Pemkot Makassar
Unhas & Pemkot Makassar Matangkan Persiapan PIMNAS ke-38
- /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 27
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/09/unhas-pemkot.jpeg&description=Unhas & Pemkot Makassar Matangkan Persiapan PIMNAS ke-38', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
- Share
- Tweet /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/plugins/mvp-social-buttons/mvp-social-buttons.php on line 72
https://kitasulsel.com/wp-content/uploads/2025/09/unhas-pemkot.jpeg&description=Unhas & Pemkot Makassar Matangkan Persiapan PIMNAS ke-38', 'pinterestShare', 'width=750,height=350'); return false;" title="Pin This Post">
Kitasulsel–MAKASSAR Kota Makassar bakal menjadi tuan rumah hajatan nasional bergengsi, Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025, yang akan diikuti seluruh perguruan tinggi se-Indonesia.
Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025. Ajang ilmiah bergengsi tingkat nasional ini akan digelar pada 23–27 November 2025 dan diikuti ribuan mahasiswa dari seluruh Indonesia.
Even akbar ini dijadwalkan berlangsung pada November mendatang dan rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Prabowo Subianto atau Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Kabar tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR I) Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. drg. Muhammad Ruslin, saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin di Balai Kota, Rabu (24/9/2025).
Pertemuan turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, untuk membahas kesiapan dan dukungan pemerintah kota dalam penyelenggaraan ajang ilmiah mahasiswa terbesar di Indonesia itu.
Mewakili Rektor Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, menyampaikan kehadiranya bertemu Wali Kota ingin meminta dukungan, karena ini kegiatan besar.
“Kami meminta support pak Wali. Kegiatan PIMNAS ke-38 butuh support dan kolaborasi dari Pemerintah Kota Makassar,” ujarnya.
“Apalagi Pak Wali juga bagian dari Unhas, jadi kami sangat berharap beliau ikut berkontribusi. Kami ingin para peserta nanti mengenal seperti inilah Kota Makassar,” tambah Prof. Ruslin.
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian PIMNAS 2025 akan dipusatkan di kampus Unhas, dengan agenda utama berupa lomba ilmiah mahasiswa tingkat nasional yang digelar Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi.
“Kegiatannya berupa lomba saintifik nasional mahasiswa Indonesia. Ada juga berbagai kegiatan lainya,” jelasnya.
Prof. Ruslin mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait pembukaan acara. Berdasarkan arahan Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Presiden atau Wakil Presiden dijadwalkan hadir untuk membuka PIMNAS ke-38.
“Kami sudah mendapat petunjuk dari Pak Menteri. Karena ini hajatan Kementerian, kita undang Pak Presiden. Kami berharap beliau yang membuka, dan kemungkinan juga Pak Wapres hadir,” katanya.
Sedikitnya 3.500 peserta dari sekitar 110 perguruan tinggi akan hadir di Makassar. Para rektor dari berbagai kampus besar di Indonesia juga dijadwalkan datang, seiring kehadiran Menteri Pendidikan dan pejabat tinggi lainnya.
“Para Rektor-rektor dari perguruan Tinggi pasti akan datang, apalagi jika Presiden hadir,” tuturnya.
Makassar sendiri terakhir kali menjadi tuan rumah PIMNAS pada 2011, sehingga ajang 2025 ini menjadi kali kedua kota Anging Mammiri dipercaya menggelar kompetisi ilmiah mahasiswa terbesar di Indonesia.
Kali kedua, sebagai tuan rumah, Unhas menargetkan dua kesuksesan sekaligus: penyelenggaraan yang lancar dan prestasi akademik. Unhas berambisi mempertahankan piala bergilir PIMNAS yang sebelumnya pernah diraih.
“Kami diberikan kepercayaan sebagai host oleh Kementerian kedua kali. Harapannya, kegiatan ini sukses, baik sebagai tuan rumah maupun untuk mempertahankan piala bergilir PIMNAS ke-38,” harapnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan dukungan penuh untuk kesuksesan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 tahun 2025 yang akan digelar di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmen tersebut saat menerima audiensi Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan (WR I) Unhas, Prof. Dr. drg. Muhammad Ruslin, bersama panitia penyelenggara.
