Entertainment
Habiskan Bertahun-tahun dalam Produksi, Wildwood Buktikan Animasi Buatan Tangan Masih Punya Tempat di Era CGI

KITASULSEL – MAKASSAR – Di tengah perkembangan teknologi animasi digital dan kecerdasan buatan (AI), film Wildwood hadir membawa pendekatan berbeda. Film fantasi terbaru dari studio animasi LAIKA ini mengandalkan teknik stop-motion, metode yang menghidupkan karakter dan lingkungan melalui objek fisik yang digerakkan sedikit demi sedikit, lalu direkam dalam rangkaian gambar.
Proses produksinya membutuhkan waktu bertahun-tahun. Berdasarkan laporan terbaru Entertainment Weekly pada 13 Oktober 2026, pengerjaan Wildwood berlangsung selama tujuh tahun, melibatkan lebih dari 1.000 kru, serta menghasilkan lebih dari 2.800 pengambilan gambar. Skala produksi tersebut menjadikannya salah satu proyek paling ambisius dalam perjalanan studio LAIKA.
Disutradarai Travis Knight, Wildwood mengikuti perjalanan Prue McKeel, remaja yang berusaha menyelamatkan adik bayinya setelah diculik sekawanan burung gagak. Bersama teman sekelasnya, Curtis, Prue memasuki hutan misterius yang menyimpan dunia tersembunyi, dihuni hewan yang dapat berbicara, kelompok bandit, serta berbagai kekuatan yang mengancam keseimbangan wilayah tersebut.
Cerita ini diadaptasi dari novel karya Colin Meloy dengan ilustrasi Carson Ellis. Filmnya menghadirkan Peyton Elizabeth Lee sebagai pengisi suara Prue dan Jacob Tremblay sebagai Curtis, bersama sejumlah nama besar seperti Carey Mulligan, Mahershala Ali, Angela Bassett, dan Awkwafina.
Hal yang membuat Wildwood menarik bukan hanya kisah petualangannya, tetapi juga proses kreatif di balik layar. Karakter dalam film dibuat menggunakan boneka fisik dengan detail kostum dan ekspresi yang dikerjakan secara khusus. Setiap gerakan direkam secara bertahap untuk menciptakan ilusi gerak di layar.
Salah satu contohnya adalah karakter elang bernama General, yang memiliki rentang sayap sekitar lima kaki dan dihiasi 3.000 helai bulu yang dipasang satu per satu. Detail tersebut menggambarkan besarnya ketelitian yang diperlukan untuk menghadirkan gerakan dan penampilan karakter secara meyakinkan.
Meski menggunakan teknik tradisional, produksi Wildwood tidak sepenuhnya meninggalkan teknologi digital. Efek visual tetap digunakan untuk memperluas lingkungan, menyempurnakan latar, dan menggabungkan berbagai elemen yang telah dibuat secara fisik. Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa teknologi dapat mendukung karya buatan tangan tanpa harus menghilangkan karakter artistiknya.
Di tengah semakin mudahnya teknologi digital menghasilkan gambar dan animasi, Wildwood mengingatkan bahwa kreativitas dalam perfilman tidak hanya ditentukan oleh perangkat yang digunakan. Ketelitian, keterampilan, imajinasi, dan kerja kolektif tetap menjadi bagian penting dalam membangun dunia cerita yang mampu menarik perhatian penonton.
Film Wildwood dijadwalkan tayang di bioskop Amerika Serikat pada 23 Oktober 2026. Jadwal penayangan di Indonesia belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
-
Nasional1 tahun agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
4 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
3 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
4 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
2 tahun agoDuet Birokrat dan Legislatif, NasDem Usung Syahar-Kanaah di Pilkada Sidrap










You must be logged in to post a comment Login