Connect with us

Kementrian Agama RI

Menag RI Bagikan Takjil, Wujud Nyata Kepedulian dan Toleransi

Published

on

Kitasulsel–JAKARTA — Menteri Agama Nasaruddin Umar membagikan takjil untuk berbuka puasa kepada masyarakat di halaman kantor pusat Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

“Berbagilah kepada mereka-mereka yang kita anggap berjasa dalam pelayanan masyarakat, tetapi mungkin juga masih membutuhkan bantuan dari kita ya,” kata Menag Nasaruddin usai membagikan takjil, Senin (3/3/2025).

Menag Nasaruddin mengungkapkan bahwa kegiatan ini mencerminkan ciri khas Kementerian Agama yang tidak hanya pandai berdakwah, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Nah inilah ciri khas Kementerian Agama ya, jangan hanya pintar berbicara, memberikan dakwah tetapi dia tidak mengamalkan. Kita akan berusaha di samping menganjurkan tetapi juga mengamalkan,” ujarnya.

BACA JUGA  Ulama Saudi Kunjungi Menag RI, Apresiasi Kiprah Prof Nasaruddin Umar di Dunia Islam

Dikatakannya, berbagi takjil mungkin terlihat sederhana, tetapi memiliki makna yang besar bagi mereka yang membutuhkan. Menag Nasaruddin berharap kegiatan ini menjadi kebiasaan yang terus dijalankan oleh Kementerian Agama.

“Menurut saya mungkin tidak banyak artinya buat kita semua ya, tetapi besar artinya buat mereka. Jadi prinsipnya berbagi itu adalah sesuatu yang sangat terbukti. Kementerian Agama harus membiasakan diri, di samping bisa mengucapkan, bisa juga mengamalkan,” kata sosok yang juga merupakan Imam Besar Masjid Istiqlal ini.

Takjil yang dibagikan berupa nasi kotak, buah, dan kolak. Takjil tersebut berasal tidak hanya dari umat Muslim, tetapi juga dari pegawai non-Muslim di Kementerian Agama, sebagai wujud kebersamaan dan toleransi antarumat beragama. Pembagian takjil ini akan dilakukan setiap hari kerja.

BACA JUGA  Tiba di Jeddah, Amirul Haj Minta Jemaah Fokus Persiapan Wukuf di Arafah

Penerima takjil meliputi pengemudi ojek online, pedagang, sopir bajaj, serta masyarakat umum yang melintas di sekitar kantor Kementerian Agama. Para penerima mengucapkan terima kasih kepada Menteri Agama.

“Terima kasih buat Bapak Menteri Agama dan staf yang bersangkutan atas pembagian takjil gratis untuk kita semua. Semoga bermanfaat bagi kita semua,” ujar salah satu penerima takjil. (*)

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Kementrian Agama RI

Kunjungi Studio Dakwah Mesir, Dr. Bunyamin: Ini Bukan Seremonial, Tapi Pembelajaran untuk Kemajuan Dakwah Indonesia

Published

on

Kitasulsel—Kairo, Mesir – Tenaga Ahli Menteri Agama RI, Dr. H. Bunyamin M. Yapid, melakukan kunjungan ke studio media dakwah milik Kementerian Wakaf Mesir dalam rangkaian agenda kerjanya di Kairo. Kunjungan tersebut memberikan banyak pelajaran berharga mengenai pengelolaan media dakwah modern yang mampu menyajikan informasi keislaman secara edukatif, cepat, dan mudah dipahami masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Bunyamin melihat secara langsung bagaimana pemerintah Mesir memanfaatkan teknologi media untuk menyebarluaskan ilmu-ilmu keislaman kepada masyarakat. Beragam konten disajikan secara profesional, mulai dari kajian tafsir, fikih, akidah, hingga pembahasan berbagai momentum penting dalam kalender Hijriah.

Menurutnya, studio dakwah tersebut selalu menghadirkan pembaruan materi yang relevan dengan kebutuhan umat, termasuk pembahasan mengenai bulan-bulan mulia dalam Islam serta berbagai program edukasi keagamaan yang dikemas secara menarik.

BACA JUGA  Menag Tekankan Pentingnya Ekoteologi dan Persaudaraan Lintas Iman dalam Rakornas PGPI 2025

“Di sini kita melihat bagaimana dakwah dikembangkan dengan sangat profesional. Materi-materi tentang tafsir, fikih, akidah hingga keutamaan bulan-bulan Hijriah terus diperbarui dan disampaikan dengan cara yang mudah dipahami masyarakat,” ujar Dr. Bunyamin.

Selain meninjau studio media dakwah, rombongan juga mengunjungi salah satu masjid yang dikelola Kementerian Wakaf Mesir. Masjid yang baru diresmikan pada tahun 2025 tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan sosial masyarakat melalui berbagai kegiatan pendidikan, pembinaan keluarga, hingga pelayanan sosial.

Bagi Dr. Bunyamin, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang belajar yang sangat penting bagi pengembangan model edukasi keagamaan di Indonesia, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.

BACA JUGA  Vihara Dhammaduta Bali Akan Diresmikan, Menag: Semoga Bermanfaat bagi Umat

“Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Apa yang kami lihat di sini akan menjadi bahan pembelajaran bagi kita di Indonesia, khususnya bagaimana menghadirkan edukasi keagamaan kepada masyarakat melalui pola pemberitaan dan media dakwah yang edukatif, informatif, serta cepat dipahami,” katanya.

Ia menilai keberhasilan pengelolaan media dakwah di Mesir tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Profesionalisme pengelola, dukungan teknologi, serta kemampuan menghadirkan konten yang sesuai kebutuhan umat menjadi kekuatan utama yang patut dicontoh.

“Sangat profesional, dan yang paling menonjol adalah kualitas SDM-nya yang unggul. Itu yang kami lihat dari suguhan Studio Dakwah Mesir ini,” tambahnya.

Mesir sendiri bukanlah tempat yang asing bagi Dr. Bunyamin. Selain merupakan alumnus Universitas Al-Azhar, ia juga dikenal sebagai Ketua Alumni Timur Tengah yang selama ini aktif membangun jejaring pendidikan dan dakwah antara Indonesia dan negara-negara Timur Tengah.

BACA JUGA  Menteri Agama Pastikan Natal Nasional 2025 Digelar Inklusif

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama dan pertukaran pengalaman antara Indonesia dan Mesir dalam pengembangan media dakwah modern, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat tersampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat di era digital.

Continue Reading

Trending