“Pemerintah Kota Makassar siap mendukung penuh PIMNAS ke-38. Ini ajang nasional yang membawa nama baik Makassar. Kami ingin seluruh peserta mendapat kesan positif selama berada di kota ini,” ujar Munafri.
Sebagai bentuk sambutan, Munafri bahkan menyiapkan jamuan khusus di atas kapal pinisi, ikon wisata bahari Makassar agar para tamu undangan, termasuk para rektor dan peserta, dapat menikmati matahari terbenam (sunset) di Pantai Losari.
“Kami ingin para tamu merasakan pengalaman khas Makassar. Salah satunya makan malam di kapal pinisi sambil menikmati sunset. Itu bagian dari cara kami memperkenalkan keindahan kota ini,” ungkapnya. (*)
Pemkot Makassar
Wali Kota Makassar Dorong ASN Menulis Buku, Perkuat Budaya Literasi di Era Digital
Kitasulsel–MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya literasi dan pengembangan perpustakaan sebagai gerbang ilmu pengetahuan masa depan di Kota Makassar.
Komitmen tersebut disampaikan saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan talkshow literasi memperingati Hari Buku Nasional Tahun 2026 yang digelar oleh Universitas Hasanuddin melalui Perpustakaan Universitas Hasanuddin, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Penguatan Budaya Literasi Akademik di Era Transformasi Digital” tersebut berlangsung penuh antusias dan dihadiri kalangan akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, serta jajaran pemerintah daerah.
Turut hadir dalam kegiatan itu Bunda Literasi Kota Makassar yang juga Bunda PAUD, Melinda Aksa.
Dalam paparannya, Munafri Arifuddin yang akrab disapa Appi menekankan pentingnya membangun ekosistem literasi yang kuat dan berkelanjutan, dimulai dari lingkungan internal pemerintahan.
Ia mendorong aparatur sipil negara (ASN), khususnya pejabat eselon III seperti kepala bidang, kepala subbagian, hingga kepala dinas untuk mulai menghasilkan karya tulis berupa buku sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan literasi masyarakat.
“ASN harus punya karya. Minimal satu buku yang bisa menjadi pegangan, baik sebagai referensi maupun bentuk penguatan literasi personal dan institusional,” ujar Munafri.
Menurutnya, budaya menulis di lingkungan birokrasi perlu terus dibangun agar pengalaman, gagasan, serta pengetahuan para ASN dapat diwariskan dan menjadi sumber pembelajaran bagi masyarakat luas.
Munafri menjelaskan, buku yang ditulis ASN tidak harus bersifat akademik berat atau menggunakan bahasa yang rumit. Sebaliknya, ia berharap buku tersebut dapat disusun dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh pelajar tingkat SD maupun SMP.
Ia juga menekankan pentingnya menghadirkan tema-tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti pengelolaan sampah, kepedulian lingkungan, perlindungan hewan, hingga pola hidup sehat di ruang terbatas perkotaan.
Menurut Appi, langkah tersebut merupakan strategi konkret menghadirkan literasi yang lebih aplikatif dan mudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Kalau setiap perangkat daerah mampu menghasilkan satu buku setiap tahun, maka akan ada sekitar 150 buku baru yang diproduksi Pemerintah Kota Makassar,” jelasnya.
Buku-buku tersebut, lanjutnya, nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Kota Makassar sebagai bahan bacaan tambahan yang kontekstual dan relevan dengan kondisi daerah.
“Saat ini terdapat puluhan SMP dan ratusan SD di Makassar yang membutuhkan bahan bacaan kontekstual dan mudah dipahami,” sambung politisi Partai Golkar itu.
Lebih jauh, alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin tersebut menekankan bahwa penguatan budaya literasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, penerbit, komunitas literasi, hingga masyarakat menjadi kunci penting dalam membangun budaya baca yang kuat.
