Connect with us

DPRD Kota Makassar

DPRD Makassar Dukung Desalinasi Air Laut, Ray Suryadi Soroti Kesiapan Anggaran dan Perawatan

Published

on

KITASULSEL–MAKASSAR – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menerapkan teknologi desalinasi air laut untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat kepulauan mendapat dukungan DPRD Makassar. Namun, pemerintah diminta memastikan kesiapan anggaran operasional, perawatan, dan tenaga teknis agar program tersebut dapat berjalan berkelanjutan.

Anggota DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad, menilai teknologi desalinasi berpotensi menjadi solusi atas keterbatasan akses air bersih yang selama ini dihadapi masyarakat di wilayah kepulauan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Menurut Ray, kebutuhan air bersih perlu mendapat perhatian serius mengingat sejumlah pulau memiliki populasi cukup padat, di antaranya Barrang Lompo, Barrang Caddi, Kodingareng, Lumu-lumu, Bone Tambung, dan Langkai.

“Ini memang salah satu hal yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kita tahu sendiri jumlah populasi yang cukup padat di beberapa pulau seperti Barrang Lompo, Barrang Caddi, Kodingareng, Lumu-lumu, Bone Tambung, dan Langkai,” kata Ray, Jumat (2/10/2026).

Meski mendukung rencana tersebut, Ray mengingatkan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari pengadaan alat. Pemkot Makassar perlu memastikan teknologi yang dipilih sesuai dengan kondisi wilayah kepulauan dan didukung sistem pemeliharaan yang memadai.

Ia menyoroti risiko korosi pada peralatan yang terus-menerus bersentuhan dengan air laut. Tanpa perawatan berkala, kondisi tersebut dapat memengaruhi kinerja mesin dan usia pakai fasilitas desalinasi.

BACA JUGA  DPRD Makassar: Pemkot Kebanyakan Honorer, Kesejahteraannya Rendah

“Yang perlu kita sama-sama berikan masukan, bagaimana alat ini bisa disiapkan juga biaya maintenance-nya. Alat-alat seperti itu yang bersentuhan dengan air laut mempunyai tingkat korosi yang cukup tinggi,” ujarnya.

Ray juga meminta pemerintah memperhitungkan kebutuhan tenaga operasional, biaya perbaikan, serta sumber anggaran untuk mendukung fasilitas setelah mulai digunakan.

“Kita coba lihat di mana pemerintah Kota Makassar melakukan cantolan di pagu anggarannya. Kalau desalinasi ini jalan di kepulauan, diperlukan tenaga-tenaga operasional, kemudian persiapan untuk membiayai mungkin perawatan atau kerusakan yang terjadi di situ,” jelasnya.

Ia berharap perencanaan tersebut dilakukan sejak awal sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar mampu memasok air bersih bagi warga dan tidak terkendala persoalan operasional.

Teknologi RO Masih dalam Tahap Rencana

Sebelumnya, Pemkot Makassar membahas rencana penerapan teknologi desalinasi berbasis Reverse Osmosis (RO) di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang. Teknologi ini dirancang untuk mengolah air laut menjadi air tawar melalui proses penyaringan dan pemurnian, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai air minum setelah memenuhi standar kualitas yang berlaku.

Rencana itu dibahas Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, saat menerima audiensi PT Prolink Intidata Nusantara di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Selasa (29/9/2026).

BACA JUGA  Pimpinan DPRD Makassar Sambut Silaturahmi Kapolrestabes Baru Kombes Arya Perdana

Dalam pertemuan tersebut, teknologi desalinasi ditawarkan sebagai salah satu alternatif untuk mengatasi keterbatasan air bersih di wilayah kepulauan. Sistem yang direncanakan juga memanfaatkan energi matahari sebagai sumber tenaga guna mendukung penyediaan air secara lebih mandiri.

Munafri menyebut program tersebut sebagai upaya jangka panjang untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perkotaan.

“Ini adalah solusi jangka panjang, air bersih yang mandiri berbasis energi matahari. Kita mau hadirkan program air langsung minum bagi warga di pulau,” kata Munafri.

Ia menegaskan bahwa masyarakat kepulauan berhak memperoleh layanan air bersih sebagaimana warga yang tinggal di wilayah perkotaan.

“Untuk memastikan bahwa air minum yang dikonsumsi oleh saudara-saudara kita yang ada di pulau itu bisa mendapatkan layanan air bersih sama dengan yang didapatkan saudara-saudara kita yang ada di kota,” jelasnya.

Berdasarkan informasi tersebut, penerapan desalinasi masih berada pada tahap perencanaan dan pembahasan teknologi. Belum ada keterangan mengenai jadwal pembangunan, lokasi pemasangan secara terperinci, maupun waktu operasional fasilitas.

Ray Dorong Pembangunan Dermaga

Selain penyediaan air bersih, Ray menyoroti kebutuhan pembangunan dermaga sebagai infrastruktur penting bagi masyarakat kepulauan. Dermaga berperan menunjang mobilitas warga, termasuk untuk mengakses pendidikan, pekerjaan, perdagangan, dan pelayanan kesehatan di daratan.

BACA JUGA  Pemberhentian RT dan RW di Makassar Jelang Pilkada Diduga Kepentingan Politik

Menurutnya, akses transportasi laut yang memadai juga sangat penting dalam kondisi darurat, terutama ketika warga membutuhkan penanganan medis di luar pulau.

“Di kepulauan itu yang pertama dibutuhkan adanya pembangunan dermaga. Dermaga menjadi salah satu aspek utama dalam hal mengakses ke kepulauan,” katanya.

Ray menilai pembangunan infrastruktur kepulauan membutuhkan koordinasi lintas pemerintahan karena kewenangannya tidak seluruhnya berada di tangan Pemkot Makassar.

Ia mendorong agar aspirasi masyarakat ditindaklanjuti melalui kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Ini perlu ada kolaborasi yang berkelanjutan, bukan hanya sekadar memberikan aspirasi, namun kemudian aspirasi ini bisa dijemput oleh pemerintah kota untuk dikirimkan ke pemerintah provinsi di Sulawesi Selatan,” tukasnya.

Dengan demikian, rencana desalinasi air laut di Makassar tidak hanya membutuhkan pemilihan teknologi yang tepat, tetapi juga kejelasan tahapan pelaksanaan dan kesiapan pembiayaan. DPRD berharap upaya tersebut dapat diterjemahkan menjadi layanan air bersih yang benar-benar dapat diakses masyarakat kepulauan secara berkelanjutan.

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Trending