kelas menjadi cabang olahraga.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login