Ia mengungkapkan, selama ini berbagai persoalan pembangunan Kota Makassar juga kerap didiskusikan bersama kalangan kampus untuk mendapatkan perspektif dan solusi yang lebih luas.
“Artinya, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun kota, termasuk dalam penguatan literasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga menyoroti pentingnya peran perpustakaan di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Menurutnya, perpustakaan saat ini tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku, melainkan harus berkembang menjadi ruang interaksi intelektual yang mempertemukan berbagai disiplin ilmu, ide, dan komunitas.
“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi juga memberikan pengetahuan baru dan menjadi ruang pertemuan berbagai segmen masyarakat,” jelasnya.
Ia menilai perpustakaan harus mampu menjadi ruang asimilasi ilmu pengetahuan yang terbuka dan inklusif bagi seluruh kalangan.
Dalam konteks transformasi digital, Appi menegaskan bahwa digitalisasi bukanlah ancaman bagi keberadaan buku fisik. Sebaliknya, digitalisasi harus menjadi jembatan untuk memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan.
“Digitalisasi tidak menghilangkan buku teks, tetapi menjadi penghubung menuju akses yang lebih luas. Kita harus membangun kombinasi yang baik antara keduanya,” katanya.
Munafri juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Makassar terus berupaya menghadirkan perpustakaan daerah yang modern dan mampu bersaing sebagai salah satu perpustakaan terbaik di Sulawesi Selatan.
Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, ia optimistis pengembangan fasilitas dan layanan perpustakaan daerah akan terus mengalami peningkatan dalam waktu dekat.
Selain itu, melalui Dinas Perpustakaan, Pemerintah Kota Makassar juga rutin menjalankan berbagai program literasi yang menyentuh langsung masyarakat hingga ke tingkat kelurahan.
Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat baca sekaligus memperkuat budaya literasi masyarakat di tengah derasnya arus informasi digital.
Di akhir penyampaiannya, Munafri mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan meningkatkan indeks literasi Kota Makassar yang saat ini tergolong tinggi di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia berharap seluruh kegiatan literasi tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Literasi bukan tanggung jawab satu pihak saja. Ini adalah kerja kolaboratif untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” pungkasnya.
Dengan semangat kolaborasi dan penguatan budaya baca, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat melahirkan generasi yang lebih cerdas, kritis, dan adaptif menghadapi tantangan perkembangan zaman di era digital.
-
Nasional11 bulan agoAndi Syakira Harumkan Nama Sidrap, Lolos ke Panggung Utama Dangdut Academy 7 Indosiar,Bupati SAR:Kita Support Penuh!
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoInformasi Tidak Berimbang,Dewan Pengurus KKS Kairo Mesir Keluarkan Rilis Kronologi Kejadian di Mesir
-
Politics2 tahun agoIndo Barometer:Isrullah Ahmad -Usman Sadik Pepet Budiman-Akbar,IBAS-Puspa Tak Terkejar
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoTangis Haru Warnai Pelepasan Status ASN Hj Puspawati Husler”Tetaplah Kuat Kami Bersamamu”
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoPj Gubernur Bahtiar Paparkan Rencana Pembangunan Sulsel di Depan Presiden Jokowi
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoVideo Menolak Berjabat Tangan Dengan Seorang Warga Viral ,Ketua DPRD Luwu Timur Dinilai Tidak Mencerminkan Diri Sebagai Wakil Rakyat
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
3 tahun agoDari Kotamobagu, BMR Anies Bertekat Menangkan Anies Baswedan*
-
Warning: Undefined array key 0 in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
Warning: Attempt to read property "cat_name" on null in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/parts/post-single.php on line 575
2 tahun agoIBAS Is Back: Siap Maju di Kontestasi Pilkada Luwu Timur










Warning: Undefined variable $user_ID in /www/wwwroot/kitasulsel.com/wp-content/themes/zox-news/comments.php on line 49
You must be logged in to post a comment Login