Connect with us

Nasional

Menag Nasaruddin Umar: Jadikan Toleransi dan Persaudaraan Kekuatan Pulih Pasca Gempa Flores

Published

on

KITASULSEL–LABUANBAJO — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat Nusa Tenggara Timur menjadikan toleransi dan persaudaraan lintas agama sebagai kekuatan utama untuk pulih bersama setelah gempa yang melanda sejumlah wilayah di Flores.

Pesan itu disampaikan Menag saat menemui masyarakat terdampak gempa di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis 3/9/2026.

Pulihkan tidak hanya secara material

Menurut Menag, masa pemulihan pasca bencana tidak hanya membutuhkan bantuan material. Masyarakat juga membutuhkan kekuatan sosial dan rasa saling percaya.

“Masyarakat juga memerlukan kekuatan sosial, rasa saling percaya, dan semangat untuk saling menopang tanpa mempersoalkan perbedaan agama maupun latar belakang. Toleransi jadi kekuatan kita,” ujar Nasaruddin.

Ia meminta warga tidak menekankan perbedaan antarumat beragama. “Jangan menekankan perbedaan antara satu agama dengan agama yang lain. Lebih gampang kita mencari titik temu dan persamaan,” sambungnya.

BACA JUGA  Ratusan Uskup Asia Akan Kunjungi Terowongan Silaturahmi dan Istiqlal dalam FABC 2026, Indonesia Tampilkan Wajah Kerukunan Dunia

Nasaruddin menegaskan setiap agama memiliki identitas dan tradisi masing-masing yang tidak perlu dihapus atau diseragamkan. Yang penting adalah menemukan ruang bersama untuk hidup berdampingan dan saling membantu.

“Toleransi ialah membiarkan yang berbeda itu berbeda dan membiarkan yang sama itu sama, tanpa harus mempersoalkan,” katanya.

Keberagaman ibarat lukisan

Menag menggambarkan keberagaman Indonesia sebagai sebuah lukisan. Keindahannya muncul karena adanya banyak warna yang berkolaborasi.

“Indonesia ini adalah lukisan yang paling indah. Banyak warna yang mendukung keindahan itu. Warna-warna itu berkolaborasi satu sama lain,” tuturnya.

Karena itu, keragaman agama, suku, budaya, dan tradisi harus menjadi sumber kekuatan, terutama saat masyarakat menghadapi bencana. Dalam kondisi seperti ini, batas-batas identitas semestinya tidak menghalangi masyarakat untuk saling membantu.

BACA JUGA  Mentan: Terima Kasih Petani, Cadangan Beras Tertinggi

Ajak warga sabar dan syukur

Nasaruddin juga mengajak warga memaknai musibah dengan tetap menjaga harapan. Dalam kehidupan beragama, manusia akan menghadapi berbagai bentuk ujian.

“Kalau diuji dengan musibah, dia bersabar. Kalau diuji dengan kenikmatan, dia bersyukur. Sabar dan syukur itu dua sayap,” ujar Nasaruddin.

Menag mengaku bersyukur dapat datang langsung bertemu masyarakat terdampak. Sejak mendapat informasi mengenai gempa, ia telah berkoordinasi agar bantuan segera dikirimkan.

“Saya sangat bersyukur, akhirnya saya bisa datang langsung,” katanya. Ia menilai kehadiran langsung penting untuk memberikan dukungan moral kepada masyarakat yang sedang berjuang bangkit.

Solidaritas lintas agama sudah terlihat*

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi NTT Fransiskus Karianto mengatakan semangat persaudaraan sudah terlihat sejak hari-hari pertama penanganan gempa. Masyarakat dari berbagai latar belakang agama bergerak saling membantu, mulai dari memenuhi kebutuhan warga terdampak hingga mendukung proses pemulihan.

BACA JUGA  Transisi Pemerintahan Jokowi ke Prabowo Dinilai Berjalan Baik

Solidaritas juga terbangun di lingkungan Kementerian Agama. Bantuan telah dihimpun dan disalurkan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Dalam kesempatan itu Menag juga menerima ayam kampung berwarna putih dari perwakilan tokoh adat di Manggarai Barat sebagai simbol penghormatan.

Menag berharap semangat kebersamaan tersebut terus dijaga hingga proses pemulihan selesai. Bagi Nasaruddin, keberagaman bukan penghalang untuk bangkit bersama. Justru dalam situasi sulit, toleransi dan persaudaraan menjadi modal sosial agar masyarakat dapat saling menguatkan dan kembali menata kehidupan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending