Connect with us

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Tinjau Sejumlah Proyek Infrastruktur, Pastikan Pekerjaan Rampung dan Sesuai Perencanaan

Published

on

Kitasulsel–Luwutimur Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi pembangunan infrastruktur yang telah rampung pada tahun 2025 serta beberapa proyek yang masih dalam tahap penyelesaian, Jumat (9/01/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus melihat langsung manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Adapun lokasi yang dikunjungi Bupati Irwan di antaranya betonisasi Jalan Tarabbi–Tawakua, pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut di Desa Atue, pelebaran Jalan Poros Trans Sulawesi di Desa Atue yang juga menjadi lokasi pembangunan gerbang masuk Ibu Kota Malili, serta peninjauan perbaikan makam Opu Andi Laloasa.

Dalam peninjauannya, Bupati Irwan menyampaikan rasa syukur atas rampungnya sejumlah pekerjaan infrastruktur yang dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran aktivitas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

BACA JUGA  Pemkab Luwu Timur Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sungai, Teken Pakta Integritas Bersama BBWS dan PT Vale

“Salah satunya betonisasi pembangunan Jalan Tarabbi–Tawakua. Saya meninjau langsung pekerjaannya dan alhamdulillah sudah selesai 100 persen. Masyarakat sudah bisa melaluinya dengan aman dan nyaman, sesuai dengan harapan kita bersama,” ujar Irwan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Luwu Timur.

Selanjutnya, Bupati Luwu Timur juga meninjau pembangunan Rumah Sakit Gigi dan Mulut yang berada di Desa Atue, Kecamatan Malili. Fasilitas kesehatan tersebut diharapkan menjadi penunjang layanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat Luwu Timur dan sekitarnya.

“Alhamdulillah hari ini saya berada di lokasi RS Gigi dan Mulut di Atue. Pekerjaan sudah pada tahap finishing dan dalam waktu dekat kita harapkan sudah bisa diselesaikan,” tuturnya.

BACA JUGA  TPTMC Luwu Timur Borong 10 Medali di Piala Wali Kota Makassar 2026, Siap Bidik Kejuaraan Nasional

Selain itu, Bupati Irwan juga meninjau pelebaran Jalan Poros Trans Sulawesi di Desa Atue yang sekaligus menjadi lokasi pembangunan gerbang masuk Ibu Kota Malili. Ia menilai pembangunan tersebut akan menjadi ikon daerah sekaligus memperkuat wajah ibu kota kabupaten.

Tak hanya itu, peninjauan juga dilakukan pada perbaikan makam Opu Andi Laloasa, sebagai bagian dari upaya pelestarian situs sejarah dan penghormatan terhadap tokoh daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Irwan menegaskan bahwa seluruh pekerjaan pembangunan yang ditinjau telah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.

“Alhamdulillah, pekerjaan dilakukan satu per satu secara detail dan sesuai dengan desain yang ada. Ini menjadi kesyukuran kita karena kegiatan sudah dilaksanakan sesuai ketentuan,” tandas Bupati Luwu Timur.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Launching Program “Spesialis Juara”, Layanan Dokter Spesialis Hadir di Wilayah Terpencil

Peninjauan lapangan ini turut didampingi oleh Plt. Kepala Bapenda Muh. Yusri, Plt. Kepala Disnakertrans Joni Patabi, Kepala Bapperida Kamal Rasyid, Plt. Kepala DLH Umar Hasan Dalle, serta Kabag Prokopim Setda Luwu Timur Agus Thobrani.

Melalui peninjauan ini, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan infrastruktur yang berkualitas, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

DISKOMINFO LUWU TIMUR

Bupati Luwu Timur Teken Penetapan LP2B, Irwan Bachri Syam Tegaskan Komitmen Lindungi Lahan Pertanian

Published

on

Kitasulsel–MAKASSAR – Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menghadiri Rapat Koordinasi Finalisasi Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Kamis (9/7/2026).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut Surat Edaran Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Republik Indonesia mengenai percepatan penetapan LP2B di seluruh kabupaten/kota. Pemerintah daerah didorong menetapkan sedikitnya 87 persen luas lahan baku sawah (LBS) sebagai LP2B untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam kegiatan itu, Bupati Irwan Bachri Syam bersama seluruh kepala daerah kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menandatangani Berita Acara Penetapan LP2B yang disaksikan langsung oleh Menteri ATR/Kepala BPN RI, Nusron Wahid, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, serta Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.

Selain penandatanganan berita acara, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyerahkan dokumen peta LP2B secara simbolis kepada Bupati Luwu Timur bersama perwakilan pemerintah kabupaten/kota lainnya sebagai bagian dari proses penetapan kawasan pertanian yang akan dilindungi secara berkelanjutan.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Keluarkan Surat Edaran Perdana”Wajib Shalat Berjamaah di Mesjid”

Usai kegiatan, Bupati Irwan Bachri Syam menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam percepatan penetapan LP2B. Langkah ini bukan hanya untuk melindungi lahan sawah, tetapi juga sebagai upaya menjaga masa depan pertanian dan menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujar Irwan.

Ia juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar segera menyusun langkah strategis dan memperkuat koordinasi dalam menjaga kawasan LP2B, sekaligus mendorong penambahan luas lahan yang dilindungi.

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menegaskan bahwa penetapan LP2B merupakan langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan di tengah meningkatnya alih fungsi lahan pertanian.

BACA JUGA  Pembagian Perlengkapan Sekolah Pemda Luwu Timur Trending di Sosmed, Warganet: “Kerja Nyata IBAS”

Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan seluruh pemangku kepentingan melalui penguatan regulasi, penataan ruang, serta perlindungan terhadap lahan pertanian produktif.

“Komitmen ini akan diperkuat melalui penandatanganan berita acara penetapan LP2B sebagai bentuk kepastian hukum dalam perlindungan lahan pertanian,” katanya.

Meski demikian, Andi Sudirman mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam implementasi di lapangan. Oleh karena itu, pemerintah kabupaten/kota diminta mempercepat penyusunan regulasi daerah dan memperkuat sinergi lintas sektor agar target nasional dapat tercapai.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN RI, Nusron Wahid, menegaskan bahwa percepatan penetapan LP2B merupakan bagian dari kebijakan nasional untuk melindungi lahan sawah sekaligus memperkuat kedaulatan pangan Indonesia.

Menurut Nusron, pembangunan nasional membutuhkan ketersediaan tanah dan ruang, namun tetap harus menjaga keseimbangan ekosistem serta mengendalikan alih fungsi lahan pertanian.

BACA JUGA  Bupati Luwu Timur Siapkan Langkah Antisipatif Hadapi Dampak El Nino, BPBD Diminta Proaktif

“Hingga saat ini capaian nasional baru sekitar 57 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 87 persen pada 2029. Karena itu dibutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah melalui integrasi LP2B ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW),” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Luwu Timur, Raksan, mengungkapkan bahwa capaian penetapan LP2B di Kabupaten Luwu Timur telah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Luas LP2B Luwu Timur mencapai 21.682,18 hektare, sedangkan luas lahan baku sawah sebesar 23.603,49 hektare. Artinya, Luwu Timur sudah berada pada posisi aman dengan capaian 91,10 persen dari target yang diberikan Pemerintah Provinsi,” jelas Raksan.

Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian produktif sebagai fondasi ketahanan pangan daerah dan nasional, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Continue Reading

Trending